Breaking News

ICW dan Pakar Pemilu Turut Tolak Pilkada Melalui DPRD

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025

menalar.id,. – Berbagai pihak menyuarakan penolakan terhadap wacana pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Pakar dan pemerhati pemilu, aktivis antikorupsi, organisasi kemasyarakatan keagamaan, serta partai politik menilai gagasan pilkada melalui DPRD bermasalah.

Mengutip Kompas, Pakar pemilu Titi Anggraini menilai gagasan pilkada tidak langsung sebagai bentuk pengabaian sejarah sekaligus kekeliruan dalam berpikir. Ia juga membantah argumen pendukung pilkada melalui DPRD yang menyebut pilkada langsung identik dengan praktik politik uang.

Berdasarkan Laporan Harian Kompas, pada pemilihan kepala daerah tahun 2000 saat penerapan pilkada melalui DPRD, praktik politik uang terjadi secara masif. Kondisi tersebut juga menunjukkan tingginya ongkos politik dalam mekanisme pilkada tidak langsung.

“Wacana menghapus pilkada langsung dengan alasan efisiensi biaya tidak hanya keliru secara empiris, tetapi juga mengabaikan pelajaran penting dari sejarah,” ucap Titi, pada Selasa (30/12/2025).

Titi menilai mekanisme pemilihan tidak langsung seperti pilkada melalui DPRD menyimpang dari asas-asas pemilihan umum. Ia juga merujuk pada berbagai putusan Mahkamah Konstitusi yang secara tegas menyatakan bahwa rezim pemilihan kepala daerah sejajar dengan pemilihan presiden dan legislatif.

Ketentuan tersebut tercantum dalam Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 85/PUU-XX/2022, Nomor 135/PUU-XXII/2024, Nomor 104/PUU-XXIII/2025, serta ditegaskan secara eksplisit dalam Putusan Nomor 110/PUU-XXIII/2025. ketentuan Pasal 22E Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 berlaku bagi seluruh jenis pemilihan umum, termasuk pemilihan kepala daerah.

Lembaga antikorupsi Indonesia Corruption Watch (ICW) menyatakan penolakan terhadap usulan pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Staf Divisi Advokasi ICW Seira Tamara menilai wacana tersebut tidak memiliki dasar yang kuat dan justru mengandung logika yang mengkhawatirkan.

“Dilihat dari sisi manapun, wacana ini tidak beralasan dan justru mengandung logika yang mengkhawatirkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak dapat memandang anggaran negara untuk pelaksanaan pilkada sebagai pemborosan sehingga menghapus partisipasi publik. Seira juga menyatakan bahwa pilkada langsung justru menekan praktik transaksional yang kerap terjadi ketika DPRD memilih kepala daerah.

“Jadi, secara runtutan, bukan pelaksanaan Pilkada langsung yang menimbulkan praktik politik uang. Tetapi pilkada langsung justru dihadirkan untuk mengatasi politik uang yang terjadi secara tertutup dan minim akuntabilitas ketika DPRD memiliki kewenangan untuk memilih kepala daerah,” ungkapnya.

Berdasarkan catatan ICW, sepanjang periode 2010–2024 sebanyak 545 anggota DPRD terjerat kasus korupsi. Ia menilai fakta tersebut menunjukkan bahwa pilkada melalui DPRD tidak menghilangkan praktik politik uang dan justru berpotensi memperluas transaksi politik yang sulit diawasi publik.

“Artinya pilkada oleh DPRD justru tidak dapat menghilangkan praktik politik uang dan justru berpotensi meningkatkan ruang transaksi politik yang tidak dapat diawasi oleh masyarakat,” ujarnya.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tangsel Geger Kasus Pelecehan Seksual di SMK Waskito

    Tangsel Gegerkan Kasus Pelecehan Seksual di SMK Waskito

    • calendar_month Sab, 10 Mei 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Dunia pendidikan kembali tercoreng setelah dugaan kasus pelecehan seksual muncul di SMK Waskito, Tangerang Selatan. Awalnya, hanya satu siswi berinisial C yang berani melapor, namun kini jumlah korban bertambah menjadi tiga orang. Menurut pihak sekolah, pelaku terduga mulai melecehkan korban C sejak bulan April 2025 lalu. Pelecehan terjadi berulang kali, bahkan pada lingkungan […]

  • Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer, DPR kritik Program

    Dedi Mulyadi Kirim Anak Nakal ke Barak Militer, DPR kritik Program

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengumumkan rencananya untuk menyerahkan anak-anak yang dianggap “nakal” kepada institusi TNI dan Polri. Ia sampaikan wacana ini saat menghadiri perayaan HUT ke-26 Kota Depok di Jalan Margonda Raya, pada Jumat (25/4/2025). Pemerintah Province (Pemprov) Jawa Barat akan menerapkan program ini mulai 2 Mei 2025. Beberapa daerah dan kepala […]

  • hybe

    Agensi BTS Buka Cabang di India, Siap Geser Bollywood?

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Agensi raksasa Korea Selatan, yaki Hybe yang menaungi BTS hingga New Jeans akan membuka kantor cabang di India pada September atau Oktober 2025. Langkah ini menjadi bagian dari ekspansi global kelima Hybe setelah sebelumnya merambah Amerika Serikat, Jepang, Amerika Latin, dan China. Pembukaan kantor di India merupakan bagian dari strategi “Multi-home, Multi-genre” yang […]

  • Bangun Ekonomi Desa, Pemerintah Siapkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

    Bangun Ekonomi Desa, Pemerintah Siapkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Klaten, Jawa Tengah. Sebagai persiapan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait pagi ini, Senin (7/7/2025), untuk mematangkan rencana peluncuran program tersebut. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa peluncuran […]

  • cho yong gi

    Cho Yong Gi Mahasiswa UI Jadi Tersangka Setelah Aksi May Day

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sebanyak 14 orang kini berstatus tersangka akibat kericuhan dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh kemarin, pada (1/5/2025). Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Cho Yong Gi, mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Saat kejadian, padahal ia tengah bertugas sebagai tim medis. Hari ini, ketua Program Studi Ilmu Filsafat UI Ikhaputri Widiantini, mendampingi Yong […]

  • Malam Tahun Baru, Banjir Kembali Landa Wilayah Sumbar

    Malam Tahun Baru, Banjir Kembali Landa Wilayah Sumbar

    • calendar_month Kam, 1 Jan 2026
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Banjir kembali terjang wilayah Nagari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada malam pergantian tahun, Rabu (31/12/2025). Air Sungai Muara Pisang yang meluap, mengalir mengikuti jalan yang menurun menuju Danau Maninjau. Berdasarkan laporan Kumparan, pada pukul 23.09 WIB, aliran air masih mengalir deras dan warga sekitar pun tetap bersiaga di area tersebut. Sementara itu, lampu […]

expand_less