Breaking News

Konflik Kian Panas, Apa Penyebab Perang yang Terjadi di Sudan?

  • account_circle Farrel Aditya
  • calendar_month Rab, 19 Nov 2025

menalar.id,.- Perang saudara di Sudan yang dimulai pada 15 April 2023 berubah menjadi krisis kemanusiaan besar.

Mengutip Tempo, Pertempuran pertama terjadi di Khartoum ketika Sudanese Armed Forces (SAF) bentrok dengan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF). Konflik itu kemudian meluas ke Darfur, Kordofan, dan Gezira.

Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mencatat bahwa pertempuran memaksa hampir 13 juta orang meninggalkan rumah mereka. Krisis ini memperburuk kondisi Sudan yang sebelumnya sudah terdampak perang Darfur, kekeringan, dan instabilitas politik.

Pemicu Perang Saudara

Ketegangan antara pemimpin SAF, Abdel Fattah al-Burhan, dan komandan RSF, Mohamed Hamdan Dagalo (Hemedti), memicu perang. Mereka berselisih mengenai bagaimana dan kapan RSF harus bergabung dengan militer reguler. SAF menuntut integrasi penuh di bawah komandonya, sementara Hemedti menolak. Pertarungan politik mereka akhirnya berubah menjadi perang terbuka.

Menurut laporan Newsweek, RSF memiliki akar dari milisi Janjaweed, kelompok bersenjata suku Arab yang Presiden Omar al-Bashir biayai pada 2003 untuk menghadapi pemberontak di Darfur. Janjaweed terkenal karena serangan brutal terhadap warga sipil non-Arab dan menyebabkan ratusan ribu orang tewas serta jutaan lainnya mengungsi.

Pada 2013, Bashir mengubah Janjaweed menjadi RSF dan memberi mereka status resmi sebagai pasukan keamanan pada 2017. Setelah RSF ikut menggulingkan Bashir pada 2019, mereka sempat bekerja sama dengan SAF dalam kudeta 2021 terhadap pemerintahan sipil Abdalla Hamdok. Namun hubungan kedua kelompok terus memburuk hingga perang pecah.

Kejatuhan El-Fasher

Al Jazeera melaporkan bahwa RSF berhasil merebut kota El-Fasher, ibu kota Darfur Utara, pada 26 Oktober 2025 setelah mengepungnya selama 18 bulan. Pengepungan itu memutus suplai makanan dan obat untuk sekitar 1,2 juta warga.

SAF melaporkan bahwa 2.000 orang tewas setelah kota jatuh, sedangkan Sudan Doctors Network mencatat setidaknya 1.500 korban jiwa. Selama pengepungan, warga terpaksa memakan pakan ternak karena RSF membangun barikade sepanjang 56 kilometer yang menghentikan bantuan apa pun.

Bukti Satelit dan Pengungsian Massal

Humanitarian Research Lab (HRL) Universitas Yale menemukan bukti satelit berupa kumpulan objek dan perubahan warna tanah yang mengindikasikan keberadaan tubuh manusia dan genangan darah. Pola tersebut tidak terlihat sebelum RSF memasuki kota.

PBB melaporkan bahwa lebih dari 26.000 orang melarikan diri dari El-Fasher hanya dalam dua hari, sebagian besar berjalan kaki menuju Tawila. IOM menyebut sekitar 177.000 orang masih terjebak di dalam kota.

Dengan jatuhnya El-Fasher, RSF kini mengontrol seluruh wilayah Darfur, sementara SAF memegang kekuasaan di bagian timur dan utara Sudan. Amnesty International menyebut bahwa perang ini menewaskan puluhan ribu orang dan memaksa lebih dari 11 juta orang mengungsi.

Komite Peninjau Kelaparan memastikan bahwa kelaparan terjadi di Darfur pada Agustus 2024. Lebih dari 25 juta orang di Sudan kini membutuhkan bantuan kemanusiaan. Médecins Sans Frontières melaporkan bahwa 75 persen anak di bawah lima tahun yang mereka periksa pada 18-19 Oktober mengalami malnutrisi akut.

Human Rights Watch (HRW) menyampaikan bahwa ribuan orang lari dari El-Fasher setelah RSF merebut kota. Direktur Eksekutif sementara HRW, Federico Borello, menyebut gambar dari El-Fasher menunjukkan pola kekejaman RSF.

Dugaan Dukungan UEA

Newsweek, mengutip sumber intelijen AS, menyebut bahwa Uni Emirat Arab (UEA) diduga mengirim senjata, drone, dan perlengkapan militer untuk membantu RSF. Pemerintah UEA membantah tuduhan tersebut.

European Council on Foreign Relations menilai bahwa UEA mendukung RSF karena kepentingan ekonomi dan geopolitik, bukan karena alasan ideologis. RSF menguasai perdagangan emas ilegal dan jalur darat menuju Laut Merah, wilayah yang menarik bagi perusahaan logistik UEA seperti DP World dan AD Ports.

Upaya perdamaian yang dimediasi UEA, Amerika Serikat, dan Uni Afrika belum menghasilkan kesepakatan. Quad, yang terdiri dari AS, Saudi, Mesir, dan UEA, pernah mengusulkan gencatan senjata tiga bulan dan transisi ke pemerintahan sipil selama sembilan bulan, tetapi pertempuran tetap berlangsung hingga sekarang.

Tudingan Kejahatan SAF

Arab News melaporkan bahwa SAF juga terlibat dalam kejahatan perang. Misi Independen PBB untuk Sudan menemukan bahwa kedua pihak melakukan eksekusi terhadap kelompok etnis tertentu, kekerasan seksual, dan penggunaan kelaparan sebagai senjata.

Juru bicara misi, Joy Ngozi Ezeilo, menyebut timnya mengumpulkan video dan kesaksian yang telah diverifikasi. Temuan mereka menunjukkan bahwa SAF dan RSF sama-sama melakukan pembunuhan warga sipil tak bersenjata, penjarahan, perusakan fasilitas publik, serta pengusiran paksa penduduk. Setelah RSF menguasai El-Fasher, kekerasan terhadap komunitas non-Arab meningkat drastis.

Penulis

Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Puan: Putusan MK Bermasalah, DPR dan Parpol Siap Koordinasi

    Puan: Putusan MK Bermasalah, DPR dan Parpol Siap Koordinasi

    • calendar_month Kam, 3 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Ketua DPR RI Puan Maharani mengonfirmasi partai politik dan fraksi di DPR akan menggelar rapat koordinasi menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pemisahan Pemilu nasional dan Pilkada mulai 2029, Kamis (3/7/2025). Rapat koordinasi digelar menyusul putusan MK yang berpotensi melanggar konstitusi. “Sebagai partai politik, kami nanti akan melakukan rapat koordinasi,” terang Puan, di Kompleks […]

  • Purbaya: Anggaran Bencana Ada, Tinggal BNPB Ajukan

    Purbaya: Anggaran Bencana Aman, BNPB Tinggal Ajukan Saja

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah memiliki anggaran yang memadai untuk menangani berbagai bencana di Indonesia. Meski tidak merinci jumlah pastinya, ia menyebut pendanaan disesuaikan dengan kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia sampaikan saat acara Financial Forum 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025). “Kalau penanganan bencana, […]

  • Jasa Marga Catat 1,96 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek

    Jasa Marga Catat 1,96 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek

    • calendar_month Sel, 1 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – PT Jasa Marga mencatat sebanyak 1.963.152 kendaraan meninggalkan wilayah Jabodetabek dalam kurun 10 hari menjelang Lebaran 2025, yakni sejak 21 hingga 31 Maret. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 25,5 persen dibandingkan arus normal yang biasanya mencapai 1.563.702 kendaraan, serta naik 0,5 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 1.953.891 kendaraan. Menurut Lisye […]

  • Bareskrim Tetapkan 9 Tersangka Kasus Pagar Laut di Bekasi

    Bareskrim Tetapkan 9 Tersangka Kasus Pagar Laut di Bekasi

    • calendar_month Kam, 10 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus pemalsuan 93 sertifikat hak milik (SHM) pagar laut di Desa Segarajaya, Bekasi. Salah satu tersangka utama adalah Abdul Rasyid, Kepala Desa Segarajaya yang menjabat sejak 2023. Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandani Raharjo Puro, menyatakan, sembilan orang tersebut telah […]

  • Board of Advisors Prasasti Institute sekaligus eks Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah membeberkan alasan ekonomi Indonesia yang semakin hari semakin loyo.

    Eks Gubernur BI Ungkap Ekonomi Negara Terjebak Inersia

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Board of Advisors Prasasti Institute sekaligus eks Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah membeberkan alasan ekonomi Indonesia yang semakin hari semakin loyo. Meski demikian, Burhanuddin menilai Indonesia berhasil menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5% selama lebih dari satu dekade. I menegaskan capaian tersebut sekaligus menunjukkan keterbatasan ekonomi nasional dalam mendorong akselerasi pertumbuhan ke […]

  • Polisi Tangkap 4 Aktivis Greenpeace Usai Protes Konferensi Nikel

    Polisi Tangkap 4 Aktivis Greenpeace Usai Protes Industri Nikel

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Polisi membawa empat aktivis Greenpeace Indonesia ke Mapolsek Grogol Petamburan, Jakarta Barat, usai mereka menggelar aksi protes di Indonesia Critical Minerals Conference di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Selasa (3/6/2025). Kapolsek Grogol Petamburan Kompol Reza Hafiz Gumilang membenarkan pengamanan tersebut, namun menegaskan bahwa pihaknya tidak menahan para aktivis. “Benar (empat orang aktivis Greenpeace […]

expand_less