Breaking News

Ketegangan Aceh-Sumut Memanas Usai Keputusan Kontroversial Empat Pulau

  • account_circle Sayida
  • calendar_month Sel, 17 Jun 2025

menalar.id,. – Gubernur Aceh Muzakir Manaf menyambut dingin kedatangan rombongan Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution di Banda Aceh, Rabu (4/6/2025). Sikap ini mencerminkan memanasnya hubungan kedua provinsi pasca keputusan Pemerintah Pusat menetapkan status empat pulau perbatasan yang secara historis diklaim Aceh, namun secara geografis lebih dekat ke Sumut.

Empat pulau tak berpenghuni, yaitu Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang terletak di perbatasan Kabupaten Aceh Singkil (Aceh) dan Tapanuli Tengah (Sumut). Persengketaan yang telah berlangsung sejak 2008 ini semakin memanas akibat kesalahan pendataan era sebelumnya dan lambannya penanganan pemerintah pusat.

Dalam keputusan tertanggal 25 April 2025, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara resmi memasukkan keempat pulau tersebut ke dalam wilayah administrasi Sumut. Sikap dingin Mualem yang memilikk sapaan akrab Muzakir Manaf, dalam pertemuan tersebut jelas mencerminkan kekecewaan Pemerintah Aceh.

Drama Pertemuan Singkat Aceh-Sumut yang Viral

Dengan senyum kecut, Mualem memilih meninggalkan ruangan ketimbang duduk berdialog dengan Bobby Nasution. Gubernur Aceh itu lebih memprioritaskan agenda lain di Aceh Barat Daya. Adegan ini terekam kamera dan viral di media sosial.

“Sepatutnya saya sudah pergi, tapi tidak apa-apa. Saya terpaksa menunggu Pak Gubernur (Sumut) karena sudah capek-capek. Jadi untuk selanjutnya Pak Gubernur silakan dengan orang ini, saya minta pamit ke Aceh Barat Daya,” ujar Mualem dengan nada datar.

Bobby Nasution yang didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu sebenarnya datang dengan misi damai. Ia mengajak Pemerintah Aceh menerima keputusan pusat dan berkolaborasi mengelola potensi sumber daya alam di pulau-pulau tersebut.

“Kami bersepakat untuk kelola bersama. Jika ada potensi sumber daya alam, termasuk migas, bisa kita bagi secara adil,” jelas Bobby seperti dikutip dari rilis resmi Diskominfo Pemprov Sumut.

Akar Masalah yang Tak Kunjung Usai

Konflik ini semakin kompleks karena menyangkut sentimen sejarah dan kekecewaan terhadap kebijakan pusat. Aceh konsisten menolak keputusan tersebut melalui berbagai protes, dengan intensitas yang meningkat signifikan belakangan ini.

Analis politik dari Universitas Syiah Kuala, Dr. Teuku Kemal Fasya, menilai insiden ini merupakan puncak gunung es ketidakpuasan Aceh terhadap berbagai kebijakan pusat selama ini.

“Ini bukan sekadar soal empat pulau, tapi tentang pengakuan terhadap sejarah dan hak-hak khusus Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, pengamat hukum tata negara dari Universitas Sumatera Utara, Prof. Bismar Siregar, mengingatkan pentingnya penyelesaian melalui jalur hukum yang adil.

“Harus ada kajian komprehensif yang mempertimbangkan aspek historis, yuridis, dan sosiologis,” tegasnya.

Dampak politik dari ketegangan ini mulai terlihat, dengan sejumlah anggota DPR dari Fraksi Partai Aceh mengancam akan mengajukan mosi tidak percaya terhadap kebijakan pemerintah pusat.

Penulis

Memimpin tim redaksi dengan fokus pada pemberitaan akurat, mendalam, dan memancing nalar pembaca. Fokus di rubrik nasional, ekonomi, dan hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • trump

    Trump Ultimatum NATO Lewat Surat: Ancam Setop Beli Minyak Rusia

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, mendesak seluruh anggota NATO untuk segera menghentikan impor minyak dari Rusia. Desakan itu disampaikan melalui surat terbuka yang ia unggah di platform Truth Social, ditujukan kepada seluruh negara aliansi Barat. Dalam surat tersebut, Trump menyertakan ancaman akan menahan pemberian sanksi dari AS jika NATO tidak bersatu menjatuhkan […]

  • DPR: Putusan MK soal Pemilu Lokal Bentuk Turbulensi Konstitusi

    DPR: Putusan MK soal Pemilu Lokal Bentuk Turbulensi Konstitusi

    • calendar_month Kam, 10 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Ketua Komisi II DPR Rifqinizamy Karsayuda, menyebut putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang memisahkan jadwal pemilu nasional dan daerah sebagai bentuk “turbulensi konstitusi”. Hal itu ia sampaikan saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7/2025). “Kenapa turbulensi konstitusi itu terjadi? Ini berkaitan dengan putusan MK yang pertimbangan hukum dan amar putusannya berpotensi mengangkangi sejumlah […]

  • Prabowo Bahas Bencana dan Kesiapan Akhir Tahun Bersama Menteri Kabinet

    Prabowo Bahas Bencana dan Kesiapan Akhir Tahun Bersama Menteri Kabinet

    • calendar_month Ming, 14 Des 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri Kabinet Merah Putih ke kediaman pribadinya di Hambalang, Bogor, pada Ahad (14/12/2025). Pertemuan itu digelar usai Prabowo meninjau langsung lokasi terdampak bencana di Sumatera. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan rapat membahas langkah lanjutan penanganan bencana. Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menekankan percepatan pembangunan hunian bagi warga terdampak. […]

  • Revisi UU TNI: DPR Abaikan Partisipasi Publik, Kian Mirip "Tukang Stempel" Pemerintah

    Revisi UU TNI: DPR Abaikan Partisipasi Publik, Kian Mirip “Tukang Stempel” Pemerintah

    • calendar_month Sen, 24 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Partisipasi publik yang minim dalam pengesahan revisi Undang-Undang TNI (RUU TNI) memicu kekhawatiran bahwa DPR tidak lagi menjalankan fungsi perwakilan rakyat. Masyarakat menilai pengesahan revisi UU TNI ini bisa menjadi pintu masuk bagi kembalinya praktik Orde Baru. Kini, DPR dianggap hanya menjadi “tukang stempel” kebijakan eksekutif, sementara rakyat diperlakukan seperti “Orang Tak Dikenal” […]

  • Aparat Temukan 48 Tambang Emas Ilegal di Kuantan Tengah

    Aparat Temukan 48 Tambang Emas Ilegal di Kuantan Tengah

    • calendar_month Kam, 18 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Tim gabungan Polri, TNI, dan Satpol PP menertibkan aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) di kebun karet milik Pemkab Kuantan Singingi. Adapun Lokasi penambangan berada di Desa Jake, Kecamatan Kuantan Tengah, Provinsi Riau. Kini, petugas memusnahkan 48 rakit PETI di area tersebut. Penindakan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas penambangan emas ilegal. […]

  • purbaya

    Purbaya: Importir Pakaian Bekas Akan Didenda

    • calendar_month Rab, 22 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Keuangan Purbaya berencana berlakukan hukuman baru berupa denda bagi para importir pakaian bekas. Selama ini, sanksi yang ada hanya sebatas pemusnahan barang bukti dan pidana penjara, tanpa memberikan keuntungan apa pun bagi negara. Menurut Purbaya, kebijakan tersebut tidak memberikan pemasukan bagi pemerintah, bahkan justru menimbulkan kerugian. “Impor barang-barang baju bekas seperti apa, […]

expand_less