Daycare di Yogyakarta Aniaya Anak-Anak, Diikat Hingga Lebam
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 39 menit yang lalu

menalar.id,. – Polisi menggrebek tempat penitipan anak (daycare) Little Aresha yang berlokasi di Sorosutan, Umbulharjo, Kota Yogyakarta, DIY, pada Jumat (24/4/2026) sore. Hl tersebut terjadi usai polisi mendapat laporan dugaan kasus penganiayaan terhadap anak-anak.
Saat ini, aparat masih mendalami kasus tersebut melalui proses penyelidikan. Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian membenarkan adanya penggerebekan tersebut.
“Benar, Satuan Reserse Polresta Jogja tadi (Jumat) sore baru saja melakukan penggerebekan sebuah tempat penitipan anak di daerah Umbulharjo,” ujar Adrian, Sabtu (25/4) mengutip CNN Indonesia.
“Yang diduga kuat melakukan tindak pidana memperlakukan anak secara diskriminatif atau menempatkan, membiarkan, melibatkan, menyuruh melibatkan anak dalam situasi perlakuan salah dan penelantaran atau kekerasan terhadap anak,” sambungnya.
Kesaksiaan Orang Tua
Salah satu orang tua sekaligus saksi, yaitu Noorman mengungkapkan penggerebekan bermula dari informasi yang beredar di kalangan orang tua pada siang hari.
“Kalau penggerebekannya jam pastinya saya tidak tahu ya, yang jelas sekitar jam 2 siang ke atas. Istri saya dihubungi rekannya yang sama-sama penitipan anak di sana, menginfokan bahwa ada penggerebekan,” ujar Noorman.
Setelah menerima kabar tersebut, istri Noorman segera menjemput anak mereka dari daycare. Ia kemudian menyusul pada sore hari dan melihat situasi sudah dipenuhi orang tua serta aparat kepolisian.
“Kemudian istri saya jemput anak, ternyata benar ada penggerebekan. Saya menyusul sorenya, sudah banyak orang-orang yang juga menjemput anak-anak,” katanya.
Ia menambahkan sejumlah pihak dari pengelola daycare, termasuk pengurus dan pengasuh telah diamankan dan dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.
Temukan Lebam Setelah Pulang dari Daycare
Aldewa (30) asal Mergangsan, Kota Jogja juga mengaku dirinya pernah menitipkan anaknya di daycare tersebut selama lebih dari enam bulan. Namun, ia baru menyadari jika terdapat lebam di bagian lutut kanan anaknya sekitar sepekan lalu.
“Pernah ada lebam di lutut kanan. Waktu itu saya pikir karena jatuh atau terdorong temannya,” ujar Aldewa saat ditemui di Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Sabtu (25/4/2026).
Selain itu, Aldewa juga mengaku anaknya kerap menangis setiap hendak berangkat ke daycare.
“Kalau pagi mau berangkat itu selalu nangis. Saya kira biasa, anak kecil memang kadang takut atau belum mau sekolah,” katanya.
Terkait dugaan penganiayaan yang kini viral, Aldewa mengaku kesulitan memastikan kondisi yang sebenarnya karena anaknya belum bisa bercerita secara jelas. Meski demikian, ia berharap kasus dugaan penganiayaan tersebut dapat diusut tuntas.
Ia juga meminta agar pihak yang terbukti melakukan kekerasan dapat diproses hukum.
Hingga kini, para orang tua masih menunggu perkembangan kasus tersebut dan berharap penanganannya dilakukan secara serius hingga tuntas.
“Kami minta kasus ini terus dikawal sampai tuntas. Kalau enggak dikawal nanti kami takut kasus ini hilang begitu saja,” ujarnya.
Kesaksian Warga Setempat
Sementara itu, seorang warga sekitar berinisial F (40) mengaku terkejut dengan adanya dugaan penganiayaan di tempat tersebut. Ia menilai aktivitas daycare selama ini terlihat normal dari luar.
“Ya ramai, nggak ada apa-apa. Cuma penjemputan, pengantaran saja,” ujar F saat ditemui di sekitar lokasi hari ini.
F juga mengatakan ia kerap mendengar suara tangisan anak dari dalam bangunan. Namun F justru menganggap wajar karena anak-anak yang dititipkan masih bayi.
“Ya nangis-nangis sering dengar, kan namanya juga bayi toh,” katanya.
Menurut pengamatannya, tidak ada tanda-tanda mencurigakan yang terlihat dari luar bangunan, dan aktivitas sehari-hari di daycare tersebut tampak berjalan seperti biasa.
“Kalau dari luar ya kelihatan biasa saja, nggak ada apa-apa,” ungkapnya.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
