Breaking News

Daniel Limantara Angkat Suara, Telaah Kritis Gelar Pahlawan Soeharto

  • account_circle Sayida
  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025

menalar.id,. – Founder Neohistoria Daniel Limantara menilai pengangkatan Soeharto sebagai Pahlawan Nasional merupakan bentuk kegagalan pemerintah. Pemerintah seharusnya dapat mengkaji secara lebih mendalam dan rasional penganugrahan gelar pahlawan nasional.

Menurutnya, meskipun Soeharto memiliki peran dalam menciptakan stabilitas politik dan peningkatan ekonomi pada masa Orde Baru. Hal tersebut tidak dapat terlepaskan dari berbagai pelanggaran hak asasi manusia yang terjadi di bawah kepemimpinannya.

Daniel mengatakan stabilitas politik yang tercipta pada masa Orde Baru dengan harga yang sangat mahal, yakni pembunuhan jutaan rakyat Indonesia tanpa proses peradilan yang adil atas nama kepentingan politik rezim saat itu.

“Tidak bisa kita pungkiri Soeharto memang membuat politik Indonesia lebih stabil dan juga ada peningkatan kualitas ekonomi masa Orde Baru. Tetapi, harga yang harus dibayar begitu mahal, yakni jutaan nyawa rakyat Indonesia dibunuh tanpa pengadilan,” ujar Daniel kepada redaksi menalar.id di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (20/11/2025).

Ia menekankan perlunya refleksi terhadap narasi stabilitas yang selama ini terlekat pada Soeharto, khususnya jika dikaitkan dengan tragedi kemanusiaan pasca peristiwa Gerakan 30 September 1965.

“Sekarang kita perlu merefleksikan hal itu, apakah stabilitas politik itu sebanding dengan jutaan nyawa yang dibunuh pada waktu itu,” katanya.

Daniel juga menyoroti bahwa hingga kini dalang utama peristiwa G30S belum pernah terbukti secara pasti, namun tindakan represif yang terjadi pasca peristiwa tersebut menempatkan Soeharto sebagai aktor utama penindasan.

“Padahal sampai sekarang belum diketahui siapa dalang dari Gerakan 30 September. Tetapi, Soeharto justru menjadi algojo yang melakukan pembunuhan massal terhadap rakyat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa pelanggaran HAM di era Orde Baru tidak hanya terjadi pada peristiwa 1965, tetapi juga dalam berbagai kasus lain seperti Tragedi Tanjung Priok, konflik di Timor Leste, tragedi Mei 1998, serta operasi militer di Aceh dan Papua.

Menurut Daniel, negara seharusnya menggunakan pendekatan rasional dalam menilai sosok yang layak menyandang gelar Pahlawan Nasional.

“Kalau kita menjadikan Soeharto sebagai pahlawan nasional, berarti ada yang salah dengan nalar kita. Ada yang salah dengan rasio kita,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap tokoh-tokoh yang telah menyandang gelar pahlawan merupakan hal yang wajar, namun pengangkatan tokoh dengan rekam jejak pelanggaran HAM berat justru mencerminkan kegagalan logika negara.

“Tidak apa-apa dilakukan kaji ulang terhadap pahlawan nasional yang lain. Namun mengangkat sosok dengan sejarah panjang pelanggaran kemanusiaan menjadi pahlawan adalah hal yang janggal dan patut dipersoalkan,” pungkasnya.

Penulis

Memimpin tim redaksi dengan fokus pada pemberitaan akurat, mendalam, dan memancing nalar pembaca. Fokus di rubrik nasional, ekonomi, dan hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polri Akui Penyalahgunaan Sirine Masih Marak di Jalan

    Polri Akui Penyalahgunaan Sirine Masih Marak di Jalan

    • calendar_month Ming, 21 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Korlantas Polri akhirnya memberi tanggapan terkait maraknya gerakan Stop Tot Tot Wuk Wuk. Hal ini lantaran warga ramai memprotes di ruang publik maupun media sosial. Gerakan tersebut lahir sebagai bentuk kejenuhan masyarakat atas praktik penggunaan sirene, strobo, dan rotator di jalan raya yang kerap dipakai tidak sesuai aturan. Termasuk oleh kendaraan pejabat yang […]

  • Gus Ipul Ungkap Kendala Sarana Prasarana Jelang Peluncuran Sekolah Rakyat

    Gus Ipul Ungkap Kendala Sarana Prasarana Jelang Peluncuran Sekolah Rakyat

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengaku masih menghadapi sejumlah tantangan teknis dalam persiapan peluncuran program Sekolah Rakyat. Masalah utama terletak pada kelengkapan fasilitas dan peralatan pendukung pembelajaran meskipun tenaga pengajar dan calon siswa sudah siap. “Untuk siswa dan guru memang sudah siap. Tetapi sarana dan prasarana yang masih belum lengkap,” jelas […]

  • Mentan Ungkap Manipulasi Data Beras di Pasar Induk

    Mentan Ungkap Manipulasi Data Beras di Pasar Induk

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa pemerintah akan menindak tegas praktik manipulasi data beras yang terjadi di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta. Pernyataan ini muncul setelah Satgas Pangan Mabes Polri menemukan indikasi kuat adanya rekayasa data stok beras yang merugikan baik petani maupun konsumen. Amran menyampaikan komitmennya dalam mengawal keadilan distribusi pangan […]

  • DPR Rahayu: Jangan Hanya Cari Loker, Jadilah Pengusaha

    DPR Rahayu: Jangan Hanya Cari Loker, Mulailah Jadi Pengusaha

    • calendar_month Jum, 22 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Wakil Ketua Komisari VII DPR RI Rahayu Sawaswati Djojohadikusumo menjadi sorotan setelah menyampaikan pandangannya mengenai lapangan kerja di Indonesia yang semakin sulit dicari oleh generasi muda. Dalam sebuah wawancara, Rahayu mengatakan bahwa anak muda tidak seharusnya terus bergantung pada negara untuk mencari pekerjaan. Sebab cara pandang tersebut tidak sesusai dengan masa sekarang. Ia […]

  • DPP IMM Desak Pemerintah dan DPR Tolak Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

    DPP IMM Desak Pemerintah dan DPR Tolak Putusan MK soal Pemisahan Pemilu

    • calendar_month Sel, 5 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) meminta DPR dan pemerintah untuk tidak menjalankan Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 135/PUU-XXIII/2024 tentang pemisahan pemilu nasional dan daerah. Permintaan itu disampaikan oleh Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP IMM Muhammad Habibi pada senin (4/8/2025). Habibi menyebut permintaan tersebut berdasarkan hasil kajian akademik DPP IMM […]

  • Warga Tolak Ibadah di Rumah Singgah Tak Berizin

    Warga Tolak Ibadah di Rumah Singgah Tak Berizin

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Sebuah video beredar luas di media sosial,yang memperlihatkan sekelompok orang membubarkan kegiatan ibadah Kristen di sebuah bangunan di Cidahu, Jawa Barat. Di dalam video, tampak massa berkerumun, memecahkan kaca jendela, merusak isi ruangan, dan melontarkan makian, Senin (30/6/2025). Polisi memastikan bangunan yang dirusak bukan gereja. Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Aah Saifulrohman, menjelaskan bahwa […]

expand_less