Breaking News

93 Laporan Kekerasan Daycare Little Aresha Yogya, 17 Pengasuh Terlibat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sab, 2 Mei 2026

menalar.id., – Kasus kekerasan terhadap anak bertambah di fasilitas penitipan anak atau daycare Little Aresha, Kecamatan Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (2/5/2026). Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta mengungkapkan hal tersebut berdasarkan laporan dari orang tua korban.

Mengutip Tempo, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Yogyakarta Komisaris Riski Adrian mengatakan laporan terakhir mengenai kasus kekerasan anak sebanyak 53 laporan. Ia menambahkan bahwa saat ini aduan masuk bertambah menjadi 93 laporan.

“Sampai hari ini, aduan yang masuk ke Pemkot Yogyakarta dari 53 menjadi 93 laporan,” ujarnya, pada Sabtu (2/5/2026).

Laporan yang masuk ke posko aduan tersebut dilengkapi berbagai bukti pendukung. Seperti laporan para orang tua korban yang mengadukan adanya bekas lebam pada anak, disertai dokumen medis dan bukti lain sebagai penguat laporan.

Polisi kini memperluas penyidikan kasus tersebut dengan menelusuri para mantan karyawan untuk mengungkap dugaan kekerasan yang sudah berlangsung lama di tempat yang disegel sejak Jumat (24 /4/2026). Komisaris Riski Adrian melakukan langkah tersebut berdasarkan keterangan salah satu tersangka yang mengaku praktik kekerasan telah terjadi bahkan sebelum ia mulai bekerja sekitar 1,5 tahun lalu.

“Ada salah satu tersangka saat kami tanyakan praktik kekerasan ini sejak kapan, jawabannya sebelum dia bekerja, sedangkan dia sudah 1,5 tahun di situ,” ungkapnya.

Andrian saat ini tengah menelusuri adanya kemungkinan tersangka baru berdasarkan gambar struktur organisasi yang beredar di media sosial. Polisi masih melanjutkan penelusuran terhadap 17 pengasuh lain yang diduga terlibat dalam kasus kekerasan anak.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Hardoyo mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri setelah muncul aksi vandalisme yang mengarah pada perusakan di bangunan daycare Little Aresha pekan ini. Teras depan daycare tersebut sempat dipenuhi coretan cat berisi makian hingga perusakan spanduk di lokasi tersebut.

“Mohon masyarakat jangan melakukan perusakan dan main hakim sendiri daripada muncul masalah baru, percayakan proses hukum pada kepolisian,” ucapnya, pada Kamis (30/4/2026).

Kronologi Kasus

Kasus dugaan kekerasan anak di daycare Yogyakarta tersebut muncul setelah adanya laporan dari mantan karyawan terkait praktik pengasuhan yang tidak manusiawi kepada Polresta Yogyakarta. Polisi kemudian menggerebek lokasi di kawasan Sorosutan, Umbulharjo, pada Jumat (24/4/2026), dan menemukan bukti tindak kekerasan anak.

“Tindakan itu di antaranya ada anak-anak yang diikat kakinya, tangannya diikat, dan beberapa dari anak di sana mengalami luka-luka,” ucap Rizki Adrian, Melansir Kompas.

Polisi mencatat sebanyak 103 anak pernah terdaftar di daycare tersebut, dengan 53 anak diduga menjadi korban kekerasan, mayoritas berusia di bawah dua tahun. Aparat lalu mengamankan puluhan orang untuk diperiksa dan menetapkan 13 tersangka yang terdiri dari kepala yayasan, kepala sekolah, dan 11 pengasuh.

Polisi juga menduga praktik kekerasan tersebut telah berlangsung sejak daycare beroperasi sekitar satu tahun. Para tersangka kini dijerat pasal berlapis dalam Undang-Undang Perlindungan Anak.

Mengutip Hukumonline, anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Abdullah menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keberadaan daycare di Indonesia. Ia juga mendorong perbaikan dan pengetatan aturan pendirian serta standar operasional guna mencegah kasus serupa terulang.

“Karena itu, saya mengusulkan agar peraturan pendirian daycare dan SOP-nya diperbaiki serta diperketat secara signifikan,” usulnya

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis terkait perlindungan anak, yakni Pasal 76 a Jo Pasal 77, atau Pasal 76 b Jo Pasal 77 b, atau Pasal 76 c Jo Pasal 80 ayat 1 UU No 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dokter Gunakan Alat Medis untuk Modus Pemerkosaan di RSHS

    Dokter Gunakan Alat Medis untuk Modus Pemerkosaan di RSHS

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Seorang dokter residen Program Pendidikan Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Unpad, Priguna Anugerah Pratama (31), menjadi tersangka kasus pemerkosaan terhadap keluarga pasien di RSHS Bandung. Kejadian ini kembali mencoreng integritas profesi dokter dan mengancam kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis. Modus Kejahatan yang Terencana Pelaku yang berdomisili di Pontianak ini melakukan aksinya dengan modus pengambilan […]

  • Dedi Mulyadi Buat Aturan Baru: Sekolah Masuk Jam 6 Pagi Hingga Jam Malam

    Dedi Mulyadi Buat Aturan Baru: Sekolah Masuk Jam 6 Pagi Hingga Jam Malam

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, menetapkan kebijakan baru terkait jadwal sekolah. Ia ingin aktivitas belajar-mengajar hanya berlangsung pada hari senin hingga jumat, dengan jam masuk sekolah pukul 6 pagi, (27/5/2025). “Saya mengajak kepada bupati dan wali kota, hari belajarnya sampai hari Jumat, Sabtu-Minggu libur,” ucap Dedi dalam keterangan pers Humas Jawa Barat, Jumat, […]

  • Donald Trump

    AS Lakukan Shutdown, Apa Artinya? 6 Negara Bagian Ini Terdampak

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi lakukan shutdown setelah Senat gagal meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) anggaran tahunan, pada Selasa (30/9) malam. Dalam pemungutan suara, 55 senator menyatakan setuju sementara 45 menolak. Jumlah itu bahkan tidak mencapai ambang minimal 60 suara yang diperlukan agar RUU dapat disahkan. Kebuntuan ini memicu saling tuding antara Partai Republik […]

  • Pers

    AJI dan Publik Unjuk Rasa di PN Jaksel, Ada Apa?

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) bersama masyarakat menggelar aksi unjuk rasa terkait gugatan Menteri Pertanian kepala Tempo, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (3/11/2025). Sejumlah jurnalis tempo, anggota AJI, Komite Keselamatan Jurnalis Indonesia, pakar ahli Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers, hingga aktivis sekitar turut hadir. Beberapa bahkan membawa poster bertuliskan: “#Gugat Rp200 miliar = […]

  • Trump: Perusahaan AS Akan Segera Mengebor Minyak Venezuela

    Trump: Perusahaan AS Akan Segera Mengebor Minyak Venezuela

    • calendar_month Jum, 23 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Donald Trump menegaskan sejumlah perusahaan Amerika Serikat (AS) segera memulai aktivitas pengeboran minyak di Venezuela. Hal itu ia sampaikan dalam perjalanan pulang ke Washington, DC, setelah dari Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). “Kita akan segera mulai mengebor,” kata Trump. Trump mengklaim AS memiliki perusahaan-perusahaan terbesar di dunia yang siap terlibat dalam proyek tersebut. […]

  • Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia di Tengah Polemik

    Fadli Zon Luncurkan Buku Sejarah Indonesia di Tengah Polemik

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon meluncurkan buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global di Plaza Insan Berprestasi, Jakarta (Ahad 14/12/2025). Fadli mengakui proyek penulisan buku sejarah ini sempat menuai polemik. Sebagian pihak bahkan meminta penulisan ulang sejarah dihentikan. Ia menilai kritik tersebut sebagai bagian dari dinamika demokrasi. “Sempat ada polemik untuk menghentikan penulis […]

expand_less