Breaking News

Klarifikasi Homeless Media Hanya Untuk Lindungi Pemerintah

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 10 Mei 2026

menalar.id,. – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari mengumumkan telah bermitra dengan 40 media digital pada konferensi pers, di kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5/2026). Media digital ini juga disebut sebagai homeless media sebagai program Indonesia New Media Forum (INMF)

New Media Forum ini sebuah kolaborasi dari beberapa pelaku new media. Jadi dulu namanya dikenal dengan istilah homeless media, tapi teman-teman berusaha bertransformasi menjadi new media,” ucap Qodari.

Sebagai informasi, homeless media merupakan media yang tidak memiliki latar belakang jurnalisme profesional ketika mendistribusikan karyanya. Umumnya, homeless media menjadi perpanjangan tangan untuk perusahaan media yang populer.

Tujuan Terbentuknya INMF

Qodari mengatakan dengan perkembangan media sosial yang semakin pesat dari tahun ke tahun, termasuk media alternatif atau homeless media. Maka tujuan forum tersebut untuk merangkul homeless media menjadi new media dan meningkatkan kualitas produk jurnalistiknya.

Selain itu, Qodari menyebutkan tujuan forum ini agar pemerintah dapat menjangkau publik seluas-luasnya.

“Tidak hanya melalui media konvensional, tapi juga melalui kanal-kanal digital yang pada hari ini telah menjadi realitas media atau realitas komunikasi kita, sebagai bentuk dari perkembangan teknologi dan sosial kemasyarakatan,” jelasnya.

Homeless Media Yang Tergabung

Adapun homeless media yang bermitra antara lain: Folkative, Indozone, Dagelan, Indomusicgram, Infipop, Narasi, Muslimvlog, USS Feed, Bapak-Bapak ID, Menjadi Manusia, GNFI, Creativox, Kok Bisa?, Taubaters, Pandemic Talks, TaubaTers, Kawan Hawa.
Selain itu, Folix, Ngomongin Uang, Big Alpha, Good States, Hai Dulu, Proud Project, Vebis, Unframe, Kumpul Leaders, CXO Media, Volix Media, How To Do Nothing, Everless Media, Geometry Media.

Lalu, Folks Diary, Dream, Melodi Alam, NKTSHI, Modestalk, Lead Media, Nalar TV, Mahasiswa dan Jakarta, North West, dan Mature Indonesia.

Klarifikasi Para Homeless Media

Sementara itu, hampir seluruh media yang Qodari sebutkan langsung membantah kerja sama tersebut. Salah satunya Narasi, dalam akun Instagram resminya @narasinewsroom, ada empat poin yang Narasi sampaikan.

Pertama, tidak bergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF). Kedua, Narasi tidak mengetahui, tidak terlibat, dan tidak menghadiri pertemuan maupun jumpa pers terkait INMF atau Badan Komunikasi Pemerintah pada 6 Mei 2026.

Ketiga, Narasi menyatakan diri sebagai media resmi yang terdaftar dan terverifikasi Dewan Pers dengan nomor sertifikat 472/DP-Verifikasi/K/XI/2019. Keempat, Narasi beroperasi sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik yang tercantum pada situs resmi Dewan Pers.

Selain Narasi, Bapak2ID, NKSTHI, Big Alpha, Folkative, dan NgomonginUang juga turut membantah hal tersebut. Mereka menyatakan tidak pernah menerima, menghadiri, maupun melakukan komunikasi dengan pihak Bakom.

Masalah Utama

Tak lama kemudian, akun Instagram @inmf.id akhirnya muncul memberikan klarifikasi. Dalam pernyataannya, INMF menegaskan bahwa forum tersebut bersifat independen dan bukan bagian struktural dari Bakom.

Mereka juga menyebut bahwa keberadaan forum hanya menjadi ruang kolaborasi antar pelaku media digital dan kreator, bukan alat komunikasi resmi pemerintah.

INMF turut menekankan bahwa penyebutan sejumlah nama media dalam konferensi pers sebelumnya disebut sebagai bagian dari ekosistem atau pihak yang pernah berinteraksi, bukan berarti seluruhnya telah resmi bergabung maupun menjalin kerja sama formal.

Hal tersebut langsung mengundang kritikan tajam dari publik, termasuk di aplikasi X. Sejumlah pengguna X menuntut kejelasan program tersebut. Pasalnya,  sejak awal pengumuman dilakukan dalam konferensi pers resmi pemerintah.

Sehingga publik tidak melihat INMF lahir sebagai forum independen sejak awal. Karena tujuannya untuk menjadi perontara antara pemerintah kepada masyarakat.  Fenomena ini memunculkan kesan bahwa klarifikasi yang dilakukan bukan lagi sekadar soal meluruskan informasi, tetapi juga upaya menyelamatkan citra dan menjaga kredibilitas masing-masing media di hadapan audiensnya.

Dalam ekosistem media digital saat ini, independensi merupakan modal utama kepercayaan publik. Ketika sebuah media dianggap terlalu dekat dengan pemerintah apalagi dalam konteks forum komunikasi negara, maka risiko kehilangan legitimasi di mata pengikutnya menjadi sangat besar.

Karena itu, publik wajar mempertanyakan mengapa penegasan soal “independen” baru muncul setelah kontroversinya ramai. Jika sejak awal INMF memang bukan bagian dari pemerintah, seharusnya ada penjelasan terbuka mengenai struktur organisasi, mekanisme keanggotaan, siapa saja pihak yang benar-benar tergabung, hingga hubungan formal mereka dengan Bakom.

Bukan justru muncul setelah bantahan publik meluas. Di sisi lain, cara pemerintah memperkenalkan forum ini juga dinilai problematis. Pengumuman yang dilakukan dalam konferensi pers resmi negara secara otomatis membangun persepsi bahwa INMF memang milik pemerintah.

Jika melihat dari kacamata komunikasi politik, simbol dan ruang penyampaian pesan memiliki makna penting. Ketika sebuah forum diumumkan oleh pejabat negara dalam ruang resmi negara, publik tentu akan melihat forum itu sebagai bagian dari kepentingan komunikasi pemerintah, terlepas dari ada atau tidaknya hubungan secara profesional.

Hal lain yang juga patut dikritisi, yaitu penggunaan istilah homeless media yang kemudian diubah menjadi new media. Padahal sejumlah media yang disebutkan tidak termasuk ke dalam homeless media karena telah terdaftar di Dewan Pers, seperti Narasi.

Namun jika diperhatikan, pemerintah tampaknya mulai melihat media digital bukan lagi sebagai institusi pers semata. Melainkan sebagai kanal distribusi untuk memengaruhi pendapat publik.

Skenario terburuknya, yaitu kebijakan kontroversi pemerintah bisa diciptakan citranya menjadi sempurna oleh homeless media tersebut. Kini, masyarakat harus mengerti dan belajar bahwa transparansi media dan pemerintah tidak boleh diterima begitu saja sebagai klaim.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Akademikus Serentak Kritik Pasal KUHAP yang Bernada Mengancam Peneliti

    Akademikus Serentak Kritik Pasal KUHAP yang Bernada Mengancam Peneliti

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Presidium KAUKUS Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Herdiansyah Hamzah menilai, pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hari Ini mengandung substansi pasal bermasalah. Banyak pasal-pasal yang berpotensi mengancam hak asasi manusia, seperti kepastian hukum dan kebebasan akademik masyarakat. “Pengesahan RUU KUHAP tidak hanya mengancam masyarakat sipil. […]

  • Schengen

    Uni Eropa Beri Visa Schengen ke WNI, DPR: Bukti Diplomasi RI Berhasil

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id –  Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan kebijakan visa  cascade untuk Warga Negara Indonesia (WNI). Aturan ini melonggarkan WNI untuk mengajukan visa. Apabila ada WNI yang berkunjung untuk kedua kalinya ke Uni Eropa, mereka akan mendapat visa Schengen multi-entry. Pengumuman tersebut disampaikan dalam konferensi pers bersama dengan Presiden Prabowo Subianto di Gedung […]

  • KDM Ajak ASN dan Warga Donasi Rp1.000 per Hari

    KDM Ajak ASN dan Warga Donasi Rp1.000 per Hari

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM), mengeluarkan surat edaran yang berisi tentang Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat harus menyumbangkan Rp1.000 per hari. Edaran tersebut diterbitkan pada (1/10/2025). Surat bernomor 149/PMD.03.04/KESRA tentang Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu) ini didasarkan pada semangat gotong royong serta nilai silih asah, silih asih, silih asuh. Program […]

  • Presiden Prabowo Percaya Indonesia Capai Mandiri Energi dalam 5 Tahun

    Presiden Prabowo Percaya Indonesia Capai Mandiri Energi dalam 5 Tahun

    • calendar_month Sel, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id., – Presiden Prabowo Subianto mengatakan dalam acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi RDMP Pertamina bahwa kemandirian energi menjadi prioritas presiden, di Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin (12/1/2026). Ia mengungkapkan keinginannya dalam memaksimalkan pemanfaatan energi surya dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) agar Indonesia dapat mandiri energi dalam lima tahun kedepan. “Saudara-saudara ke depan kita juga akan mengembangkan […]

  • Ma’ruf Amin Kembali Pimpin MUI: Jadi Dewan Pertimbangan

    Ma’ruf Amin Kembali Pimpin MUI: Jadi Dewan Pertimbangan

    • calendar_month Ming, 23 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin kembali memimpin Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk periode 2025–2030. Ia melanjutkan peran sejak periode sebelumnya, yakni 2020–2025. Munas XI MUI yang berlangsung pada 20–22 November 2025 di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, menetapkan keputusan tersebut. Para peserta munas secara resmi menyepakati penunjukan kembali Ma’ruf Amin. […]

  • trump

    Trump Pidato Nyaris Satu Jam Usai Teleprompter Bermasalah di PBB

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan sebagian besar pidatonya di luar teks yang telah disiapkan pada di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/9/2025). Hal ini terjadi karena teleprompter di ruang sidang mengalami gangguan dan Trump langsung menyinggung masalah itu saat membuka pidato. “Saya berterima kasih hari ini […] dan saya […]

expand_less