Breaking News

Sanksi Diringankan? Ahmad Sahroni Balik ke Komisi III DPR

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month 1 jam yang lalu

menalar.id,. – Anggota Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni kembali menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse. Pengumuman atas kembali dirinya muncul dalam rapat pleno pelantikan pimpinan Komisi III DPR RI, Kamis (19/2/2026).

“Ahmad Sahroni akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse. Untuk itu kami sebagai pimpinan rapat akan menanyakan kepada Anggota Komisi III DPR RI, apakah Ahmad Sahroni dapat disetujui untuk ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI,” tanya Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad.

“Setuju,” jawab peserta rapat.

Perlu diingat, Sahroni sempat menjabat di kursi yang sama. Namun, agustus tahun silam ia dicopot dari posisinya usai memberi pernyataan “tolol” kepada masyarakat yang menginginkan DPR bubar.

Tak tanggung-tanggung, Partai Nasdem turut menonaktifkan keanggotannya, pada (1/9/2025). Meski demikian, ia masih diberi kesempatan menjadi anggota Komisi I. Sementara, posisi Wakil Ketua Komisi III saat itu dipimpin olles Rusdi Masse Mappasessu.

Lantas, kembalinya Sahroni ke jabatan tersebut memunculkan pertanyaan publik mengenai kelayakannya sebagai wakil rakyat.

Sahroni Langgar Kode Etik Dewan

Sebelumnya, Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR memutuskan Ahmad Sahroni terbukti melanggar kode etik dewan dalam persidangan, Rabu (5/11/2026). Saat itu, MKD menjatuhkan sanksi penonaktifan selama enam bulan.

“Menghukum teradu lima, Dr. Ahmad Sahroni S.E, M.I.Kom nonaktif selama enam bulan, berlaku sejak tanggal putusan ini dibacakan,” kata Wakil Ketua MKD DPR Adang Daradjatun membacakan amar putusan di Kompleks DPR, Jakarta.

Adang pun menjelaskan masa penonaktifan dihitung sejak Partai NasDem menonaktifkan Sahroni. MKD menilai Sahroni seharusnya merespons desakan tersebut dengan pilihan kata yang lebih bijak dan pantas.

Hukuman Lebih Ringan

Dalam pertimbangannya, MKD turut memasukkan peristiwa penjarahan rumah Sahroni di Kecamatan Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Agustus lalu sebagai faktor untuk meringankan hukuman Sahroni. Selain itu, MKD beranggapan jika Sahroni telah dinonaktifkan lebih dulu oleh Partai NasDem.

Maka, MKD tidak memberi sanksi tambahan karena merujuk pada putusan Mahkamah Partai Politik, yaitu menghindari pengulangan pemeriksaan atas perkara yang sama sesuai asas ne bis in idem.

“Merujuk pada putusan Mahkamah Partai Politik yang menurut Mahkamah Kehormatan Dewan sudah sangat tepat,” tutur Adang.

 

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • BNPB Pastikan Banjir dan Longsor Sumatra Belum Masuk Kategori Bencana Nasional

    BNPB Pastikan Banjir dan Longsor Sumatra Belum Masuk Kategori Bencana Nasional

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id -, Di tengah banjir bandang dan longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh, pemerintah memastikan bahwa status kejadian ini belum dinaikkan menjadi bencana nasional. Meski korban terus bertambah dan beberapa wilayah masih terisolasi akibat akses jalan terputus serta jaringan komunikasi lumpuh, BNPB menilai penanganan di tingkat provinsi masih bisa berjalan dengan dukungan penuh […]

  • 700 Jurnalis PHK di 2025, Alarm Merah bagi Masa Depan Demokrasi Indonesia

    700 Jurnalis PHK di 2025, Alarm Merah bagi Masa Depan Demokrasi Indonesia

    • calendar_month Kam, 8 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Industri media Indonesia tengah menghadapi ujian berat di tengah gempuran era digital. Perubahan pola konsumsi masyarakat dan migrasi besar-besaran iklan ke platform digital telah memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di berbagai perusahaan media ternama. Kompas TV menjadi yang terbaru melakukan PHK massal terhadap ratusan karyawannya. Tak kalah drastis, MNC Group melalui Global TV […]

  • Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez kini mengambil alih kepemimpinan negara sebagai pemimpin interim setelah Amerika Serikat (AS) menangkap dan menahan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026).

    Siapa Delcy Rodrigue? Pengganti Maduro yang Kini Dibidik Trump

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez kini mengambil alih kepemimpinan negara sebagai pemimpin interim setelah Amerika Serikat (AS) menangkap dan menahan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). Pengambilalihan ini menempatkan Rodriguez sebagai tokoh berpengaruh dalam transisi kekuasaan Venezuela di tengah tekanan internasional yang meningkat. Publik mengenal Rodriguez Lewatretorika anti-imperialis yang keras. Sikap itu membuat Maduro […]

  • Purbaya: Anggaran Bencana Ada, Tinggal BNPB Ajukan

    Purbaya: Anggaran Bencana Aman, BNPB Tinggal Ajukan Saja

    • calendar_month Kam, 4 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah memiliki anggaran yang memadai untuk menangani berbagai bencana di Indonesia. Meski tidak merinci jumlah pastinya, ia menyebut pendanaan disesuaikan dengan kebutuhan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Ia sampaikan saat acara Financial Forum 2025 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Pusat, Rabu (3/12/2025). “Kalau penanganan bencana, […]

  • ojol

    Ojol Versi Pemerintah, Benarkah Pengemudi dan Penumpang Lebih Untung?

    • calendar_month Ming, 14 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah memiliki wacana untuk ciptakan aplikasi transportasi online seperti ojek daring. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat Djoko Setijowarno. Djoko menilai langkah ini dapat menghadirkan banyak keuntungan, baik bagi pengemudi maupun masyarakat. Menurutnya, aplikasi milik pemerintah lebih memungkinkan menekankan aspek sosial dibanding sekadar […]

  • Apa Itu Red Notice Interpol? Memahami Kasus Riza Chalid

    Apa Itu Red Notice Interpol? Memahami Kasus Riza Chalid

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Divisi Hubungan Internasional Polri baru saja mengumumkan Riza Chalid masuk ke dalam Red Notice Interpol. Hal ini menandakan Riza Chalid sebagai buronan internasional. Penetapan ini merupakan upaya penyelesaian atas kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina Subholding serta Kontraktor Kerja Sama […]

expand_less