Breaking News

Defisit APBN 2026 Bakal Naik, Kebutuhan Pembiayaan Ikut Membengkak

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Rab, 31 Des 2025

menalar.id., – Pemerintah dan DPR sepakat menaikkan target defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Kesepakatan ini otomatis mendorong kebutuhan pembiayaan anggaran menjadi lebih besar.

Dalam Rapat Paripurna DPR ke-5, pada (23/9/2025), DPR bersama Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyetujui kenaikan target defisit APBN 2026 menjadi Rp689,15 triliun atau setara 2,68 % dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini naik dari target RAPBN 2026 yang sebelumnya ditetapkan Rp638,71 triliun atau 2,48% PDB.

Alasan Kenaikan Defisit APBN 2026

Kenaikan defisit terjadi karena kebutuhan belanja negara meningkat signifikan. Pemerintah menetapkan belanja negara 2026 sebesar Rp3.842,73 triliun, naik dari target awal Rp3.786,49 triliun.

Sementara itu, pendapatan negara hanya naik tipis menjadi Rp3.153,58 triliun dari sebelumnya Rp3.147,68 triliun dalam proyeksi. Kondisi ini membuat kebutuhan pembiayaan anggaran ikut membengkak untuk menutup selisih defisit.

“Diperlukan untuk nanti menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat, jadi enggak usah takut. Kita tetap hati-hati,” kata Purbaya, di Gedung Parlemen, pada (19/9/2025) saat menjelaskan kenaikan target defisit APBN 2026, Rabu (31/12/2025) melansir CNBC Indonesia.

Pemerintah Belum Publikasi APBN 2026

Meski DPR menyepakati UU APBN 2026 sejak September, pemerintah belum mempublikasikan rincian lengkapnya kepada publik. Hingga kini, pemerintah belum menyerahkan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) secara simbolis kepada kementerian dan lembaga.

Akibatnya, publik sulit mencari detail target pembiayaan APBN 2026. Padahal, komponen pembiayaan anggaran sangat krusial karena mencakup pembiayaan utang dan non-utang.

Pembiayaan non-utang, seperti investasi pemerintah dan pemberian pinjaman, berfungsi mengurangi total kebutuhan pembiayaan utang. Menanggapi keterlambatan penyerahan DIPA dan alokasi Transfer ke Daerah (TKD) 2026, Purbaya memberikan klarifikasi.

Ia menjelaskan seremoni penyerahan DIPA yang biasanya digelar awal Desember memang mengalami kemunduran.

“Kan ini upacaranya aja, nanti kita tunggu kapan Istana punya waktu. Bukan berarti pelaksanaannya APBN 2026 terhambat. Memang mundur dua minggu kan seremoninya. Tapi yang lain jalan,” ujar Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan.

Purbaya menyebut penyerahan DIPA semula dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 16 Desember 2025. Namun, agenda tersebut tertunda karena Presiden Prabowo Subianto harus memberikan pengarahan kepada sejumlah kepala daerah di Papua.

Jika merujuk pada dokumen Nota Keuangan RAPBN 2026 sebelum pengesahan UU APBN, pemerintah menargetkan pembiayaan anggaran sebesar Rp638,8 triliun untuk menutup defisit. Angka ini berasal dari penarikan utang Rp781,9 triliun dan pembiayaan lainnya Rp60,4 triliun.

Tak serta merta, pembiayaan tersebut setelah dikurangi oleh pembiayaan investasi Rp203,1 triliun dan pemberian pinjaman Rp400 miliar.

Daftar Pembiayan Utang Pemerintah

Target penarikan utang Rp781,9 triliun tersebut terdiri atas penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) neto sebesar Rp749,2 triliun dan pinjaman neto Rp32,7 triliun. Sebagai perbandingan, pembiayaan utang pemerintah dalam lima tahun terakhir menunjukkan fluktuasi:

  1. 2021: Rp870,5 triliun
  2. 2022: Rp696 triliun
  3. 2023: Rp404 triliun
  4. 2024: Rp558,1 triliun
  5. 2025 (outlook): Rp715,5 triliun
  6. RAPBN 2026: Rp781,9 triliun.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangun Kepedulian untuk Masyarakat, Sebanyak 20 Karyawan Pupuk Kujang Ikuti Program AKSI 2025 di Banyuwangi

    Bangun Kepedulian untuk Masyarakat, Sebanyak 20 Karyawan Pupuk Kujang Ikuti Program AKSI 2025 di Banyuwangi

    • calendar_month Rab, 27 Agu 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Sebanyak 20 Karyawan PT Pupuk Kujang termasuk ke dalam 100 karyawan Pupuk Indonesia Grup mengikuti program community action bertajuk “Ajang Kolaborasi Seluruh Insan (AKSI)” di Desa Sumbersewu, Kec. Muncar, Kab. Banyuwangi, Jawa Timur. Program yang dibuka oleh Direktur SDM & Umum PT Pupuk Indonesia (Persero), Tina T Kemala Intan, Minggu (17/8/2025) ini menjadi upaya […]

  • Tantangan Indonesia-Malaysia Sepakat Kelola Bersama Sengketa Blok Ambalat

    Tantangan Indonesia-Malaysia Sepakat Kelola Bersama Sengketa Blok Ambalat

    • calendar_month Ming, 29 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana menilai langkah Indonesia dan Malaysia mengelola bersama wilayah Laut Ambalat melalui skema joint development sebagai solusi pragmatis. Namun, pakar hukum ini mengingatkan tantangan utama terletak pada pembagian keuntungan ekonomi yang adil antara kedua negara. Hikmahanto menyampaikan pandangannya menanggapi kesepakatan eksplorasi bersama sumber daya alam di wilayah […]

  • Pemerintah Pusat Bakal Evaluasi Buntut Meninggalnya Siswa NTT

    Pemerintah Pusat Bakal Evaluasi Buntut Kasus Siswa Meninggal di NTT

    • calendar_month Jum, 6 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Sosial media kembali gembar setelah kasus meninggalnya siswa SD di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10). Tragedi ini pun mendorong pemerintah pusat hingga daerah memberikan perhatian khusus. YBR merupakan siswa kelas IV SD, ditemukan meninggal dunia setelah gantung diri. Menurut keterangan, penyebab peristiwa tersebut karena kekecewaan YBR kepada […]

  • Hasto Dapat Amnesti, KPK: Itu Kewenangan Presiden

    Hasto Dapat Amnesti, KPK: Itu Kewenangan Presiden

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini menyoroti soal usulan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti untuk Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto. Ketua KPK Setyo Budiyanto, menegaskan bahwa pemberian amnesti merupakan hak Presiden Republik Indonesia. “Itu kewenangan Presiden sesuai Pasal 14 UUD 1945,” ujar Setyo saat dihubungi wartawan, Kamis (31/7/2025) malam. Apabila diketahui, Pasal […]

  • Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melaporkan sebanyak 1.776 permohonan terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sepanjang 2025.

    Child Grooming Merajalela, LPSK Catat 1.776 Korban Sepanjang 2025

    • calendar_month Ming, 1 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) melaporkan sebanyak 1.776 permohonan terkait Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) sepanjang 2025. Dari jumlah tersebut, mayoritas pemohon merupakan korban anak, yakni sebanyak 1.464 orang. Wakil Ketua LPSK Sri Nurherwati pun menyampaikan data tersebut untuk menyoroti kerentanan anak yang kerap terjerat relasi dengan orang dewasa tanpa menyadari jika […]

  • Pemilu Kedepan, Azhar Adam: Semua Kader Golkar Hingga Ketua Umum Adalah Saksi di TPS

    Pemilu Kedepan, Azhar Adam: Semua Kader Golkar Hingga Ketua Umum Adalah Saksi di TPS

    • calendar_month Sab, 4 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sekretaris Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) Pusat Azhar Adam, menjadi pemateri dalam kegiatan Diklat Kader Muda Nasional Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) yang berlangsung di Kantor DPP Partai Golkar, pada Jumat (3/10/2025) sore. Dalam penyampaiannya, Azhar menjelaskan bahwa pembentukan BSNPG dilandasi oleh kebutuhan Partai Golkar untuk menghimpun, melatih, serta mengelola saksi dari […]

expand_less