Breaking News

Purbaya Gelar Sidang, Pengusaha Keluhkan Tidak Dapat DAK

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025

menalar.id,. – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menggelar sidang perdana terkait penyelesaian hambatan pengusaha, pada Selasa (23/12/2025). Purbaya memimpin sidang tersebut berdasarkan aduan di Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP).

Purbaya menangani persidangan atas laporan pengaduan dua pengusaha. Salah satu laporan berasal dari PT Sumber Organik terkait penghentian bantuan Biaya Layanan Pengelolaan Sampah (BLPS) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan berdampak pada kondisi keuangan proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Benowo di Surabaya.

Mengutip Detikfinance, Presiden Direktur PT Sumber Organik Agus Santoso menyampaikan bahwa perusahaan telah lancar menerima bantuan BLPS sejak 2021 hingga 2024, namun pada 2025 belum ada kepastian terkait penganggarannya. Ia juga mengatakan bahwa ketiadaan alokasi BLPS dari APBN berpotensi mengganggu kinerja perusahaan dalam mengoperasikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo.

“BLPS sebelumnya kami terima dari 2021 yang sudah berjalan dengan baik sampai 2024, di 2025 ini masih belum terdapat kepastian penganggarannya. Apabila bantuan BLPS dari APBN ini tidak dialokasikan, maka akan dapat mengganggu kinerja perusahaan kami dalam mengoperasionalkan TPA Benowo,” ungkapnya dalam sidang di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (23/12/2025).

PT Sumber Organik berperan sebagai perusahaan pengelola sampah yang mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Benowo, Surabaya. Perusahaan tersebut mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari di area seluas kurang lebih 4 hektare.

Pemerintah tidak lagi mengalokasikan bantuan BLPS bagi PT Sumber Organik dalam skema Dana Alokasi Khusus (DAK) sejak 2025. Purbaya menyikapi hal tersebut dengan mengalihkan pendanaan program menggunakan pagu anggaran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

“Nanti kalau ada kekurangan (KLH) kita bantu, tapi sementara kita pakai dulu (anggaran dana cadangan KLH) yang ada. Clear, ya. Nanti Januari (2026) ditransfer langsung,” ujarnya.

PT Mayer Indah Indonesia yang bergerak di sektor industri tekstil mengadukan hal yang sama terkait DAK dari BLPS. Perusahaan tersebut menyampaikan kesulitan memperoleh kredit modal kerja dari perbankan sehingga tidak mampu memproses pesanan yang sudah tersedia akibat keterbatasan modal.

General Manager (GM) PT Mayer Indah Indonesia Melisa Suria mengungkapkan bahwa lebih dari 20 bank menolak pengajuan kredit karena ia menilai sektor industri tekstil terlalu berisiko dan masuk kategori kehati-hatian tinggi. Ia menyatakan perusahaan sangat membutuhkan pinjaman modal kerja agar kegiatan produksi dan pemenuhan pesanan dapat terus berjalan.

“Sudah lebih dari 20 bank menolak karena industri tekstil di lampu orange atau merah, sangat tidak considered untuk diberikan kredit. Mereka bilang itu adalah kebijakan bank bahwa industri tekstil tidak bisa diberikan. Besar harapan saya, saya butuh pinjaman untuk modal kerja,” katanya.

Purbaya mengusulkan keterlibatan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memberikan pembiayaan, namun rencana tersebut terkendala ketentuan yang mewajibkan orientasi ekspor. Pemerintah memutuskan penyaluran bantuan melalui skema Kredit Usaha Rakyat khusus bagi industri padat karya.

“Dukungan pembiayaan dapat diberikan melalui KUR khusus untuk industri padat karya. Perusahaan agar mengajukan pinjaman ke bank penyalur KUR dan selanjutnya diinformasikan kepada Kemenko Perekonomian untuk mendapatkan asistensi,” usulnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pbb

    PBB Desak Investigasi Soal Brutalitas Aparat Selama Demontrasi

    • calendar_month Sel, 2 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Hak Asasi Manusia (HAM) turut memantau rangkaian kekerasan dalam gelombang aksi demonstrasi di Indonesia. Juru bicara kan memantau serangkaian kekerasan yang terjadi dalam gelombang demonstrasi di Indonesia. Juru bicara Kantor HAM PBB Ravina Shamdasani, meminta adanya investigasi menyeluruh terkait cara aparat keamanan menangani demonstrasi yang telah berlangsung beberapa hari. […]

  • Proyek Fiktif PT DSI Terbongkar, Dirut dan Komisaris Resmi Ditahan

    Proyek Fiktif PT DSI Terbongkar, Dirut dan Komisaris Resmi Ditahan

    • calendar_month Sel, 10 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Bareskrim Polri menahan Direktur Utama PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI) Taufiq Aljufri dan Komisaris PT DSI Arie Rizal Lesmana usai memeriksa keduanya sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana ekonomi dan tindak pidana khusus, Senin (9/2/2026). Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menyatakan jika […]

  • bansos

    Bank Dunia: Bansos Bantu Topang Ekonomi RI

    • calendar_month Rab, 18 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Baru-baru ini, Bank Dunia menyoroti program Pemerintah, yakni bantuan sosial (bansos). Lembaga tersebut berkata bahwa program itu menguntungkan kondisi ekonomi negara, termasuk Indonesia. Hal itu disampaikan Bank Dunia lewat Global Economics Prospects edisi Juni 2025. “Beberapa negara akan mendapat manfaat dari dukungan kebijakan fiskal seperti program belanja sosial dan investasi publik di Indonesia, […]

  • Tok! DPR RI Sahkan RUU TNI Jadi Undang Undang

    Tok! DPR RI Sahkan RUU TNI Jadi Undang Undang

    • calendar_month Kam, 20 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Perubahan UU TNI Terbaru

  • Polres Tangsel Naikkan Status Kasus Pelecehan ABK ke Penyidikan

    Polres Tangsel Naikkan Status Kasus Pelecehan ABK ke Penyidikan

    • calendar_month Rab, 11 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Polres Tangerang Selatan (Tangsel) mengonfirmasi bahwa kasus dugaan pelecehan terhadap anak berkebutuhan khusus telah masuk tahap penyidikan. Kasi Humas Polres Tangsel AKP Agil Sahril menyatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus ini. “Perkara tersebut saat ini sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan, sejumlah saksi juga sudah diperiksa,” jelas Agil pada Selasa (10/6/2025). Kasus yang […]

  • Perdagangan Bayi Berkedok Adopsi dari Indonesia Diusut Parlemen Singapura

    Perdagangan Bayi Berkedok Adopsi Jadi Pembahasan di Parlemen Singapura

    • calendar_month Kam, 15 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Kasus perdagangan bayi asal Indonesia ke Singapura dengan modus adopsi kembali menarik perhatian dalam sidang parlemen Singapura yang dipimpin Perdana Menteri Lawrence Wong. Sebelumnya, Polda Jawa Barat pertama kali mengungkapkan kasus tersebut dan otoritas Singapura langsung menyelidiki. Polda Jawa Barat mengungkap sindikat perdagangan ini telah membawa sedikitnya 15 bayi ke Singapura untuk diadopsi. […]

expand_less