Breaking News

Prabowo, Percayalah Pada Juru Bicara!

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026

menalar.id,. – Satu bulan yang lalu, Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di depan pejabat kabinet merah-putih, Rabu (8/4/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi kritikan terkait ia yang acap acap menyambangi banyak negara.

“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Ya, saudara-saudara untuk amankan minyak, gue harus ke mana-mana,” tegas Prabowo.

Berdasarkan laporan BBC Indonesia pada april 2026, sepanjang satu tahun lebih masa jabatannya, Prabowo telah ke 28 negara dengan total 49 kali kunjungan ke luar negeri. Jumlah tersebut menjadi rekor terbanyak yang pernah dilakukan oleh Presiden Indonesia.

Komunikasi Politik Prabowo

Ucapannya saat pidato justru mengundang kembali kritik dari publik. Kata “gue” dan intonasi yang keras dinilai bermasalah. Karena hal itu, muncul-lah kesan emosional alih-alih komunikatif.

Tak ayal, Prabowo kerap tidak mempertimbangkan kalimat yang akan ia keluarkan. Tak hanya itu, dirinya seringkali tidak konsisten saat memberikan pernyataan.

Sebagai contoh, saat banjir melanda pulau Sumatera, Prabowo mengklaim jika aktivitas perkebunan sawit di Sumatera lah menjadi penyebab utama musibah tersebut, Jumat (5/12/2025). Namun, beberapa hari kemudian pada Jumat (19/12/2025), Prabowo berencana memperluas perkebunan sawit di Papua.

Kesalahan-kesalahan tersebut-lah yang malah menjadi boomerang terhadap dirinya, sehingga menciptakan jarak dan ketidakpercayaan rakyat terhadap pemerintah.

Serahkan Kepada Juru Bicara

Maka untuk mengurangi kesalahan yang sama, Prabowo itu harus memercayai segala urusan komunikasi publik kepada Juru Bicara (Jubir)-nya. Selama ini, dirinya bahkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya yang mengambil tanggung jawab tersebut.

Peran jubir sendiri telah diatur pada Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2012 Pasal 18 ayat (2) tentang utusan khusus presiden, staf khusus presiden, dan staf khusus wakil presiden. Jubir presiden bertanggungjawab langsung kepada presiden dan kepada Seskab jika menyangkut administrasi.

Perlu diingat, praktik kekuasaan dalam politik tidak akan pernah lepas dari media massa dan publik. Maka, setiap perilaku dan gerak gerik pemerintah termasuk Presiden bisa membentuk opini.

Maka, peran Jubir sangat krusial. Apabila Prabowo terus menerus menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi, kontradiktif, atau bernada emosional, dampaknya bukan hanya sekadar polemik sesaat di media sosial.

Dalam jangka panjang, hal itu dapat menciptakan jarak psikologis antara pemimpin dan rakyatnya sendiri. Publik menjadi kesulitan membedakan mana pernyataan yang benar-benar merepresentasikan kebijakan negara dan mana yang sekadar respons spontan personal seorang presiden.

Teori Komunikasi Politik

Jika mengacu teori Constructing the Political Spectacle oleh Murray Edelman (1988), bahasa politik bukan sekadar alat penyampaian informasi. Melainkan pembentuk persepsi publik terhadap kekuasaan.

Cara seorang pemimpin berbicara dapat menentukan apakah ia dipandang sebagai figur yang menenangkan atau justru memperuncing ketegangan sosial. Dalam konteks ini, diksi informal, nada defensif, hingga pernyataan yang saling bertentangan berpotensi membangun kesan bahwa pemerintah lebih reaktif terhadap kritik ketimbang terbuka terhadap evaluasi.

Di sinilah Prabowo harus serahkan komunikasi politik pada jubirnya. Perlu diingat, jubir bukan sekadar “tameng”. Namun sebagai penyaring komunikasi politik agar pesan negara tetap konsisten, terukur, dan tidak menimbulkan multitafsir.

Prabowo tentu tetap memiliki hak berbicara langsung kepada publik, namun komunikasi kenegaraan yang terlalu spontan justru rentan menjadi boomerang politik.

Apalagi di era digital, satu potongan pidato dapat tersebar dalam hitungan detik dan membentuk opini publik secara masif. Sekali kepercayaan publik menurun, pemerintah akan lebih sulit membangun legitimasi terhadap kebijakan-kebijakan berikutnya.

Karena itu, memperkuat fungsi Jubir bukan hanya soal menjaga citra presiden, tetapi juga menjaga kualitas komunikasi demokrasi antara negara dan rakyatnya.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Megawati Hangestri Pertiwi resmi bergabung dengan klub voli putri asal Turki Manisa BBSK untuk musim kompetisi mendatang.

    Resmi! Megawati Gabung Klub Voli Turki Manisa BBSK 2025

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Megawati Hangestri Pertiwi resmi bergabung dengan klub voli putri asal Turki Manisa BBSK untuk musim kompetisi mendatang. Setelah dua musim berkiprah di Korea Selatan bersama Daejeon Red Sparks, Megawati kini akan menjajal persaingan di liga voli Turki. Manisa BBSK mengumumkan perekrutan Megawati melalui akun media sosial resmi mereka, pada Sabtu (5/7) dini hari. […]

  • Daftar Korban KMP Tunu Pratama Jaya Yang Berhasil Ditemukan

    Daftar Korban KMP Tunu Pratama Jaya Yang Berhasil Ditemukan

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Sebanyak 35 penumpang dan awak KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali berhasil ditemukan. Empat orang dinyatakan meninggal, sementara 31 lainnya selamat, Surabaya, Kamis (3/7/2025). Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan 31 penumpang KMP Tunu Pratama Jaya selamat karena mengenakan sekoci dan jaket pelampung. “Mereka ada yg memang menggunakan sekoci, kemudian […]

  • Prabowo Instruksikan Penanganan Darurat Longsor Majenang

    Prabowo Instruksikan Penanganan Darurat Longsor Majenang

    • calendar_month Ming, 16 Nov 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id -, Presiden Prabowo Subianto memerintahkan BNPB mempercepat penanganan darurat tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Pemerintah masih mencari belasan warga yang hilang akibat longsor tersebut. “Presiden menyampaikan turut berduka. Beliau memerintahkan BNPB untuk bergerak ke lapangan dan membantu menyelesaikan penanganan longsor di Majenang hingga masa tanggap darurat selesai,” kata Deputi Bidang Penanganan Darurat […]

  • Setahun Program MBG: Capaian Puluhan Juta Penerima dan Catatan Evaluasi

    Setahun Program MBG: Capaian Puluhan Juta Penerima dan Catatan Evaluasi

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan sosial terbesar dan publik paling soroti sepanjang 2025. Diluncurkan pada 6 Januari 2025, program ini menargetkan peningkatan kualitas gizi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita sebagai bagian dari strategi jangka panjang pembangunan sumber daya manusia. Presiden Prabowo Subianto menegaskan sejak awal bahwa MBG […]

  • BEM UI Alami Dualisme Kepengurusan, Mahasiswa Keluhkan Dampak pada Kegiatan Kampus

    BEM UI Alami Dualisme Kepengurusan, Mahasiswa Keluhkan Dampak pada Kegiatan Kampus

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) tengah menghadapi masalah dualisme kepengurusan. Informasi ini diungkap lewat akun Instagram resmi @bemui_official, Senin (11/8/2025). Dalam unggahan itu, mereka menuding adanya intervensi rektorat dalam proses Pemilihan Raya Mahasiswa. Menurut penjelasan di akun tersebut, persoalan ini bermula dari sengketa Pemilihan Raya (Pemira) UI 2024 yang sedang diproses […]

  • Premanisme Ormas: Ancaman Investasi dan Ketertiban Sosial di Indonesia

    Premanisme Ormas: Ancaman Investasi dan Ketertiban Sosial di Indonesia

    • calendar_month Rab, 14 Mei 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Fenomena premanisme yang berkedok organisasi masyarakat (ormas) kembali muncul sebagai isu nasional yang mengkhawatirkan. Aksi-aksi pemerasan, intimidasi, dan kekerasan yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang mengatasnamakan ormas bukan hanya meresahkan masyarakat, tetapi juga mengganggu iklim investasi dan stabilitas sosial. Tanggapan masyarakat Masyarakat Indonesia menegaskan penolakan terhadap praktik premanisme dan tindakan anarkis yang meresahkan. […]

expand_less