Breaking News

Danantara Beli Saham Aplikator Ojol, Driver Angkat Jempol

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 3 Mei 2026

menalar.id,. – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Sufmi Dasco Ahmad menyatakan pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) telah membeli sebagian saham perusahaan aplikator ojek online (ojol). Adapun tujuan langkah ini untuk menurunkan potongan komisi bagi para pengemudi menjadi delapan persen.

Pemerintah Hanya Akan Pangkas Delapan persen

Dasco menjelaskan dengan kepemilikan saham tersebut, pemerintah akan secara bertahap menyesuaikan sistem dan kebijakan aplikator. Ia menegaskan pemerintah dapat memangkas potongan komisi yang sebelumnya berkisar antara 10–20 persen menjadi hanya delapan persen.

“Paling pertama adalah kemudian menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Tadinya 20% atau 10% ini sehingga aplikator hanya akan mengambil 8% dari yang dikumpulkan,” kata Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di kompleks parlemen, Jumat (1/5/2026) melansir dari Antara.

Ia juga menyampaikan pembahasan terkait status hubungan kerja antara pengemudi ojol dan pihak aplikator masih dalam tahap simulasi. Meski begitu, Dasco memastikan pemerintah akan melibatkan organisasi pengemudi dalam proses perumusan kebijakan tersebut.

“Organisasi-organisasi kawan-kawan ojol ini tetap akan diajak ngomong, akan diajak berembuk,” kata dia.

Pemerintah Ingin Menguasai Saham Sepenuhnya

Lebih lanjut, Dasco menegaskan bahwa pemerintah siap memberikan bantuan kepada perusahaan yang terdampak kebijakan pemangkasan komisi. Bahkan, pemerintah membuka kemungkinan untuk mengambil alih perusahaan.

Ia menekankan langkah ini bertujuan menjaga keberlangsungan kerja para pengemudi agar tetap memiliki sumber penghasilan. Hal ini tentu sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 yang mengatur penurunan potongan pendapatan aplikator menjadi 8%.

“Saya katakan di sini, saya tidak setuju 10%, harus di bawah 10%,” kata Prabowo dalam pidatonya saat peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Prabowo menilai skema pembagian hasil yang selama ini berlaku belum adil bagi para pengemudi. Tentu tujuannya untuk melindungi hak para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja keras dan menghadapi risiko di jalan.

Pendapat Para Pengemudi Ojol

Di tengah wacana keterlibatan Danantara dalam industri aplikator ini, respons pengemudi di lapangan cenderung pragmatis. Yunesi yang sudah 10 tahun bekerja sebagai pengemudi ojol dari Grab mengaku tidak tahu menahu soal rencana tersebut.

Namun, ia tidak terlalu mempersoalkan siapa yang masuk sebagai pemegang saham, selama kebijakan yang dihasilkan berpihak pada mereka.

“Saya nggak tahu soal itu, sih. Tapi ya kalau tujuannya mensejahterakan kami ya nggak masalah, setuju aja,” ucapnya di Monas, Jakarta, Jumat (1/5/2026) diwawancarai oleh redaksi menalar.id.

Keduanya menggantungkan penghasilan utama dari pekerjaan sebagai ojol, sehingga besaran potongan komisi menjadi hal yang paling mereka rasakan dampaknya.

Yunesi mengaku dengan adanya potongan 20 persen, dalam sehari ia hanya bisa menghasilkan Rp150 ribu. Padahal Yunesi bekerja dari pagi hingga malam, namun hasilnya kurang dari cukup.

“Ya saya tekor dari pagi sampe malem cuma dapat Rp150 ribu, apalagi sekarang ada paket murah. Wah, itu dapetnya kecil banget,” lirih Yunesi.

Senada dengan itu, Marta yang merupakan pengemudi shopeefood juga merasa berat dengan potongan hingga 20 persen dari perusahaan. Maka, ia menilai keterlibatan pemerintah melalui Danantara bukan menjadi persoalan utama, selama ada perubahan nyata pada pendapatan pengemudi.

“Siapa pun yang terlibat nggak masalah, asal potongan aplikatornya turun. Soalnya itu yang paling kerasa buat kami sehari-hari,” kata Marta.

Marta berharap kebijakan yang pemerintah ambil tidak berhenti pada wacana, tetapi benar-benar berpihak pada kesejahteraan pengemudi.

 

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pramono Pamer Jakarta Tak Lagi Kota Termacet

    Pramono Pamer Jakarta Tak Lagi Kota Termacet

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memamerkan pencapaian ibu kota yang kini tak lagi jadi kota termacet di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat memberi sambutan dalam rapat koordinasi pemberantasan korupsi di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7/2025). Acara itu dihadiri sejumlah kepala daerah seperti Gubernur Banten Andra Soni, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, dan Gubernur […]

  • BI Jaga Stabilitas Sambil Buka Ruang Fiskal untuk Program Prioritas

    BI Akan Cetak Uang Lebih Banyak Untuk Bantu Asta Cita Presiden Prabowo

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Otoritas moneter mengungkapkan skema terbaru burden sharing atau berbagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan Kementerian Keuangan untuk mendanai program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui Asta Cita. Berbeda dengan skema era Covid-19 yang dilakukan di pasar primer, kali ini BI melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) dalam jumlah besar secara eksklusif di pasar sekunder. […]

  • Gerakan Perempuan Desak Keadilan Reformasi 1998

    Gerakan Perempuan Desak Keadilan Reformasi 1998

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Ratusan orang dari Gerakan Perempuan untuk Keadilan Sejarah berkumpul di Yogyakarta, Jumat (25/7), mereka menyuarakan penolakan terhadap pernyataan Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang menyebut pemerkosaan massal pada Mei 1998 hanya sekadar rumor. Para peserta juga menentang proyek penulisan ulang sejarah yang digagas Kementerian Kebudayaan. Menurut mereka, proyek ini tidak berpihak kepada rakyat, kurang […]

  • Usul Tambahan Anggaran, Gus Ipul Realisasi Bansos

    Usul Tambahan Anggaran, Gus Ipul Realisasi Bansos

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Menteri Sosial Republik Sosial (Mensos RI) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul usul tambahan anggaran sekaligus melaporkan realisasi belanja Kementerian Sosial hingga Juni 2025 sudah mencapai angka yang cukup besar. Dalam siaran persnya, Jumat (11/7/2025), Gus Ipul menyebut belanja bantuan sosial (bansos) sudah tembus lebih dari Rp 40 triliun atau sekitar 53,50 persen dari total […]

  • nepal

    Eks Ketua MA Nepal Disebut Jadi Calon Kuat PM Interim Usai Oli Mundur

    • calendar_month Kam, 11 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal Sushila Karki disebut-sebut akan menjadi perdana menteri interim selanjutnya. Hal ini menyusul mundurnya KP Sharma Oli, setelah ia dipukul mundur oleh demonstran beberapa hari silam. Tokoh gerakan Generasi Z Rakshya Bam, menyampaikan bahwa pihaknya resmi mengajukan nama Karki untuk memimpin pemerintahan sementara Nepal. “Kami telah mengusulkan Sushila Karki […]

  • Ayah Affan Kurniawan: Uang Miliaran Tidak Bisa Gantikan Anak Saya

    Ayah Affan Kurniawan: Uang Miliaran Tidak Bisa Gantikan Anak Saya

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Zulkifli, ayah dari Affan Kurniawan yang tewas usai dilindas kendaraan taktis Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, masih larut dalam duka. Meski banyak bantuan datang, ia menegaskan tak ada yang bisa menggantikan anaknya. “Uang miliaran tidak bisa menggantikan anak saya,” ujar Zulkifli saat ditemui di rumahnya, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025). Sejak Kamis […]

expand_less