Breaking News

BEM SI Soroti Amnesti dan Abolisi untuk Hasto dan Tom Lembong

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Jum, 1 Agu 2025

menalar.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) buka suara soal keputusan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan amnesti kepada Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto dan abolisi kepada Tom Lembong, terpidana kasus korupsi impor gula.

Koordinator Pusat BEM SI Muzammil Ihsan, menyebut langkah ini sebagai bagian dari rekonsiliasi besar-besaran di skema politik nasional. Ia menilai, bukannya memperkuat demokrasi, kebijakan semacam ini justru berisiko membungkam oposisi.

“Di mana mereka merangkul semua pihak dan dijalankan dalam kerangka membangun stabilitas politik,” ujar Muzammil pada Jumat 1/8/2025.

Menurutnya, meskipun tidak ingin menilai benar atau salahnya kasus hukum Tom Lembong, namun keputusan semacam ini berpotensi membuka ruang praktik politik balas budi. Jika terus terjadi, kata dia, maka suara-suara kritis bisa makin diredam dan demokrasi akan kehilangan daya kontrol.

“Kekuasaan yang tidak diawasi secara kritis berpotensi menimbulkan oligarki baru yang membahayakan masa depan demokrasi Indonesia,” lanjutnya.

Muzammil menekankan bahwa pengampunan hukum seperti amnesti atau abolisi seharusnya tetap berpijak pada prinsip keadilan dan kepentingan publik, bukan demi merapikan barisan kekuasaan. BEM SI menegaskan tetap menjadi bagian dari suara kritis untuk memastikan hukum berjalan adil dan tidak tunduk pada tekanan politik.

“Barisan mahasiswa akan terus berada di barisan terdepan untuk memastikan hukum tidak tunduk pada kekuatan politik mana pun,” tegas Muzammil.

Abolisi dan Amnesti, Apa Bedanya?

Pada Kamis (31/7/2025), DPR menyetujui permohonan amnesti untuk Hasto dan abolisi untuk Tom Lembong yang diajukan Presiden lewat surat resmi tertanggal 30/7/2025.

Untuk diketahui, amnesti adalah pengampunan atau penghapusan hukuman untuk seseorang atau kelompok, biasanya terkait kasus pidana tertentu. Sementara abolisi menghapus peristiwa pidananya, seolah-olah tidak pernah terjadi.

Istana: Demi Persatuan Bangsa

Pihak Istana Kepresidenan menyebut keputusan ini bagian dari komitmen Presiden Prabowo untuk menjaga persatuan nasional. Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro, mengatakan Presiden akan mengambil kebijakan yang bisa mempererat seluruh elemen bangsa.

“Jadi misalkan pemberian abolisi, amnesti, atau juga kebijakan lain yang bisa dimaknai dan bisa menjadi faktor mempererat, mempersatukan, seluruh elemen bangsa akan dilakukan oleh Bapak Presiden,” kata Juri, Jumat.

Setelah surat Keputusan Presiden ditandatangani, baik Tom Lembong yang divonis 4,5 tahun, maupun Hasto yang divonis 3,5 tahun, akan bebas dari hukuman dan bisa meninggalkan penjara

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bayang Jokowi Menguat di Kongres PSI Solo

    Bayang Jokowi Menguat di Kongres PSI Solo

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan menggelar kongres akhir pekan depan di Solo, Jawa Tengah. Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan ketua umum baru. Lokasi kongres yang dipilih memunculkan spekulasi soal masih kuatnya pengaruh Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) terhadap partai tersebut. Kongres bakal berlangsung di kampung halaman Jokowi, dan salah satu tempat yang digunakan […]

  • Akademikus Serentak Kritik Pasal KUHAP yang Bernada Mengancam Peneliti

    Akademikus Serentak Kritik Pasal KUHAP yang Bernada Mengancam Peneliti

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Presidium KAUKUS Indonesia untuk Kebebasan Akademik (KIKA) Herdiansyah Hamzah menilai, pengesahan Revisi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hari Ini mengandung substansi pasal bermasalah. Banyak pasal-pasal yang berpotensi mengancam hak asasi manusia, seperti kepastian hukum dan kebebasan akademik masyarakat. “Pengesahan RUU KUHAP tidak hanya mengancam masyarakat sipil. […]

  • PN

    Ricuh! Polisi dan Pendukung Khariq Anhar Cekcok Saat Sidang Praperadilan

    • calendar_month Sen, 27 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sidang praperadilan kembali digelar atas aktivis sekaligus mahasiswa Khariq Anhar, Senin (27/10/2025). Namun, malah terjadi bentrokan antara aktivis dengan kepolisian, di Pengadilan Negeri (PN), Jakarta Selatan. Seorang anggota kepolisian sempat terlibat adu mulut dengan pengunjung sidang yang menyuarakan dukungan bagi Khariq. Insiden bermula ketika hakim tunggal Sulistyanto Rokhmad Budiharto menolak dua gugatan praperadilan […]

  • Syuriyah Umumkan Pemberhentian Gus Yahya, Gus Yahya: Saya Masih Resmi Menjabat

    Syuriyah Umumkan Pemberhentian Gus Yahya, Gus Yahya: Saya Masih Resmi Menjabat

    • calendar_month Rab, 26 Nov 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id -, Syuriyah PBNU menyatakan memecat Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf per Rabu, 26 November 2025. Keputusan itu tercantum dalam Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang ditandatangani Wakil Rais Aam Afifuddin Muhajir dan Katib PBNU Ahmad Tajul Mafakhir pada Selasa (25/11/2025/. Surat tersebut menyebut Yahya tidak lagi berstatus sebagai ketua umum sejak pukul 00.45 WIB. […]

  • China Luncurkan Drone Nyamuk untuk Spionase

    China Luncurkan Drone Nyamuk untuk Spionase

    • calendar_month Jum, 27 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Universitas Teknologi Pertahanan Nasional China (NUDT), ciptakan inovasi drone berukuran nyamuk untuk keperluan spionase. Kini, pemerintah China turut mengawasi langsung proses pengembangan drone ultra mini tersebut. Saluran militer resmi China bernama CCTV 7 turut menayangkan penampakan drone kecil ini seperti dilansir oleh Economic Times, Jumat (27/6/2025). Para pengembang menyebut drone ini bisa terbang […]

  • Dukungan Rektor UI Jelang Demo Mahasiswa

    Dukungan Rektor UI Jelang Demo Mahasiswa

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id.,- Rektor Universitas Indonesia (UI) Heri Hermansyah meminta massa mahasiswa untuk saling mendukung dan menjaga dalam melakukan aksi demo, pada Jumat (29/8/2025). “Saya sebagai Bapak berharap nanti tidak ada satu apa pun. Jangan tercerai-berai dari barisan saya titip, kakak-kakaknya saya titip saling tolong-menolong. Kalau ada apa-apa nomor telepon saya, saya akan bantu,” ujar Heri ke […]

expand_less