Breaking News

Antartika atau Hambalang? Prabowo dan Drama Pemberantasan Korupsi

  • account_circle Sayida
  • calendar_month Rab, 16 Apr 2025

menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto mengklaim akan mengalokasikan anggaran khusus untuk memberantas korupsi. Pernyataan ini ia sampaikan dalam penutupan Rapimnas Partai Gerindra, Sabtu (31/8/2024).

Namun, komitmen ini patut dipertanyakan mengingat rekam jejak pemberantasan korupsi di Indonesia yang kerap stagnan.

Prabowo menegaskan akan menyisihkan anggaran khusus untuk pemberantasan koruptor.

“Mungkin saya akan cek kembali anggaran. Saya akan sisihkan anggaran khusus untuk pemberantasan dan pengejaran koruptor-koruptor itu,” tegasnya.

Prabowo juga menyatakan keseriusannya memberantas korupsi dengan bahasa yang dramatis.

“Kalaupun dia (koruptor) lari ke Antartika, aku kirim pasukan khusus untuk nyari mereka di Antartika,” tambahnya dengan heroik.

Konsistensi vs Realita

Selain itu, Prabowo menyebut korupsi sebagai penghambat kebangkitan Indonesia.

“Semua indikator menunjukkan kita di ambang kebangkitan yang luar biasa. Kuncinya kita harus kurangi korupsi,” katanya.

Namun, tidak ada penjelasan konkret tentang mekanisme pengurangan korupsi “dalam waktu singkat” yang ia janjikan.

Paradoks Perlindungan Keluarga Koruptor

Dalam program ‘Prabowo Menjawab’ wawancara dengan enam pimpinan redaksi  di Hambalang (6/4/2025), Prabowo menunjukkan sikap ambigu.

“Kerugian negara yang dia timbulkan, ya harus dikembalikan. Makanya aset-aset pantas kalau negara itu menyita,” ucap Prabowo.

Setelah itu, Prabowo langsung berbalik dengan kekhawatiran yang tidak proporsional.

“Tapi kita juga harus adil kepada anak istrinya… apakah adil anaknya menderita juga?,” tuturnya

Pernyataan ini mengundang tanya, apakah ini bentuk komitmen atau justru “pintu belakang” bagi koruptor?

Analisis Ketidakjelasan Program Pemberantasan Korupsi

Pernyataan Presiden terpilih Prabowo Subianto tentang anggaran khusus untuk memberantas korupsi menuai harapan sekaligus keraguan. Tanpa rincian nominal, sumber pendanaan, atau batasan waktu yang jelas, wacana ini berisiko menjadi sekadar retorika belaka.

Masyarakat pun bertanya-tanya: berapa besar anggaran yang disiapkan, dari mana sumbernya, dan dalam kurun waktu seperti apa alokasi ini akan digunakan? Tanpa transparansi ini, janji tersebut sulit dibedakan dari sekadar “pemanis kampanye” pasca kemenangan.

Tak kalah mengundang skeptisisme adalah strategi penindakan yang digaungkan Prabowo. Retorika heroik seperti “mengirim pasukan khusus ke Antartika” terdengar dramatis, tetapi apakah didukung oleh mekanisme hukum yang jelas?

Indonesia masih memiliki tantangan besar dalam ekstradisi koruptor pelarian, bahkan dari negara tetangga. Jika tanpa perjanjian ekstradisi yang kuat, ancaman ke Antartika hanya akan menjadi gimmick politik tanpa realisasi. 

Dengan tingkat korupsi sistemik di Indonesia, masyarakat pantas meragukan janji-janji dramatis tanpa peta jalan yang jelas. Pertanyaan besarnya: Akankah Prabowo menjadi pemimpin berbeda, atau hanya melanjutkan tradisi gagal memberantas korupsi?

Penulis

Memimpin tim redaksi dengan fokus pada pemberitaan akurat, mendalam, dan memancing nalar pembaca. Fokus di rubrik nasional, ekonomi, dan hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • pesawat

    Nekat Terobos Landasan, Pria di Italia Tewas Tersedot Mesin Pesawat

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Seorang pria berusia 35 tahun tewas secara tragis setelah tersedot ke dalam mesin pesawat di Bandara Bergamo, Italia utara, Selasa (8/7). Menurut keterangan dari pihak operator bandara SACBO, pria tersebut bukanlah penumpang maupun staf bandara. Insiden bermula saat pria itu menerobos area bandara dan membuka pintu darurat. Kemudian, berlari ke landasan pacu tempat […]

  • Brigadir Anton Divonis Seumur Hidup atas Pembunuhan Sopir Ekspedisi

    Brigadir Anton Divonis Seumur Hidup atas Pembunuhan Sopir Ekspedisi

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Brigadir Anton Kurniawan Stiyanto (AKS), oknum polisi yang menembak mati seorang sopir ekspedisi di Kalimantan Tengah, harus menjalani hukuman penjara seumur hidup. Anton tidak hanya menembak korban, tetapi juga terbukti mengonsumsi sabu saat kejadian dan mencuri mobil milik korban asal Banjarmasin. Pengadilan Negeri Palangka Raya Jatuhkan Vonis Seumur Hidup Pengadilan Negeri Palangka Raya […]

  • thailand

    Thailand-Kamboja Bahas Gencatan Senjata di Malaysia Usai Perang Perbatasan

    • calendar_month Sen, 28 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Para pemimpin Thailand dan Kamboja telah menjadwalkan pertemuan di Malaysia untuk memulai dialog gencatan senjata. Penjabat Perdana Menteri Thailand Phumtham Wechayachai, akan memimpin delegasi dari Bangkok dalam pertemuan yang berlangsung, pada Senin (28/7/2025). Sementara itu, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet, juga direncanakan hadir langsung dan memimpin tim perwakilan negaranya. Mengutip laporan Al Jazeera, dialog […]

  • emas antam

    Emas Antam Anjlok, Ini Daftar Harganya dari 0,5 Gram hingga 1 Kg

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Harga logam mulia Aneka Tambang TBK (Antam) 24 karat mengalami penurunan tajam sejak, Sabtu (31/5/2025). Setelah mencatatkan kenaikan signifikan pada hari sebelumnya, kini harga emas Antam turun sebesar Rp 12.000 per gram, dan kini berada di level Rp 1.888.000 per gram. Antam menetapkan harga emas ukuran terkecil, yaitu 0,5 gram, di angka Rp […]

  • Sejumlah BEM Mundur dari BEM SI, Protes Nuansa Politik

    Sejumlah BEM Mundur dari BEM SI, Protes Nuansa Politik

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Setelah Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) Kerakyatan digelar pada 19/7/2025 lalu, sejumlah BEM dari berbagai kampus satu per satu memutuskan keluar dari aliansi tersebut. Dengan alasan forum yang seharusnya menjadi wadah independen gerakan mahasiswa justru dinilai sarat kepentingan politik, terutama setelah hadirnya pejabat pemerintah dalam agenda itu. Ketua […]

  • Malaysia

    Siap-Siap! Malaysia Larang Penggunaan Media Sosial Untuk Anak-Anak

    • calendar_month Sen, 24 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Malaysia akan melarang penggunaan media sosial untuk usia 16 tahun mulai tahun depan. Tujuan kebijakan ini untuk melindungi keselamatan anak dari perundungan siber, penipuan keuangan, dan pelecehan seksual anak. Apabila kebijakan tersebut diterapkan, Malaysia akan menjadi negara yang membatasi akses ke platform digital. Menteri Komunikasi Fahmi Fadzil menuturkan, pemerintah tengah mengkaji terkait sistem […]

expand_less