Kementan Pastikan Cadangan Beras Capai 4 Juta Ton pada 2026
- account_circle Azka Al Ath-Har
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026

menalar.id., – Kementerian Pertanian (Kementan) akan memastikan penyerapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) memenuhi target sebanyak empat juta ton pada 2026. Target tersebut dapat tercapai dengan kerja sama lintas lembaga bersama Perusahaan Umum Badan Usaha Logistik (Perum Bulog) dan Badan Pangan Nasional (BPN).
Mengutip Tempo, Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan bahwa ia percaya Perum Bulog dapat memperoleh gabah setara beras dengan jumlah yang lebih banyak dari tahun sebelumnya. Ia juga berharap bahwa produksi tersebut berjalan dengan lancar tanpa terkendala bencana yang mengganggu proses produksi tersebut.
“Insyaallah produksi tahun ini mudah-mudahan tidak ada bencana, tidak ada halangan, itu produksinya lebih besar daripada tahun lalu,” katanya, pada Senin (12/1/2026).
Optimisme tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat potensi produksi beras mencapai 4,78 juta ton pada Januari hingga Februari 2026. BPS menghitung angka tersebut dari akumulasi luas tanam sekitar 1,55 juta hektare.
Amran mengatakan bahwa data BPS juga menunjukkan perkiraan total produksi beras pada 2025 mencapai 34,71 juta ton. Angka tersebut melampaui realisasi produksi beras sepanjang 2024 yang tercatat sebesar 30,62 juta ton.
“Kalau ini tercapai ada sejarah baru bagi Indonesia nanti,” ucapnya.
Mengutip Antara, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan Bulog memperkuat strategi pengadaan cadangan beras pemerintah sebanyak empat juta ton sebagai prioritas utama. Perum Bulog melakukan langkah tersebut untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Rizal menargetkan penyerapan cadangan beras pemerintah mencapai empat juta ton pada 2026, naik dari realisasi 2025 sebesar tiga juta ton. Ia juga menyusun perencanaan dini melalui Rapat Kerja Nasional Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026 yang dihadiri pimpinan wilayah se-Indonesia pada 11–12 Januari di Jakarta untuk mencapai target tersebut.
“Jadi Rakernas itu menindaklanjuti perintah dari Bapak Presiden terkait target swasembada pangan 4 tahun ke depan. Nah, terkait hal tersebut kami sudah membagi tugas dan sekaligus merencanakan mulai dari proses penyerapan sampai penyaluran,” ujarnya.
Mengutip Detikfinance, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pemerintah harus mempertahankan raihan capaian target swasembada pangan. Pemerintah tidak hanya membidik swasembada pangan, tetapi juga mendorong ekspor komoditas pangan di masa mendatang.
“Dan targetnya bukan hanya swasembada cukup, tapi bisa ekspor. Insyaallah ke depan, hitung-hitungan di atas kertas, optimis kita bisa mencapai itu,” tegasnya.
Penulis Azka Al Ath-Har
Tumbuh di antara kegelisahan dan rasa ingin tahu, belajar melihat dunia lewat detail kecil yang sering luput dari perhatian. Tertarik pada isu sosial, budaya, dan kemanusiaan.
