Breaking News

Dua Keluarga Korban Aparat TNI Gugat UU Peradilan Militer ke MK

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Kam, 8 Jan 2026

menalar.id., – Dua keluarga yang mendapat penganiayaan oleh anggota TNI mengajukan uji materi Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1997 tentang Peradilan Militer ke Mahkamah Konstitusi (MK). Adapun pemohon, yaitu Leni Damanik dan Eva Melani Doru Pasaribu.

Leni Damanik merupakan ibu kandung dari Michael Histon Sitanggang (15) yang meninggal setelah anggota TNI Sersan Satu (Sertu) Reza Pahlivi menganiaya, pada Jumat (24/5/2024). Dalam persidangan tersebut, kuasa hukum pemohon Sri Afrianis mengatakan bahwa proses hukum yang selama ini keluarga jalani justru berujung pada ketidakadilan bagi korban.

“Meskipun didakwa dengan tindak pidana penganiayaan terhadap anak, selama proses persidangan terdakwa (Sertu Reza Pahlivi) sama sekali tidak ditahan, bahkan masih berdinas di kesatuannya,” kata Sri, di ruang sidang Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Vonis Ringan Kepada Terdakwa

Sri menjelaskan, majelis hakim Pengadilan Militer I-02 Medan malah menjatuhkan vonis yang lebih ringan dibanding tuntutan Oditur Militer. Pengadilan memvonis terdakwa dengan pidana penjara selama 10 bulan dan mewajibkan pembayaran restitusi sebesar Rp 12,7 juta.

Apabila Terdakwa tidak membayar, pengadilan akan mengganti hukuman dengan pidana kurungan selama tiga bulan. Karena hal itu, Leni Damanik menyatakan pihaknya mengalami kerugian konstitusional akibat proses hukum tersebut.

“Bahwa dalam hal ini, pemohon I (Leni Damanik) mengalami kerugian konstitusional di mana pemohon berhak untuk mendapatkan proses hukum yang ditangani aparat yang profesional, fokus, dan tidak terpengaruh kepentingan lain,” ucap Leni.

Ia menilai, persoalan tersebut mencoreng integritas penegakan hukum. Lantaran penanganan perkara terjadi dari aparat yang berasal dari institusi yang sama dengan terdakwa.

“Menurut pemohon, aparat yang memeriksa dan mengadili terdakwa yang berasal dari instansi yang sama, yaitu TNI, maka integritas penyidikan dan penuntutan serta putusan terhadap terdakwa yang juga TNI sangat rentan dengan intervensi dan tidak memberikan rasa keadilan, kepastian hukum dan kemanfaatan bagi pemohon,” sambung dia.

Kesaksian Pemohon Eva Melani

Sementara itu, pemohon lainnya Eva Melani Doru Pasaribu merupakan anak sulung dari Rico Sempurna Pasaribu. Rico merupakan jurnalis yang tewas dalam peristiwa pembakaran rumah di Kabupaten Karo, pada (27/6/2024).

Rico meninggal dunia bersama istri, anak, dan cucunya dalam insiden tersebut. Dalam proses hukum, terungkap Rico menjadi korban pembunuhan berencana setelah melakukan aktivitas jurnalistik yang menyoroti bisnis perjudian.

Bisnis tersebut diduga dikelola oleh anggota TNI berinisial Kopral Satu (Koptu) HB. Eva menilai hak konstitusionalnya dirugikan karena adanya perbedaan signifikan dalam penanganan perkara.

Pada tahap awal, kepolisian menyatakan peristiwa kebakaran sebagai kebakaran murni. Namun, investigasi Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) yang disampaikan kepada Dewan Pers menyimpulkan bahwa kebakaran tersebut sengaja dan melibatkan anggota TNI.

Polisi kemudian menetapkan tiga warga sipil, yaitu Bebas Ginting, Rudi Sembiring, dan Yunus Tarigan sebagai tersangka. Salah satu di antaranya disebut berperan sebagai tangan kanan Koptu HB yang bertugas mengamankan bisnis perjudian dari gangguan organisasi masyarakat dan media.

Dalam persidangan, para terdakwa dan saksi beberapa kali menyebut nama Koptu HB. Fakta persidangan juga mengungkap adanya pertemuan antara Bebas Ginting dan Koptu HB sebelum peristiwa pembakaran, serta pemberian imbalan sebesar Rp 1 juta kepada para pelaku.

Meski ketiga terdakwa sipil telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan perkara telah berkekuatan hukum tetap, Koptu HB hingga kini belum diproses secara hukum. Padahal, Eva telah melaporkan yang bersangkutan ke Puspomad dan Pomdam I/Bukit Barisan.

Pasal yang MK Uji

Dengan ini, permohonan uji materi telah terdaftar di MK dengan Nomor Perkara 260/PUU-XXIII/2025. Para pemohon menguji konstitusionalitas Pasal 9 angka 1, Pasal 43 ayat (3), dan Pasal 127 Undang-Undang Peradilan Militer.

Para pemohon meminta MK mengubah kewenangan peradilan militer. Terutama dalam perkara pidana umum yang melibatkan prajurit TNI.

Mereka mengajukan sejumlah pokok permohonan, yakni:

  1. Para pemohon menilai prajurit TNI yang melakukan tindak pidana umum, seperti penganiayaan atau pembunuhan terhadap warga sipil, seharusnya diadili di peradilan umum, bukan peradilan militer.
  2. Mereka menilai praktik tersebut berpotensi menciptakan impunitas bagi anggota TNI. Proses peradilan militer dianggap kurang objektif dan transparan serta cenderung menjatuhkan hukuman lebih ringan dibanding peradilan umum.
  3. Para pemohon menilai kondisi ini melanggar asas persamaan di hadapan hukum (equality before the law), karena perlakuan kepada prajurit TNI berbeda dari warga sipil untuk jenis kejahatan yang sama.
  4. Sebagai objek uji materi, para pemohon secara khusus meminta MK menyatakan Pasal 9 angka 1 UU Peradilan Militer inkonstitusional bersyarat. Mereka meminta frasa “tindak pidana” dimaknai secara terbatas sebagai “tindak pidana militer”.

Jika permohonan tersebut terkabulkan, maka pasal-pasal terkait, yakni Pasal 43 ayat (3) dan Pasal 127 UU Peradilan Militer  juga diminta agar tidak berlaku.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • ESDM Bilang Tak Ada Pelanggaran: Kontroversi Tambang Nikel di Raja Ampat

    ESDM Bilang Tak Ada Pelanggaran: Kontroversi Tambang Nikel di Raja Ampat

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri Winarno, menegaskan bahwa operasional penambangan PT GAG Nikel tidak menunjukkan pelanggaran. Menurutnya, aktivitas PT Aneka Tambang Tbk di Pulau Gag, Kabupaten Raja Ampat berjalan sesuai regulasi tanpa menimbulkan sedimentasi di wilayah pesisir. “Kita lihat langsung dari udara, tidak ada sedimentasi. […]

  • dijarah

    Toko di Senen Dijarah Massa Usai Polisi Tembakkan Gas Air Mata

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Setelah puncak demonstrasi sebelumnya, kini aksi penjarahan di sejumlah toko mulai terjadi di Kawasan Senen, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2025) petang. Menurut pantauan VOI di lokasi, beberapa orang membawa barang-barang seperti meja kayu, monitor komputer, kotak besi, bangku besi, lukisan, hingga sepeda lipat, dispenser, hingga lemari stainless. Aksi penjarahan ini terjadi setelah aparat kepolisian […]

  • Bobby: Bencana Sumatera Belum Perlu Status Nasional

    Bobby: Bencana Sumatera Belum Perlu Status Nasional

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution merespons desakan terkait bencana di Sumatera sebagai darurat bencana nasional. Bobby menilai penetapan status bencana nasional belum menjadi kebutuhan mendesak. Ia beralasan bantuan dari pemerintah pusat sudah maksimal sejak awal bencana. Secara tegas, pemerintah pusat sudah sangat membantu sejak hari-hari pertama. Bobby mencontohkan dukungan TNI Angkatan Udara […]

  • Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo

    Musim Kemarau Lamban! BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem hingga Oktober 2025

    • calendar_month Sab, 5 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa hingga awal Juli 2025, baru sekitar 30% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. Direktur Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo, mengatakan bahwa curah hujan yang tinggi menjadi sebab utama. Adapun wilayah dengan curah hujan tinggi, seperti Jawa, Bali, NTB, dan NTT. “Data BMKG menunjukkan bahwa hingga […]

  • BENDAHARA UMUM FOKUSMAKER DORONG DANANTARA TERBITKAN LAPORAN KEUANGAN DEMI KEPERCAYAAN PUBLIK

    Bendahara Umum Fokusmaker Dorong Danantara Terbitkan Laporan Keuangan Demi Kepercayaan Publik

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Bendahara Umum BAKORNAS Forum Komunikasi Studi Mahasiswa kekaryaan (Fokusmaker), Denny Arlando, menyampaikan dorongan tegas agar Danantara, lembaga pengelola kekayaan negara, segera menyusun dan menerbitkan laporan keuangan secara berkala sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, profesionalisme, dan tata kelola yang baik (good governance). Dalam keterangannya, Denny menegaskan bahwa penerbitan laporan keuangan, baik interim maupun tahunan, […]

  • Lazismu Kerjasama dengan BCA Permudah Pembayaran ZIS

    Lazismu Kerjasama dengan BCA Permudah Pembayaran ZIS

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam pengembangan sistem pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui aplikasi MyBCA pada Jum’at (21/3). Seremoni penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Sekretaris […]

expand_less