Breaking News

Lazismu Kerjasama dengan BCA Permudah Pembayaran ZIS

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Sel, 25 Mar 2025

menalar.id – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) resmi menjalin kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dalam pengembangan sistem pembayaran Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) melalui aplikasi MyBCA pada Jum’at (21/3).

Seremoni penandatanganan kerja sama ini berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Jakarta, dihadiri Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat Ahmad Imam Mujadid Rais, Presiden Direktur BCA Antonius Widodo Mulyono.

Kolaborasi ini bukan kali pertama antara BCA dan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Sebelumnya, BCA telah bekerja sama dalam berbagai bidang, termasuk sektor pendidikan serta produksi film “Ir. Djuanda: Pemersatu Laut Indonesia”, hasil kolaborasi antara Muhammadiyah dan BCA.

Muhadjir Effendy, menegaskan bahwa BCA sebagai bank swasta terbesar di Indonesia merupakan mitra yang tepat bagi Muhammadiyah, yang kini menjadi organisasi filantropi keagamaan terbesar ke-4 di dunia.

“Dengan potensi yang dimiliki, Muhammadiyah berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama, terutama dalam mendukung pilar ekonomi, sebagaimana telah ditetapkan dalam Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar tahun 2015,” tuturnya.

Sementara Mujadid Rais, mengapresiasi kerja sama ini dan menekankan pentingnya sinergi antara lembaga filantropi dan sektor perbankan.

“Saat ini, sudah ada lebih dari 8 juta pengguna MyBCA dan lebih dari 40 juta rekening yang terdaftar di BCA. Dengan keterlibatan Lazismu dalam ekosistem MyBCA, ini menjadi langkah strategis dalam memperluas jangkauan serta mempermudah masyarakat dalam menunaikan ZIS,” ujarnya.

Direktur BCA, Antonius Widodo Mulyono, menyampaikan bahwa BCA telah menjalin berbagai sinergi dengan Muhammadiyah, terutama di bidang pendidikan. Kini, melalui kolaborasi dengan Lazismu, BCA ingin turut memperkuat ekosistem zakat, infak, dan sedekah di Indonesia dengan menghadirkan sistem pembayaran digital yang lebih mudah dan aman.

Melalui kerja sama ini, masyarakat kini memiliki akses yang lebih mudah untuk menunaikan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) secara digital melalui MyBCA. Diharapkan, inisiatif ini dapat meningkatkan kesadaran serta partisipasi masyarakat dalam berbagi dan mendukung berbagai program sosial dan kemanusiaan yang dikelola oleh Lazismu.

BCA dan Lazismu optimistis bahwa langkah ini tidak hanya memperkuat ekosistem digital dalam pembayaran zakat, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang lebih luas untuk kesejahteraan umat dan bangsa.

  • Penulis: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ASEAN

    RI Siap Kawal Timor Leste Jadi Anggota Penuh ASEAN

    • calendar_month Jum, 1 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Nasir (Tata), menegaskan Indonesia mendukung upaya Timor Leste untuk menjadi anggota tetap Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). Pernyataan ini disampaikan saat acara Pidato Kebijakan (policy speech) Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta, di Sekretariat ASEAN, Jumat (1/8/2025). “Indonesia telah berada di garis terdepan dalam mendukung aspirasi Timor […]

  • Menhub Rencana Naikkan Tarif Ojol 15 Persen

    Menhub Rencana Naikkan Tarif Ojol 15 Persen

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi berencana menaikkan tarif ojek online sebesar 15 persen. Dirjen Perhubungan Darat Aan Suhanan menyampaikan, aturan kenaikan tarif itu sedang difinalisasi dan kemungkinan terbit dalam waktu dekat, Jakarta (30/6/2025). “Kami sudah melakukan pengkajian dan sudah final untuk perubahan tarif, terutama roda dua, itu ada beberapa kenaikan,” jelas Aan. “Bervariasi, kenaikan yang […]

  • AKBP

    Mantan Kapolres Ngada Hadapi Sidang Etik Kasus Pencabulan dan Pornografi

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) Komisi Kode Etik Polri (KKEP) akan menyelenggarakan sidang terhadap mantan Kapolres Ngada, AKBP Fajar Widyadharma Lukman Sumaatmaja, hari ini, Senin (17/3/2025). Sebelumnya, AKBP Fajar ditangkap dan diperiksa Propam Polri dan Polda NTT terkait kasus pencabulan anak, pornografi, dan penyalahgunaan narkoba. “Hari ini statusnya sudah jadi tersangka dan ditahan […]

  • Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi Maupun Koalisi di Era Prabowo

    Megawati Tegaskan PDIP Bukan Oposisi Maupun Koalisi di Era Prabowo

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menegaskan posisi politik partainya di periode pemerintahan Prabowo Subianto. Dalam pidato perdananya sebagai ketua umum terpilih untuk 2025-2030, Megawati menyebut partainya tidak berada di jalur oposisi maupun koalisi. “PDI Perjuangan tidak memposisikan sebagai oposisi dan juga tidak semata-mata membangun koalisi kekuasaan,” kata Megawati saat […]

  • JK Sebut Tarif Impor AS Hanya Tekanan Politik, Dampak Nyata Minim

    JK Sebut Tarif Impor AS Hanya Tekanan Politik, Dampak Nyata Minim

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id – Mantan Wapres Jusuf Kalla (JK) menyatakan kebijakan tarif impor Amerika Serikat sebesar 32% tidak akan memberikan dampak besar bagi Indonesia. Menurutnya, kebijakan ini hanya bentuk tekanan politik dari Presiden Donald Trump. Hanya Isu Politik “Itu isu politik saja. Dampaknya bagi Indonesia tidak besar. Jangan berlebihan khawatir seakan dunia mau kiamat,” ujar JK di […]

  • Revisi UU TNI: Perluasan Peran Militer atau Ancaman Supremasi Sipil?

    Revisi UU TNI: Perluasan Peran Militer atau Ancaman Supremasi Sipil?

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Panglima TNI, Jenderal TNI Agus Subiyanto, menegaskan bahwa TNI tetap menjunjung tinggi supremasi sipil dalam mengatur penempatan prajurit TNI aktif di kementerian dan lembaga. Mantan KSAD ini menjelaskan bahwa beberapa alasan mendasari mengapa TNI tetap menjunjung supremasi sipil meskipun posisi kementerian dan lembaga yang diperuntukkan bagi TNI aktif bertambah dari 10 menjadi 15. Kebutuhan […]

expand_less