Breaking News

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
berita

Lestarikan Budaya Sejak Dini, Inovasi “Noken Pintar Waibu” Mahasiswa UGM Bangkitkan Semangat Belajar Anak-Anak Jayapura”

  • calendar_month Sel, 8 Sep 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) unit “Jejak Jayapura” 2026 menyalurkan 50 paket perlengkapan sekolah (school kit) yang dikemas dalam tas Noken kepada anak-anak di Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua. Program bertajuk “Noken Pintar Waibu: Paket School Kit Berbasis Edukasi dan Budaya” ini digelar bekerja sama dengan […]

Dalam upaya mendukung kesiapan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, mahasiswa KKN-PPM UGM melalui tim Jejak Jayapura 2026 melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Praktik Pengukuran Antropometri. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat (31/7) tersebut diikuti oleh sekitar 25 kader Posyandu dari lima Posyandu yang berada di Desa Bambar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai salah satu bagian penting dalam pelayanan Posyandu. Meskipun Posyandu di Desa Bambar telah menjalankan berbagai pelayanan kepada masyarakat, kesiapan menuju penerapan sistem Posyandu ILP (Integrasi layanan primer) masih perlu diperkuat, khususnya dari sisi kapasitas kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan pertumbuhan secara tepat. Dengan adanya mahasiswa bidang gizi yang tergabung dalam KKN-PPM UGM, tim Jejak Jayapura 2026 melihat keterampilan antropometri sebagai salah satu kemampuan dasar yang penting untuk diperkuat. Pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar kepala tidak hanya membutuhkan alat yang sesuai, tetapi juga teknik pengukuran yang tepat agar hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi pertumbuhan anak secara akurat. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai antropometri dan pelayanan Posyandu menuju ILP, kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung sesuai dengan pedoman 5 meja posyandu. Dalam sesi praktik, para kader memperoleh kesempatan untuk melakukan pengukuran berat badan (BB), panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LiLA), dan lingkar kepala menggunakan peralatan antropometri yang telah dipersiapkan. Mahasiswa KKN bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Waibu mendampingi kader selama proses praktik. Pendampingan dilakukan melalui demonstrasi, simulasi, serta koreksi langsung terhadap teknik pengukuran. Kader juga dilatih untuk memperhatikan posisi tubuh yang benar saat pengukuran, melakukan pencatatan hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS), serta memahami cara membaca hasil pengukuran berdasarkan grafik pertumbuhan. Mahasiswa juga menyiapkan kasus untuk dikerjakan secara kolektif oleh kader-kader posyandu dalam pelatihan tersebut. Melalui kasus tersebut, kader diminta memilih KMS yang sesuai, memplot hasil penimbangan berdasarkan usia, menentukan pola pertumbuhan anak, serta menyusun tindak lanjut yang dapat dilakukan di Posyandu. Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan kader dalam menghubungkan hasil pengukuran antropometri dengan pemantauan pertumbuhan anak, bukan sekadar melakukan pengukuran secara teknis. Pendekatan learning by doing ini dipilih digunakan agar kader tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam melakukan setiap tahapan pengukuran. Dengan demikian, kader diharapkan dapat lebih percaya diri dan teliti ketika nantinya melaksanakan pelayanan di masing-masing Posyandu. “Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer. Kader merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga keterampilan pengukuran yang tepat sangat diperlukan,” ujar Herice T. Kaway Ketua PKK di Desa Bambar, Waibu, Kabupaten Jayapura. Nisrina Athyra Karimah, mahasiswa Gizi yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026 juga menambahkan “Program ini saya inisiasi sebagai bentuk bakti saya untuk ikut menciptakan pelayanan Posyandu yang benar dan sesuai standar di Desa Bambar. Keresahan saya bermula dari melihat keterampilan kader yang belum merata. Selama ini, pelatihan dari dinas atau tingkat provinsi biasanya hanya diikuti oleh satu atau dua perwakilan dari masing-masing Posyandu, sementara jumlah kader di lapangan lebih banyak. Akibatnya, kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan memperbarui keterampilan belum tentu dirasakan oleh seluruh kader. Kegiatan ini melibatkan kader dari lima Posyandu di Desa Bambar, yaitu Posyandu Budung, Melati, Kali Ular, Kompi C, dan Transad. Bahkan kader-kader dari desa lain seperti Doyo Baru turut berpartisipasi dan antusias mengikuti pelatihan ini. Lebih lanjut Nisrina menambahkan, “Saya juga menggandeng Puskesmas Waibu dalam pelaksanaan kegiatan ini karena saya ingin programnya tidak berhenti ketika KKN selesai. Dengan adanya keterlibatan tenaga kesehatan dan Puskesmas, saya berharap penguatan kapasitas kader ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari proses menuju penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bambar,”. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat kesiapan kader di lima Posyandu Desa Bambar menuju penerapan Posyandu ILP yang lebih optimal. Peningkatan kapasitas kader juga diharapkan dapat mendukung tersedianya data pertumbuhan yang lebih akurat sebagai dasar pemantauan kondisi kesehatan dan gizi masyarakat. Bagi tim Jejak Jayapura 2026, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa gizi dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Melalui kolaborasi dengan kader dan tenaga kesehatan setempat, penguatan kapasitas diharapkan dapat terus berlanjut setelah program KKN selesai. ● What: Penguatan kapasitas kader melalui praktik pengukuran antropometri menuju Posyandu ILP. ● Who: Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Jejak Jayapura 2026, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan Puskesmas Waibu. ● When: Jumat, 31 Juli 2026, pukul 10.00-14.00 ● Where: Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura. ● Why: Kesiapan menuju penerapan Posyandu ILP masih perlu diperkuat, terutama keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, pencatatan, dan interpretasi hasil pertumbuhan. ● How: Pemaparan materi, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, dan pendampingan/koreksi individual.

Mahasiswa KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026 Perkuat Keterampilan Antropometri dan Pelayanan Posyandu bagi Kader Posyandu di Desa Bambar

  • calendar_month Sen, 17 Agu 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Dalam upaya mendukung kesiapan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, mahasiswa KKN-PPM UGM melalui tim Jejak Jayapura 2026 melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Praktik Pengukuran Antropometri. yang berlangsung pada Jumat (31/7) tersebut diikuti oleh sekitar 25 kader Posyandu dari lima Posyandu yang berada di […]

Publik kembali dihebohkan dengan isu terkait Koperasi Desa (Kopdes) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar.

Kopdes Berada di TPA Antang, Zulhas “Nggak ada Lahan!”

  • calendar_month Rab, 5 Agu 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Publik kembali dihebohkan dengan isu terkait Koperasi Desa (Kopdes) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar. Hal ini bermula ketika sebuah akun Instagram @kulitintamks mengunggah video berdukasi 32 detik, pada Senin (3/8/2026). Dalam rekaman tersebut, seorang pria memperlihatkan kondisi TPA Antang sebelum mengarahkan kameranya ke sebuah bangunan yang disebut sebagai Kopdes Merah […]

Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengoperasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai sebelumnya berhenti sementara. Namun belum setengah jalan dilewati, kasus keracunan oleh para siswa terjadi di sejumlah daerah. 

Keracunan MBG di SMK Semarang, Sudaryono: “SPPG Harus Bertanggung Jawab!”

  • calendar_month Sen, 3 Agu 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mengoperasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) usai sebelumnya berhenti sementara. Namun belum setengah jalan dilewati, kasus keracunan oleh para siswa terjadi di sejumlah daerah. Salah satunya di SMK Negeri 6 Semarang yang menumbangkan sebanyak 693 siswa dan 14 guru. Merespons hal tersebut,  Kepala BGN Sudaryono menyampaikan jika SPPG […]

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersama kampus lain akan menggelar demonstrasi di Jakarta, pada Juta (12/6/2026) pukul 13.00 WIB.

Apa Saja Tuntutan Demonstrasi Jumat 12 Juni 2026?

  • calendar_month Jum, 12 Jun 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI) bersama universitas lainnya akan menggelar demonstrasi di Jakarta, pada Juta (12/6/2026) pukul 13.00 WIB. Ada dua lokasi yang dipilih demonstra, yaitu Bundaran HI, Menteng dan di Jalan Medan Merdeka Selatan, dekat kawasan Monas. Tuntutan Demonstrasi Adapun tuntutan demonstrasi tersebut meliputi lima permasalahan, antara lain: Menghentikan pemborosan […]

Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati Revisi Undang-Undang (RUU) Polri tetap memberikan ruang bagi anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan di luar institusinya.

RUU Polri Kembali Dibahas! Polri Aktif Bebas Menjabat Di Manapun

  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menyepakati Revisi Undang-Undang (RUU) Polri tetap memberikan ruang bagi anggota Polri aktif untuk menduduki jabatan di luar institusinya. Anggota Polri dapat mengisi posisi tersebut atas permintaan kementerian atau lembaga yang membutuhkan keahlian tertentu maupun melalui penugasan langsung dari Presiden. Ketentuan ini tercantum dalam usulan Pasal 28A ayat […]

Presiden Prabowo Subianto akan melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan, pada Senin (8/6/2026) sore.

Prabowo Tunjuk Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus, Mengapa?

  • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto akan melantik Presiden Partai Buruh Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden bidang ketenagakerjaan, pada Senin (8/6/2026) sore. Hal ini Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sampaikan secara langsung di Kompleks Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Jakarta. . “Said Iqbal akan diminta membantu Bapak Presiden berkenaan dengan masalah ketenagakerjaan dan kesejahteraan buruh,” kata […]

Presiden Prabowo Subianto mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU).

Prabowo Teken Perpres Baru Soal UNESCO, Tentang Apa?

  • calendar_month Jum, 5 Jun 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto mengesahkan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU). Adapun tujuan Perpres ini agar kualitas pendidikan, ilmu pengetahuan, kebudayaan, serta komunikasi dan informasi di tingkat internasional semakin meningkat. KNIU sendiri menjadi pertanggung jawaban presiden secara langsung. Nantinya, KNIU akan merealisasikan fasilitas, koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di bidang pendidikan, […]

BRIN Minta Maaf Usai Kontroversi Poster Burung Garuda

BRIN Minta Maaf Usai Kontroversi Poster Burung Garuda

  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 0Komentar

menalar.id., – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengucapkan permohonan maaf usai poster peringatan Hari Lahir Pancasila yang diunggah terbukti hasil kecerdasan buatan (AI). Pasalnya, desain AI tersebut keliru menampilkam burung garuda, seperti jumlah bulu ekor burung garuda yang pada awalnya 8 helai menjadi 7 helai. “BRIN Indonesia menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas kesalahan dalam […]

Maka, peran Jubir sangat krusial. Apabila presiden terus menerus menyampaikan pernyataan yang memicu kontroversi, kontradiktif, atau bernada emosional, dampaknya bukan hanya sekadar polemik sesaat di media sosial. Dalam jangka panjang, hal itu dapat menciptakan jarak psikologis antara pemimpin dan rakyatnya sendiri. Publik menjadi kesulitan membedakan mana pernyataan yang benar-benar merepresentasikan kebijakan negara dan mana yang sekadar respons spontan personal seorang presiden. Fenomena ini dapat dijelaskan melalui teori *agenda setting* dari Maxwell McCombs dan Donald Shaw yang menjelaskan bahwa media memiliki kekuatan membentuk fokus perhatian publik terhadap suatu isu. Ketika pernyataan kontroversial presiden lebih dominan diberitakan dibanding substansi kebijakan, maka citra pemerintah di mata masyarakat perlahan akan dibangun dari kontroversi tersebut. Akibatnya, komunikasi politik negara berubah menjadi siklus klarifikasi tanpa akhir. Selain itu, pakar komunikasi politik Murray Edelman dalam *Constructing the Political Spectacle* juga menjelaskan bahwa bahasa politik bukan sekadar alat penyampaian informasi, melainkan pembentuk persepsi publik terhadap kekuasaan. Cara seorang pemimpin berbicara dapat menentukan apakah ia dipandang sebagai figur yang menenangkan atau justru memperuncing ketegangan sosial. Dalam konteks ini, diksi informal, nada defensif, hingga pernyataan yang saling bertentangan berpotensi membangun kesan bahwa pemerintah lebih reaktif terhadap kritik ketimbang terbuka terhadap evaluasi. Di sinilah Jubir seharusnya mengambil peran sentral. Jubir bukan sekadar “tameng” pemerintah, melainkan penyaring komunikasi politik agar pesan negara tetap konsisten, terukur, dan tidak menimbulkan multitafsir. Presiden tentu tetap memiliki hak berbicara langsung kepada publik, namun komunikasi kenegaraan yang terlalu spontan justru rentan menjadi bumerang politik. Apalagi di era digital, satu potongan pidato dapat tersebar dalam hitungan detik dan membentuk opini publik secara masif. Sekali kepercayaan publik menurun, pemerintah akan lebih sulit membangun legitimasi terhadap kebijakan-kebijakan berikutnya. Karena itu, memperkuat fungsi Jubir bukan hanya soal menjaga citra presiden, tetapi juga menjaga kualitas komunikasi demokrasi antara negara dan rakyatnya.

Prabowo, Percayalah Pada Juru Bicara!

  • calendar_month Sen, 11 Mei 2026
  • account_circle Nazula Destiyana
  • 1Komentar

menalar.id,. – Satu bulan yang lalu, Presiden RI Prabowo Subianto berpidato di depan pejabat kabinet merah-putih, Rabu (8/4/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menanggapi kritikan terkait ia yang acap acap menyambangi banyak negara. “Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri. Ya, saudara-saudara untuk amankan minyak, gue harus ke mana-mana,” tegas Prabowo. Berdasarkan laporan […]

expand_less