Breaking News

DPR Desak Pemerintah Tegas Sikapi Tindakan AS terhadap Venezuela

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Sen, 5 Jan 2026

menalar.id – Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin meminta Kementerian Luar Negeri bersikap tegas terhadap tindakan Amerika Serikat yang menyerang Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro.

Ia menilai langkah tersebut melanggar kedaulatan negara lain dan bertentangan dengan prinsip hukum internasional.

“Landasan sikap Indonesia sudah sangat jelas, yaitu mendukung kemerdekaan setiap bangsa dan menolak pelanggaran kedaulatan sebagaimana diamanatkan dalam UUD 1945,” kata Hasanuddin seperti dikutip dari Antara, Ahad (4/1/2026).

Hasanuddin menegaskan Indonesia perlu bersikap aktif melalui perwakilan tetap di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurut dia, penyelesaian konflik harus ditempuh lewat mekanisme hukum internasional, bukan tindakan sepihak berbasis kekuatan militer.

Soroti Dampak Global 

Hasanuddin juga mengingatkan potensi dampak geopolitik dan ekonomi global dari situasi di Venezuela. Ia menyebut Venezuela sebagai negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, sehingga instabilitas politik berisiko memicu gejolak harga energi global.

“Pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional, terutama jika terjadi lonjakan harga minyak,” ujarnya.

Ia menilai peristiwa penangkapan presiden di ibu kota negaranya sendiri menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Menurutnya, kedaulatan negara tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga legitimasi politik dan kepercayaan rakyat.

Komisi I Tekankan Perlindungan WNI

Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta turut meminta pemerintah meningkatkan kewaspadaan dan perlindungan terhadap warga negara Indonesia (WNI) di Venezuela. Ia menegaskan keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama di tengah konflik.

“Keselamatan WNI adalah tanggung jawab negara. Indonesia juga harus tetap konsisten menyuarakan perdamaian dan keadilan global,” kata Sukamta, Senin (5/1/2026).

Sukamta menilai penangkapan kepala negara secara sepihak berpotensi menciptakan preseden berbahaya. Ia mengingatkan praktik tersebut dapat mendorong politik global berbasis kekuatan, bukan hukum internasional.

Pemerintah Pastikan WNI Aman

Kementerian Luar Negeri memastikan seluruh WNI di Venezuela dalam kondisi aman. Pemerintah mengimbau WNI tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan menjaga komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas.

“Pemerintah melalui KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keselamatan WNI,” kata Juru Bicara Kemlu Vahd Nabyl Mulachela, Minggu (4/1/2026).

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • trump

    Trump Ancam Tarif 50 Persen: Tensi Dagang AS-Eropa Memuncak

    • calendar_month Sen, 2 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor baja dari 25% menjadi 50%, Jumat (30/5/2025). Nantinya, bea masuk baru akan mulai berlaku pada tanggal 4 juni. Uni Eropa pun merespons dengan berapi-api atas langkah Trump yang menggandakan tarif baja tersebut. Negara-negara Eropa mengancam akan membalas, yang memanaskan tensi dagang lintas Atlantik. […]

  • TPNPB-OPM Ancam Pejabat Papua: Jangan Jadi Boneka Jakarta

    TPNPB-OPM Ancam Pejabat Papua: Jangan Jadi Boneka Jakarta

    • calendar_month Ming, 20 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat – Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kembali melontarkan ancaman. Kali ini, mereka memperingatkan gubernur, bupati, wali kota, dan anggota DPRD Papua agar tidak lagi berpihak kepada pemerintah Indonesia. Jika masih mendukung, kelompok ini mengancam akan menyerang mereka. “Jika pejabat-pejabat Papua masih terus menjadi boneka Jakarta, maka TPNPB wajib eksekusi mereka,” […]

  • Warga di Bekasi Protes Kegiatan Keagamaan Tanpa Izin di Rumah Warga

    Warga di Bekasi Protes Kegiatan Keagamaan Tanpa Izin di Rumah Warga

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Warga Perumahan Dukuh Zamrud, Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, mengaku resah dengan kegiatan keagamaan yang digelar tanpa izin di rumah salah satu warga. Kegiatan yang sudah berlangsung selama delapan tahun itu dipimpin seorang perempuan berinisial PY, yang akrab disapa “Umi Cinta” oleh warga sekitar. AH (54), salah satu warga, mengatakan kegiatan ini tidak pernah […]

  • flora

    Intip Jadwal Festival Flora dan Fauna 2025 di Lapangan Banteng!

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggelar Pameran Flora dan Fauna (Flona) tahun ini. Acara ini sudah berlangsung sejak 1971 dan selalu dinanti oleh para penggemar tanaman serta hewan. Pameran Flona 2025 mengusung tema “Keanekaragaman Hayati dalam Harmoni Jakarta Menuju Kota Global Berbudaya”. Hal ini, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan menuju 500 tahun […]

  • 67 KK Tinggal di Rusun JIS, Bebas Sewa 6 Bulan

    67 KK Tinggal di Rusun JIS, Bebas Sewa 6 Bulan

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Sebanyak 67 dari 126 kepala keluarga (KK) eks Kampung Bayam akhirnya akan segera menempati rumah susun (rusun) di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Mereka telah menandatangani kontrak sewa dengan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) pada Selasa 29/7/2025. Penandatanganan kontrak berlangsung di kantor Wali Kota Jakarta Utara. Kabar baiknya, warga yang masuk dalam […]

  • PBB

    Prabowo Sindir Trump: PBB Tetap Penting bagi Keamanan Dunia

    • calendar_month Rab, 24 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menolak anggapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang meremehkan relevansi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam sesi general debate Sidang Majelis Umum, Prabowo menegaskan bahwa PBB tetap menjadi pilar penting bagi keamanan global, Selasa (23/9/2025). Ia menyatakan, tanpa PBB dunia tidak akan aman dan para pemimpin negara tidak akan memiliki […]

expand_less