Breaking News

Iran Alami Krisis Usai Diserang, Siapa Pengganti Ali Khamenei?

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 1 Mar 2026

menalar.id,. – Iran hadapi krisis usai Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan yang Israel bersama Amerika Serikat (AS) lakukan, pada Sabtu (28/2/2026) dini hari. Karena hal itu, Presiden Iran, ketua pengadilan, dan anggota Dewan Wali Iran sementara mengambil alih tugas Pemimpin Tertinggi selama masa transisi.

“Presiden, ketua pengadilan, dan seorang anggota Dewan Wali akan menjalankan tugas Pemimpin Tertinggi di masa kekosongan jabatan,” ungkap kantor berita IRNA, dilansir dari Antara.

Apabila mengikuti konstitusi Iran, Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang memiliki kewenangan untuk memilih sekaligus mengawasi Pemimpin Tertinggi. Struktur ini membedakan secara tegas posisi Pemimpin Tertinggi dengan Presiden.

Pemimpin Tertinggi Iran memegang otoritas politik dan keagamaan tertinggi di Republik Islam Iran. Sementara itu, Presiden Iran menjalankan fungsi kepala eksekutif dan memperoleh mandat melalui pemilihan langsung oleh rakyat.

Khamenei Siapkan Empat Nama

Ternyata, sebelum Khamenei afat, ia telah menyiapkan empat nama calon penerusnya. Meski begitu, 88 anggota Majelis Pakar tetap akan berkumpul dan membahas kandidat yang layak mengisi posisi Pemimpin Tertinggi Iran.

Namun, jika tidak mengikuti skenario milik Khamenei, pemerintah Iran akan membentuk dewan beranggotakan empat orang yang menjalankan roda pemerintahan selama masa transisi hingga pemimpin baru terpilih.

Konstitusi Iran mengatur bahwa Majelis Pakar memiliki kewenangan penuh untuk memilih dan mengawasi Pemimpin Tertinggi. Namun, proses seleksi ini tidak sepenuhnya terbuka.

Dewan Penjaga terlebih dahulu memverifikasi kandidat Majelis Pakar, sementara anggota Dewan Penjaga sendiri diangkat secara langsung maupun tidak langsung oleh Pemimpin Tertinggi. Mekanisme ini membuat proses berjalan ketat dan terkonsolidasi dalam lingkaran elite rezim.

Nama Calon Pemimpin Iran

Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di AS mengidentifikasi sejumlah ulama sebagai kandidat potensial pengganti Khamenei. Berikut beberapa nama yang berpeluang menggantikannya:

1. Alireza Arafi

ia merupakan  tokoh agama senior yang memimpin sistem seminari nasional Iran. Ia duduk di Dewan Penjaga dan juga menjadi anggota Majelis Pakar. Arafi dikenal memiliki kemampuan teknologi serta fasih berbahasa Arab dan Inggris.

Ia telah menerbitkan 24 buku dan artikel. CNN melaporkan bahwa rekam jejaknya di lembaga pemerintahan menjadikannya salah satu figur yang dipercaya Khamenei. Meski demikian, Arafi tidak dikenal sebagai figur politik yang dominan dan tidak memiliki kedekatan kuat dengan lembaga keamanan.

2. Hojjat ol Eslam Mohsen Qomi

Mohsen Qomi menjabat sebagai penasihat utama di kantor Khamenei. Ia dikenal sebagai orang dalam yang dipercaya dan memiliki hubungan dekat dengan sang pemimpin.

Nama lain yang kerap dikaitkan adalah Ayatollah Mohsen Araki, anggota lama Majelis Pakar. Ia memiliki pengalaman kelembagaan yang sering dianggap sebagai prasyarat penting untuk menduduki jabatan Pemimpin Tertinggi.

3. Ayatollah Gholam Hossein Mohseni Ejei

Mohseni Ejei saat ini menjabat sebagai kepala kehakiman Iran. Ia dikenal luas karena latar belakangnya di bidang keamanan nasional serta kiprahnya di berbagai posisi strategis pemerintahan.

Pengalamannya dalam administrasi negara membuat sebagian kalangan melihatnya sebagai figur yang mampu menjaga stabilitas di tengah transisi politik yang berpotensi bergejolak.

4. Ayatollah Hashem Hosseini Bushehri

Hashem Hosseini Bushehri memimpin salat Jumat di Qom dan menjadi anggota Majelis Pakar. Ia termasuk ulama senior yang sering disebut sebagai kandidat kuat. Bahkan, Khamenei dan Bushehri memiliki kedekatan. Sehingga ia berpeluang terpilih lebih besar.

Selain empat nama tersebut, sejumlah figur lain seperti Hassan Khomeini, Mohammad Mehdi Mirbagheri, dan Mojtaba Khamenei juga masuk dalam perbincangan para analis sebagai kandidat potensial. Kendati, sebagian besar kandidat berusia pertengahan hingga akhir 60-an dan belum memiliki konsolidasi kekuasaan selama puluhan tahun seperti yang dimiliki Khamenei.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • amerika

    Dampak Shutdown: PNS AS Cari Pinjaman Gegara Tak Digaji

    • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan shutdown pada pemerintahannya sejak, Kamis (1/10/2025). Akibatnya, sejumlah pegawai federal (PNS) harus mencari cara agar tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup. Banyak di antara mereka kini mengajukan pinjaman ke credit union atau koperasi simpan pinjam. Perlu diketahui, selama shutdown berjalan, para PNS tidak mendapatkan gaji dengan semestinya. Hal ini […]

  • Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melaporkan sebanyak 1.776 permohonan terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sepanjang 2025.

    Child Grooming Merajalela, LPSK Catat 1.776 Korban Sepanjang 2025

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melaporkan sebanyak 1.776 permohonan terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, mayoritas pemohon merupakan korban anak, yakni sebanyak 1.464 orang. Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati pun menyampaikan data tersebut untuk menyoroti kerentanan anak yang kerap terjerat relasi dengan orang dewasa tanpa menyadari jika […]

  • Tanggapan Mensos Perihal Mundurnya Sejumlah Penerima Bansos Sebab Enggan Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”

    Tanggapan Mensos Perihal Mundurnya Sejumlah Penerima Bansos Sebab Enggan Ditempeli Stiker “Keluarga Miskin”

    • calendar_month Sab, 1 Nov 2025
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,- Sejumlah penerima bantuan sosial (bansos) mundur karena rumah ditempeli stiker keluarga miskin. Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menanggapi keputusan beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang memilih mengundurkan diri. Mereka mengundurkan diri setelah rumah mereka ditempeli stiker keluarga miskin. Ia menjelaskan bahwa pemasangan stiker tersebut merupakan inisiatif dari pemerintah daerah setempat. “Kalau soal […]

  • KPK Sebut Keterangan Ustaz Khalid Penting Soal Kuota Haji

    KPK Sebut Keterangan Ustaz Khalid Penting Soal Kuota Haji

    • calendar_month Rab, 25 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- KPK menyebut keterangan dari Ustaz Khalid Basalamah sangat membantu dalam proses klarifikasi soal kuota haji, Senin (23/6). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Ustaz Khalid bersikap kooperatif dan memberikan keterangan penting yang membantu tim penyelidik, Jakarta, Selasa (24/6/2025) malam. “Yang bersangkutan bersikap kooperatif, menyampaikan informasi-informasi dan keterangan yang dibutuhkan oleh tim sehingga ini tentu […]

  • Better Eating deposit 1£ get 20£ online casino Circle Baking Sheets 2026 Sep, Sep dos, 2026

    Better Eating deposit 1£ get 20£ online casino Circle Baking Sheets 2026 Sep, Sep dos, 2026

    • calendar_month Ming, 6 Sep 2026
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    Articles Deposit 1£ get 20£ online casino: Exactly what are No deposit Incentives? Necessary blogs Top 10 Finest Web based casinos inside Canada They use advanced security and you may protection products to deposit 1£ get 20£ online casino protect players and you can make sure that the transactions and game outcomes follow Canadian regulatory […]

  • indonesia open 2025

    Indonesia Gagal Raih Gelar pada Indonesia Open 2025: Intip Hasil Juara Final

    • calendar_month Ming, 8 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Final turnamen badminton Indonesia Open 2025 resmi selesai di Istora Senayan, Jakarta, pada Minggu (8/6/2025). Pada babak final ini, Indonesia Hanya menempatkan satu wakil, yakni ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Pasangan ganda putra tersebut harus berhenti menjadi runner-up. Sabar/Reza yang berstatus sebagai pasangan non-pelatnas tampil percaya diri saat menghadapi ganda […]

expand_less