Breaking News

Surabaya Bentuk Satgas Anti-Preman Usai Kasus Pengusiran Warga

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Kam, 1 Jan 2026

menalar.id –  Pemerintah Kota Surabaya membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-Preman untuk memberantas praktik premanisme dan menjaga rasa aman warga. Pemerintah kota mengambil langkah ini setelah kasus pengusiran paksa terhadap Elina Widjajanti (80), warga Dukuh Kuwukan, Kecamatan Sambikerep, Surabaya, ramai di media sosial dan memicu perhatian publik.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan pembentukan satgas menjadi respons atas keresahan masyarakat. Pemerintah kota melibatkan unsur TNI, Polri, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat dari berbagai suku yang tinggal di Surabaya.

“Kalau ada tindakan yang memakai kekuatan premanisme, kita lawan. Surabaya tidak boleh memberi ruang untuk itu,” kata Eri, Rabu malam, 31/12/2025.

Satgas Anti-Preman memiliki posko pusat di samping Inspektorat Surabaya. Tim satgas juga berpatroli di lima wilayah, yakni Surabaya Pusat, Timur, Barat, Utara, dan Selatan. Setiap wilayah memiliki penanggung jawab yang mengoordinasikan kegiatan lapangan.

Eri menegaskan satgas segera menggelar apel kesiapan sebelum mulai bertugas. Pemerintah kota juga membuka posko pengaduan agar warga dapat melaporkan praktik premanisme. Satgas akan menindak setiap laporan yang masuk.

“Kalau masih ada premanisme, kami proses sesuai hukum,” ujarnya.

Eri menjelaskan penanganan dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam praktik premanisme menjadi kewenangan aparat penegak hukum. Namun, pemerintah kota akan mengusulkan pembubaran apabila aparat membuktikan keterlibatan ormas.

“Penegak hukum yang menentukan. Kalau aparat membuktikan ada ormas terlibat, kami rekomendasikan pembubaran,” kata Eri.

Sementara itu, Polda Jawa Timur menangani kasus pengusiran terhadap Nenek Elina dengan memeriksa sejumlah saksi. Polisi menetapkan dua tersangka, yakni Samuel yang mengaku membeli rumah korban serta Yasin yang diduga bertindak sebagai suruhan oknum ormas. Polisi juga mengamankan dua orang lain yang diduga ikut melakukan pengusiran dan penganiayaan.

Eri memastikan pemerintah kota terus berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur agar proses hukum berjalan cepat dan transparan. Ia berharap langkah ini mengembalikan rasa aman serta kepercayaan warga Surabaya.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo Janji Hapus Outsourcing, Buruh Minta Langkah Konkret

    Prabowo Janji Hapus Outsourcing, Buruh Minta Langkah Konkret

    • calendar_month Kam, 1 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id – Para buruh menuntut komitmen serius pemerintah dalam menghapus sistem outsourcing, bukan sekadar retorika politik. Dalam aksi May Day 2025 di depan DPR RI, Koordinator Aksi Sunarno menegaskan bahwa dukungan buruh tergantung pada realisasi konkret kebijakan tersebut. “Ya seharusnya kamu dukung gitu loh, kalau memang itu serius gitu, jadi bukan hanya gimmick. Kalau itu […]

  • lpdp

    LPDP 2026 Ubah Skema Aturan: Jurusan dan Kampus Ditentukan Pemerintah

    • calendar_month Ming, 24 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah berencana mengubah kebijakan beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) mulai 2026. Jika sebelumnya penerima beasiswa bisa menentukan sendiri jurusan dan kampus, baik di dalam maupun luar negeri, nantinya pilihan itu akan ditentukan oleh pemerintah. Kampus dan Jurusan Ditentukan Wacana ini muncul setelah Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, menyampaikan bahwa ke depannya kampus […]

  • Jawa Pos Buka Suara Soal Penetapan Tersangka Nani Wijaya

    Jawa Pos Buka Suara Soal Penetapan Tersangka Nani Wijaya

    • calendar_month Sen, 14 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – PT Jawa Pos menjelaskan kronologi penetapan Nani Wijaya sebagai tersangka dalam sengketa hukum terkait kepemilikan PT Dharma Nyata Press (DNP) atau Tabloid Nyata. Kuasa hukum perusahaan, Tonic Tangkau, mengungkapkan kasus ini bermula sejak 2017 ketika Nani diberhentikan dari posisi Direktur Holding Jawa Pos namun tetap mempertahankan jabatannya sebagai Presiden Direktur DNP. Dalam konferensi pers […]

  • Tarif Parkir di Surabaya Cuma Rp 80, Berlaku hingga 17 Agustus

    Tarif Parkir di Surabaya Cuma Rp 80, Berlaku hingga 17 Agustus

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memberikan promo tarif parkir cuma Rp 80 bagi pengguna yang membayar lewat QRIS di sejumlah titik. Program ini berlaku hingga Minggu (17/8/2025) sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia. Kepala UPTD Parkir Tepi Jalan Umum (TJU) Dinas Perhubungan Surabaya Jeane Mariane Taroreh, menjelaskan tarif spesial […]

  • halim kalla

    Proyek PLTU Kalbar Mangkrak, Adik Jusuf Kalla Jadi Tersangka Korupsi

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri resmi menetapkan Presiden Direktur PT BRN Halim Kalla, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan PLTU 1 Kalimantan Barat yang berlangsung pada periode 2008–2018. Sebagai informasi, Halim Kalla merupakan adik kandung dari Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla (JK). Selain Halim, mantan Direktur […]

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025).

    Trump Hantam BRICS! Tarif Tambahan 10% Mulai Diberlakukan

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025). Trump menuding negara-negara tersebut mendukung kebijakan yang dianggap anti-Amerika, sehingga semua negara pendukung BRICS akan menerima sanksi perdagangan tanpa pengecualian. “Setiap negara yang mendukung […]

expand_less