Breaking News

Pemprov DKI Tak Akan Lindungi Pelaku Kasus Beras Oplosan

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Jum, 25 Jul 2025

menalar.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi DKI tidak akan memberikan perlindungan kepada PT Food Station Tjipinang Jaya jika terbukti terlibat dalam kasus dugaan beras oplosan atau pelanggaran mutu.

Menurutnya, keterbukaan dan transparansi dalam persoalan ini sangat penting.

“Kalau ada kesalahan, kesengajaan, siapapun yang melakukan itu, kami tidak akan memberikan perlindungan kepada orang-orang yang melakukan itu, karena keterbukaan sekarang ini menjadi penting. Dan bagi Jakarta, apapun yang diputuskan oleh Bareskrim, kami akan mengikutinya,” kata Pramono saat ditemui di Stasiun Boulevard Utara Summarecon Mall LRT Jakarta Utara, Kamis (24/7/2025).

Ia juga menegaskan bahwa Pemprov DKI akan mendukung penuh proses hukum yang berjalan di Bareskrim Polri. “Apapun yang menjadi keputusan Bareskrim, pemerintah Jakarta dalam hal ini memberikan dukungan sepenuhnya,” lanjutnya.

Pemeriksaan oleh Bareskrim

Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polri mengungkap tiga produsen dan lima merek beras yang diduga melanggar standar mutu. Informasi ini disampaikan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri sekaligus Kepala Satgas Pangan, Brigjen Pol Helfi Assegaf.

Dalam keterangannya, Brigjen Helfi menyebut tiga produsen yang dimaksud, yakni PT PIM dengan merek Sania, PT FS dengan merek Ramos Merah, Ramos Biru, dan Ramos Pulen, serta Toko SY dengan merek beras Jelita dan Anak Kembar.

“Telah ditemukan dugaan peristiwa pidana. Untuk itu, status penyelidikan kita tingkatkan ke penyidikan,” ujar Helfi dalam konferensi pers di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga mengungkap bahwa sekitar 212 merek beras terindikasi melakukan pengurangan berat bersih hingga pengoplosan beras kualitas premium dengan kualitas rendah.

“Contoh, ada volume yang mengatakan 5 kilogram, padahal 4,5 kilogram,” ungkap Amran melalui sebuah video yang diterima Kompas.com, Sabtu (12/7/2025).

Amran mengingatkan bahwa praktik semacam ini berpotensi menimbulkan kerugian negara dalam jumlah besar, bahkan bisa mencapai Rp1.000 triliun jika berlangsung dalam jangka panjang.

“Katakanlah 10 tahun (praktik penipuan dilakukan), Rp 1.000 triliun. Kalau 5 tahun Rp 500 triliun. Ini kerugian,” lanjutnya.

Ia pun menyampaikan bahwa temuan ini telah dilaporkan kepada Kapolri dan Jaksa Agung, serta meminta agar produsen yang terbukti bersalah segera ditindak secara hukum.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekor Dolar AS Naik Hingga Rp16,860, BI Beri Penjelasan

    Rekor Dolar AS Naik Hingga Rp16,860, BI Beri Penjelasan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id., – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin melemah hingga mencetak rekor mencapai Rp16.872, pada Senin (12/1/2026). Turunnya nilai rupiah menjadi nilai terendah sepanjang sejarah Indonesia. Melansir Detikfinance, Bank Indonesia (BI) mengungkap faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan bahwa meningkatnya tekanan di pasar […]

  • AKBP

    Mantan Kapolres Ngada Hadapi Sidang Etik Kasus Pencabulan dan Pornografi

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Komisi Kode Etik Polri (KKEP) akan menyelenggarakan sidang terhadap mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, hari ini, Senin (17/3/2025). Sebelumnya, AKBP Fajar ditangkap dan diperiksa Propam Polri dan Polda NTT terkait kasus pencabulan anak, pornografi, dan penyalahgunaan narkoba. “Hari ini statusnya sudah jadi tersangka dan ditahan […]

  • Columbia

    Imbas Pro-Palestina, Columbia Bayar Rp3,6 Triliun ke Pemerintah AS

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Universitas Columbia telah menyetujui pembayaran lebih dari US$220 juta (Rp3,6 triliun) kepada pemerintahan Presiden Donald Trump. Pembayaran ini merupakan bentuk kompensasi untuk mengembalikan pendanaan federal di bidang riset yang sebelumnya ditangguhkan. Hal ini, dilakukan karena kekhawatiran pemerintah terkait meningkatnya kasus antisemitisme di lingkungan kampus. Alasan lain, kampus menegaskan komitmen untuk terciptanya atmosfer universitas […]

  • palestina

    Prancis-Kanada Kompak Akan Akui Palestina di Sidang Umum PBB

    • calendar_month Sab, 26 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Prancis dan Kanada secara resmi akan mengakui Palestina sebagai sebuah negara dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang akan digelar pada September 2025. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh para pemimpin kedua negara. Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut langkah ini sebagai bagian dari komitmen negaranya terhadap perdamaian global. “Sesuai dengan komitmen historisnya untuk perdamaian […]

  • Nadiem Makarim Tantang Kejaksaaan Agung

    Nadiem Makarim Tantang Kejaksaaan Agung

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Nadiem Makarim menantang Kejaksaan Agung untuk mengadakan pembuktian terbalik pada perkara dugaan korupsi pengadaan chromebook. Usai Nadiem menantang Kejaksaan Agung, akhirnya Kejaksaan Agung menanggapi tantangan yang Nadiem berikan. Anang Supriatna, Kepala Pusat Penerangan Kejaksaan Agung, menyatakan bahwa pihaknya siap menuruti semua proses hukum di persidangan dan menghargai hak yang Nadiem miliki sebagai seorang terdakwa. “Ya, […]

  • Alasan Amerika Serikat Serang Venezuela

    Alasan Amerika Serikat Serang Venezuela

    • calendar_month Ming, 4 Jan 2026
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Warga Caracas, ibu kota Venezuela, dikejutkan oleh suara ledakan keras yang dibarengi deru pesawat terbang rendah, Sabtu (3/1/2026) dini hari waktu setempat. Dari kejauhan, kobaran api tampak menjulang tinggi, sementara asap tebal membubung ke udara. Gelapnya dini hari pun tersapu cahaya merah menyala, menandai dimulainya serangan berskala besar yang mengguncang negara di Amerika Selatan […]

expand_less