Israel Bunuh Pemimpin Ali Khamenei, Iran: “Kami Akan Balas!”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 2 jam yang lalu

menalar.id,. – Media Iran Fars News Agency mengumumkan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei telah meninggal dunia. Saat itu, Khamenei berada di kantornya sambil etap mengemban tugasnya sebagai pemimpin.
Serangan gabungan pasukan Israel dan Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (28/2/2026) pagi disebut menjadi penyebab kematiannya. Dalam pernyataannya, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyampaikan kabar duka cita sekaligus menyatakan kesiapan untuk m’emballas serangan tersebut dengan keras.
“Kita telah kehilangan seorang pemimpin besar dan kita berduka atas kepergiannya,” demikian pernyataan tersebut, Minggu (1/3/2026), melansir dari CNBC Indonesia.
IIRGC menilai serangan itu sebagai pembunuhan berencana yang dilakukan oleh pihak yang mereka sebut sebagai teroris paling kejam dan algojo kemanusiaan.
“Tangan pembalasan bangsa Iran untuk hukuman yang berat, tegas, dan patut disesalkan bagi para pembunuh Imam Umat tidak akan melepaskan mereka,” kata IRGC.
Iran Siap Membalas Serangan
Melalui kanal Telegram resminya, IRGC juga menegaskan kesiapannya menghadapi berbagai konspirasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Mereka bahkan mengklaim akan segera meluncurkan operasi militer besar.
Pihaknya menegaskan siap untuk “tegas dalam menghadapi konspirasi domestik dan asing,” dan mengklaim “operasi ofensif paling ganas dalam sejarah angkatan bersenjata Republik Islam Iran akan segera dimulai,” sebagaimana disampaikan melalui kanal Telegram resmi.
Sebelumnya, media pemerintah Iran telah lebih dulu menyiarkan kabar wafatnya Khamenei dengan suasana penuh emosi. Seorang presenter televisi nasional terlihat menitikkan air mata saat membacakan pengumuman tersebut.
Kemudian, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Selain itu, Khamenei disebut sebagai martir akibat serangan yang dituding dilakukan “rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat”, pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat.
AS dan Israel Lebih Dulu Sampaikan Kabar Duka
Sebelum pengumuman resmi dari Iran, Presiden AS Donald Trump dan sejumlah pejabat Israel telah menyampaikan bahwa Khamenei tewas dalam serangan yang dilakukan kedua negara tersebut. Kepergian Khamenei menjadi peristiwa besar bagi Republik Islam Iran.
Ia memimpin negara itu sejak 1989, sekitar satu dekade setelah Revolusi Islam menggulingkan sistem monarki dan mengubah arah politik Timur Tengah. Media pemerintah Iran juga melaporkan bahwa sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban dalam serangan tersebut, termasuk anak perempuan, cucu perempuan, menantu perempuan, serta menantu laki-lakinya.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
