Breaking News

Bahlil Soroti Kerusakan Lingkungan sebagai Penyebab Banjir Aceh-Sumatra

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Sab, 29 Nov 2025

menalar.id -, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menilai banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terjadi karena kerusakan lingkungan. Ia menyampaikan duka cita atas korban jiwa dan meminta pemerintah menjadikan kejadian ini sebagai momentum memperbaiki tata kelola industri agar lebih berorientasi lingkungan.

“Sudah saatnya untuk melakukan penataan kembali terhadap semua sistem regulasi yang terkait dengan usaha, yang ada kaitannya dengan lingkungan,” kata Bahlil di kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (28/11/2025).

Bahlil mengatakan ia akan memperketat mekanisme pengelolaan tambang untuk mengurangi dampak negatif terhadap ekologi. Ia meyakini pengelolaan tambang bisa berjalan sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Saya khususnya di sektor pertambangan akan melakukan tindakan, langkah-langkah yang terukur untuk bagaimana bisa menjaga pengelolaan tambang kita yang ramah lingkungan,” ujarnya. Ia juga memastikan kebijakan itu tidak akan mengganggu lifting minyak dan gas.

Koordinasi Penanganan Bencana

Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan bahwa Golkar akan menggelar rapat koordinasi dengan kader daerah untuk menangani banjir dan longsor. Ia menyebut salah satu masalah mendesak adalah listrik yang terputus.

Menurut Bahlil, pemerintah berupaya memulihkan aliran listrik dan mengirim sebagian tower tiang listrik menggunakan pesawat Hercules karena jalur darat rusak. “Saya koordinasi terus sama PLN, saya langsung juga berkomunikasi dengan tim. Jadi sebagian tower tiang listrik ini kita kirim pakai Hercules,” katanya.

Bahlil menjelaskan sebagian material itu sudah tiba di lokasi dan mulai dipasang. Ia menegaskan pemerintah bergerak cepat agar listrik kembali menyala. “Jalan di sana kan putus, jadi langkah pertama yang kita lakukan adalah bagaimana percepatan untuk aliran listrik bisa nyala,” ujarnya.

Dampak Infrastruktur Menurut PUPR

Kementerian Pekerjaan Umum juga mencatat kerusakan infrastruktur akibat bencana ini. Wakil Menteri PUPR Diana Kusumawati mengatakan banjir dan longsor merusak sejumlah jembatan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Saat ini kami mengidentifikasi ada empat jembatan yang terputus,” katanya usai rapat di kantor BNPB. Namun ia belum merinci lokasi jembatan yang terdampak.

BNPB: Hujan Ekstrem Picu Banjir

BNPB mencatat curah hujan ekstrem memicu banjir dan longsor di beberapa kota dan kabupaten. Kepala Pusat Data BNPB, Abdul Muhari, menyebut banjir dua hari terakhir mengalir deras dan menghantam rumah warga. “Arus air juga membawa material seperti lumpur, batang pohon, puing bangunan, dan sampah rumah tangga,” katanya dalam keterangan tertulis.

Akses jalan ke sejumlah wilayah serta jaringan listrik dan komunikasi ikut terputus. Kondisi ini memperberat proses evakuasi dan penanganan darurat.

Pengalaman Pribadi Bahlil soal Tambang dan Hutan

Di acara terpisah, Bahlil mengaku memiliki rasa bersalah karena pernah berkecimpung di industri tambang dan kayu. Pernyataan itu ia sampaikan dalam diskusi “Aksi Nyata untuk Bumi Lestari” di kantor DPP Golkar. “Saya juga merasa bersalah. Karena waktu saya jadi pengusaha dulu, saya kebetulan usaha saya dulunya main kayu sama tambang. Yang semua urusannya pasti nebang pohon,” ucapnya pada Jumat (28/11).

Menurut Bahlil, bisnis yang tidak mengutamakan perspektif lingkungan dapat merusak alam dan menimbulkan bencana. “Hari ini yang terjadi, karena longsor, karena penggundulan hutan. Banjir, juga mengalami hal yang sama,” ujarnya.

Ia menilai bencana di Aceh hingga Sumatra Barat harus mendorong diskusi yang lebih serius mengenai kelestarian lingkungan.

Kebijakan Lingkungan di Kementerian ESDM

Bahlil mengatakan pengalamannya di sektor tambang menjadi dasar dalam merumuskan kebijakan di Kementerian ESDM. Ia mengeklaim kementeriannya kini memperketat perizinan pertambangan. “Ketika saya diberikan amanah untuk menjadi Menteri ESDM kemarin, maka kami melakukan penataan secara totalitas terhadap proses penambangan yang betul-betul ramah terhadap lingkungan,” ujar dia.

Ia menjadikan amdal sebagai syarat utama dalam setiap proses perizinan. “Amdalnya harus sudah diperketat. Karena kalau tidak ini berbahaya sekali,” katanya.

Bahlil juga menyebut hasil tinjauan udara menunjukkan beberapa perusahaan telah melakukan reklamasi lahan bekas tambang. “Kalau belum (direklamasi), waduh. Maka kemudian itulah yang mendorong kami untuk melakukan penataan secara komprehensif,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintah mewajibkan perusahaan tambang menyiapkan jaminan biaya reklamasi sebelum operasi berjalan. Ia menilai kebijakan itu penting agar perusahaan tidak meninggalkan kerusakan setelah menambang di kawasan hutan.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Denmark

    Jadwal Denmark Open 2025 Hari ini: 7 Wakil Indonesia Berlaga pada Babak 16 Besar

    • calendar_month Kam, 16 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Indonesia berhasil menempatkan tujuh wakilnya ke babak 16 besar pada Denmark Open 2025. Adapun jadwal pertandingan turnamen tersebut untuk hari ini, Kamis (16/10/2025). Dari sektor ganda putra, ada tiga pasangan Indonesia yang akan berlaga. Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri menghadapi pasangan tuan rumah Daniel Lundgaard/Mads Vestergaard. Sementara, Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani berhadapan […]

  • Pigai Sebut Keracunan MBG Bukan Pelanggaran HAM, Pemerintah Dinilai Lalai

    Pigai Sebut Keracunan MBG Bukan Pelanggaran HAM, Pemerintah Dinilai Lalai

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id., – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menegaskan bahwa kasus keracunan massal dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak bisa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Ia menilai ribuan siswa yang mengalami keracunan tidak memenuhi unsur pelanggaran hak asasi, karena negara tidak lalai maupun sengaja membiarkan peristiwa itu terjadi. Pigai memberi contoh sederhana untuk menjelaskan pandangannya. […]

  • Banten Darurat Bullying: Dilema Antara Predikat Layak Anak dan Kenyataan Nyata di Lapangan

    Banten Darurat Bullying: Dilema Antara Predikat Layak Anak dan Kenyataan Nyata di Lapangan

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Provinsi Banten selalu mendapatkan prestasi sebagai wilayah yang memiliki kepedulian terhadap hak dan keselamatan anak. Semenjak kelahirannya pada tahun 2001, Provinsi ini telah mendapatkan predikat Provinsi Layak Anak sebanyak lima kali dan terakhir diterima pada tahun 2025 dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Sebuah predikat yang seharusnya dibuktikan dengan peningkatan […]

  • Jaga Keamanan Rumah, Kapolri Siapkan Patroli Khusus Pemudik

    Jaga Keamanan Rumah, Kapolri Siapkan Patroli Khusus Pemudik

    • calendar_month Sab, 29 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah kosong untuk melapor ke polisi terdekat. Langkah ini membantu polisi mendata dan mengawasi rumah-rumah tersebut melalui patroli, sekaligus mencegah potensi kriminalitas. Pelayanan Keamanan Khusus Periode Mudik “Kami mengimbau warga yang bepergian untuk melapor ke pos polisi terdekat agar kami bisa mengamankan […]

  • Terkejut Tarif Cukai Rokok Capai 57%, Purbaya: “Firaun Lu!”

    Terkejut Tarif Cukai Rokok Capai 57%, Purbaya: “Firaun Lu!”

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, mengaku terkejut saat mengetahui besaran tarif cukai hasil tembakau (CHT) yang mencapai rata-rata 57%. Saking kagetnya, ia bahkan menyebut istilah “Firaun”. “Saya tanya, cukai rokok berapa sekarang? 57%? Wah, tinggi banget, Firaun lu,” ucap Purbaya di kantornya, Jakarta, Sabtu (20/9/2025). Menurutnya, tingginya tarif justru menekan penerimaan negara. Sebab, […]

  • Pengelola Masjid Syuhada Yogya Protes Aktivitas Street Coffee di Sekitar Masjid

    Masjid Syuhada Yogyakarta Protes Aktivitas Street Coffee di Depan Masjid

    • calendar_month Sel, 25 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Pengelola Masjid Syuhada, di Kotabaru, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengeluhkan operasional street coffee yang berlokasi di depan rumah ibadahnya. Melalui akun Instagram @masjidsyuhada, pengurus masjid membagikan foto-foto kegiatan street coffee yang dinilai bertentangan dengan nilai-nilai Islam. “Kami tidak bermaksud menyamaratakan semua street coffee dengan pergaulan bebas, tapi kami menyoroti khusus yang […]

expand_less