Breaking News

Usai Kudeta 2021, Myanmar Cabut Status Darurat dan Janjikan Pemilu

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025

menalar.id – Pemerintah Myanmar resmi mencabut status darurat nasional, pada Kamis (31/7/2025). Langkah ini diambil untuk menyelenggerakan pemilihan umum yang akan berlangsung pada Desember.

Namun, sejumlah pihak memprediksi pemilu tersebut akan dibayangi boikot dari kelompok oposisi, konflik bersenjata yang belum reda, serta dugaan pemilu hanya akan memperkuat dominasi militer. Sejak kudeta militer pada Februari 2021 yang menggulingkan pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi, Myanmar berada dalam status darurat.

Kudeta itu memicu perang saudara berkepanjangan yang menewaskan ribuan orang dan memperburuk kondisi kemanusiaan secara nasional. Juru bicara junta Zaw Min Tun, mengumumkan lewat pesan suara kepada wartawan bahwa pemerintah mencabut status darurat demi memfasilitasi proses transisi menuju demokrasi multipartai.

“Status darurat dihapus hari ini agar negara dapat menggelar pemilihan umum menuju demokrasi multi-partai,” ujarnya dikutip AFP.

Ia menambahkan, pemilu akan dilangsungkan dalam enam bulan. Namun, kubu oposisi langsung menyatakan penolakan.

Kelompok-kelompok oposisi termasuk mantan anggota parlemen hasil pemilu 2020 berkomitmen untuk memboikot pemilu tersebut. Bahkan, bulan lalu, seorang pelapor khusus PBB mengecam rencana pemilu itu sebagai “tipu daya” militer untuk mencari legitimasi.

Respons Pengamat

Sejumlah pengamat juga menilai bahwa pemilu hanya menjadi sarana bagi pemimpin junta Jenderal Min Aung Hlaing untuk mempertahankan kekuasaannya, baik sebagai kepala negara maupun panglima tertinggi militer. Meski status darurat telah dicabut, Min Aung Hlaing masih memegang jabatan presiden sementara sekaligus kepala pemerintahan transisi.

Junta pun mengumumkan pembentukan dua badan baru, yakni Pemerintah Persatuan dan Komisi Keamanan Nasional dan Perdamaian. Kedua lembaga ini akan memegang kendali atas urusan pertahanan dan pelaksanaan pemilu serta dan dipimpin langsung oleh Min Aung Hlaing.

Menurut The Global New Light of Myanmar, dalam pidatonya di Naypyidaw Min Aung Hlaing menyebut pencabutan status darurat sebagai awal dari fase baru.

“Kita telah melewati bab pertama,” katanya kepada anggota Dewan Administrasi Negara.

“Sekarang, kita memulai bab kedua,” sambungnya kemudian.

Ia juga menegaskan bahwa pemilu tetap akan digelar pada Desember. Pihaknya akan memastikan semua pemilih yang memenuhi syarat bisa menggunakan hak suara.

Demikian, junta belum mengumumkan tanggal pasti pelaksanaan pemilu. Sejumlah partai politik sudah mulai mendaftarkan diri, otoritas  pun telah menyelenggarakan pelatihan penggunaan mesin pemungutan suara elektronik.

Pengesahan UU Baru

Sehari sebelumnya, pemerintah junta juga mengesahkan undang-undang yang mengatur hukuman penjara hingga 10 tahun bagi siapa saja yang menyebarkan ujaran atau melakukan protes yang dianggap mengganggu proses pemilu. Di sisi lain, banyak yang memprediksi pemilu akan berlangsung secara terbatas.

Berdasarkan sensus sementara yang digelar tahun lalu, otoritas gagal mengumpulkan data dari sekitar 19 juta penduduk dari total populasi sekitar 51 juta jiwa. Pemerintah menyebutkan alasan keamanan sebagai penyebab utama, yang sekaligus menyoroti lemahnya kontrol junta atas wilayah-wilayah konflik.

Para analis memperkirakan kelompok pemberontak akan melancarkan aksi bersenjata menjelang pemilu sebagai bentuk perlawanan terhadap rencana politik militer. Untuk mengurangi potensi gangguan, militer Myanmar baru-baru ini menawarkan hadiah uang tunai bagi anggota kelompok bersenjata yang bersedia menyerah dan kembali ke jalur hukum menjelang pemungutan suara.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembukaan Advokasik Camp Malang Tekankan Kolaborasi Guru-Siswa Cegah Bullying

    Pembukaan Advokasik Camp Malang Tekankan Kolaborasi Guru-Siswa Cegah Bullying

    • calendar_month Sel, 26 Agu 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) membuka Advoasik Camp #Happytanpabully Batch Malang, pada Jumat (22/8/2025) di BBPPMPV Bidang Otomotif dan Elektronika untuk memperkuat komitmen pencegahan perundungan di lingkungan pendidikan. Acara yang dihadiri oleh perwakilan siswa dan guru dari Malang dan sekitarnya sebanyak 100 peserta. Ini menekankan bahwa advokasi bukan hanya tentang menghentikan kekerasan, […]

  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sekitar 3.500 rumah yang mengalami rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan pasca banjir bandang dan longsor.

    Imbas Banjir Sumatera, Celios: Negara Rugi Rp68 T

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sekitar 3.500 rumah yang mengalami rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan pasca banjir bandang dan longsor. Kemudian, sekitar 282 fasilitas pendidikan dan 271 jembatan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Akibatnya, sejumlah akses jalan darat terputus dan distribusi […]

  • Fadli Zon Pertanyakan Bukti, Korban dan Aktivis Bangkitkan Ingatan Tragedi Mei Hingga Demonstrasi

    Fadli Zon Pertanyakan Bukti, Korban dan Aktivis Bangkitkan Ingatan Tragedi Mei 1998

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Pernyataan kontroversial Menteri Kebudayaan Fadli Zon soal tragedi pemerkosaan massal dalam tragedi mei 1998 memicu gelombang kritik. Ia menyebut insiden itu sebagai sekadar rumor, sebuah pernyataan yang langsung memantik kecaman dari berbagai organisasi masyarakat sipil hingga warganet. Fadli mengemukakan pandangannya dalam wawancara bersama jurnalis senior IDN Times, Uni Zulfiani Lubis, yang membahas proses penulisan […]

  • TNI Dilibatkan dalam Tata Kelola Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Demi Disiplin dan Kemandirian

    TNI Dilibatkan dalam Tata Kelola Sekolah Rakyat, Gus Ipul: Demi Disiplin dan Kemandirian

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan keterlibatan TNI dalam tata kelola asrama Sekolah Rakyat bertujuan untuk memperkuat disiplin para siswa. “Semangat disiplin dari TNI dan Polri bisa menjadi inspirasi bagi siswa Sekolah Rakyat. Jadi ini lebih pada penguatan disiplin,” kata Gus Ipul di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Menurutnya, para […]

  • Neve WordPress Theme Review: 1,200+ Five-Star Ratings Can’t Be Wrong…or Can They?

    Neve WordPress Theme Review: 1,200+ Five-Star Ratings Can’t Be Wrong…or Can They?

    • calendar_month Sen, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    Neve has long been considered one of the top ten WordPress themes in the official WordPress repository. It consistently gets high ratings and is active on hundreds of thousands of websites. It’s obvious that many people like it, but does that mean it’s a good choice for you? In this review we peel back the […]

  • Kenya Kembali Ricuh, Protes Saba Saba Tewaskan 11 Oran

    Kenya Kembali Ricuh, Protes Saba Saba Tewaskan 11 Orang

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Kenya kembali terguncang oleh protes besar, pada Senin (7/7/2025). Aksi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi kekerasan setelah aparat keamanan menembakkan peluru tajam untuk membubarkan massa. Sedikitnya 11 orang dilaporkan tewas di berbagai wilayah, sementara lebih dari 50 polisi mengalami luka-luka. Hari itu bertepatan dengan peringatan 35 tahun gerakan demokrasi “Saba Saba”. Kerusuhan […]

expand_less