Breaking News

PPB Akan Pangkas 6.900 Karyawan Gegara Efisiensi Besar AS

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 1 Jun 2025

menalar.id – Sekretaris Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antoni Guterres kan memangkas anggaran sebesar 20% atau sekitar US$ 3,7 miliar. Karena kebijakan tersebut, sekitar 6.900 karyawan berpotensi akan di Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Langkah tersebut tertuang dalam memo internal yang telah disampaikan kepada seluruh karyawan.

PBB telah memerintahkan setiap unit untuk menyerahkan rencana efisiensi paling lambat 13 Juni 2025. Nantinya, kebijakan ini akan berlaku mulai 1 Januari 2026, bersamaan dengan siklus anggaran baru.

Menurut data Reurers, pada Sabtu (31/5/2025), krisis keuangan yang berakibat pada PHK karyawan ini bersumber dari Amerika Serikat (AS). Donald Trump, Presiden AS telah memangkas bantuan luar negeri secara besar-besaran, sehingga masih ada tunggakan iuran tahunan senilai hampir US$ 1,5 miliar.

Pengawas Keuangan PBB, Chandramouli Ramanathan, berkata bahwa efisiensi ini merupakan bagian dari kajian bertajuk UN80, yang telah diterapkan sejak Maret. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan upaya ambisius untuk menjadikan PBB lebih relevan dalam menghadapi tantangan global abad ke-21.

“Kita harus bergerak cepat dan kompak. Saya mengandalkan kerja sama seluruh tim untuk menjalankan langkah-langkah ini,” ujar Ramanathan dalam memo tersebut.

Antonio Guterres, menegaskan rencana perombakan besar lembaga. Ia berencana menggabungkan sejumlah departemen, memindahkan staf ke kota dengan biaya operasional lebih rendah, memangkas birokrasi, serta mengalihkan sumber daya ke wilayah-wilayah prioritas.

“Situasi ini penuh tantangan, tapi juga membuka peluang besar. Namun, kita tidak boleh menunda keputusan sulit yang harus diambil sekarang,” tegas Guterres dalam pengarahan publik kepada diplomat, (12/5).

AS dan China Biang Kericuhan PHK

Kegagalan AS untuk membayar iurannya telah menekan likuiditas PBB. Selain itu, China yang rutin terlambat membayar juga memperparah kondisi. Kedua negara tersebut menjadi penyumbang lebih dari 40% dana operasional PBB.

Trump bahkan menarik ratusan juta dolar dari anggaran kebijakan. Akibatnya, puluhan program kemanusiaan mendadak terhenti dan memicu risiko kematian di berbagai wilayah terdampak.

Pada April lalu, Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) mengumumkan akan memotong 20% stafnya guna menutup defisit senilai US$ 58 juta. Kepala OCHA, Tom Fletcher, menyampaikan kabar ini langsung kepada para pegawai.

Sejumlah diplomat menilai, Guterres sengaja menunjukkan kesiapan untuk memangkas anggaran demi menekan pemerintahan AS agar tidak mencabut pendanaan secara total.

“Dia berharap pemangkasan ini bisa melembutkan sikap Washington,” kata Richard Gowan, analis urusan PBB.

“Tapi ada kemungkinan AS tetap tidak akan mengubah keputusan, bahkan setelah melihat upaya efisiensi tersebut,” tambahnya.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • puan

    Puan Angkat Suara Soal Demo: DPR Siap Nampung Seluruh Aspirasi

    • calendar_month Sen, 25 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua DPR RI Puan Maharani menyatakan bahwa pihaknya siap menampung seluruh aspirasi yang disampaikan massa aksi di depan gedung DPR, Jakarta, Senin (25/8/2025). Ia juga mengingatkan agar penyampaian pendapat dilakukan dengan tetap saling menghormati. ”Ya kami akan tetap menampung semua aspirasi, masukan dari masyarakat dan kami minta masukan dari semua masyarakat untuk membantu […]

  • Argentina Armenia Azerbaijan Bahrain Belarus Mesir Hungaria Indonesia Yordania Kazakhstan Kosovo Maroko Pakistan Qatar Arab Saudi Turki Uni Emirat Arab Uzbekistan Vietnam Sementara itu, negara-negara yang menolak bergabung untuk saat ini adalah: Prancis Norwegia Slovenia Swedia Adapun negara dan entitas yang telah diundang namun belum menyatakan komitmen antara lain: Inggris China Kroasia Jerman Italia Komisi Eksekutif Uni Eropa Paraguay Rusia Singapura Ukraina

    Trump Minta Rp16,7 Triliun untuk BoP, Menkeu: “Kemungkinan dari APBN”

    • calendar_month Kam, 29 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kemungkinan negara akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk iuran ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Adapun jumlah dana yang akan diberikan mencapai US$ 1 miliar atau sekitar Rp16,7 triliun. Meski demikian, hingga kini Presiden Prabowo Subianto belum memberikan arahan resmi terkait […]

  • PN Jakarta Pusat vonis Ira Puspadewi 4,5 tahun

    PN Jakarta Pusat vonis Ira Puspadewi 4,5 tahun

    • calendar_month Sel, 25 Nov 2025
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memvonis Mantan Direktur Utama PT ASDP Indonesia ferry Ira Puspadewi dengan 4,5 tahun penjara, pada Minggu (23/11/2025). Ira terjerat kasus akuisisi Kerja Sama Usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (JN). Melansir CNN Indonesia, Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengatakan bahwa Ira terbukti bersalah karena […]

  • Anggota Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni kembali menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse. Pengumuman atas kembali dirinya muncul dalam rapat pleno pelantikan pimpinan Komisi III DPR RI, Kamis (19/2/2026).

    Sanksi Diringankan? Ahmad Sahroni Balik ke Komisi III DPR

    • calendar_month Kam, 19 Feb 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Anggota Fraksi Nasdem Ahmad Sahroni kembali menjadi Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse. Pengumuman atas kembali dirinya muncul dalam rapat pleno pelantikan pimpinan Komisi III DPR RI, Kamis (19/2/2026). “Ahmad Sahroni akan ditetapkan sebagai Wakil Ketua Komisi III DPR RI menggantikan Rusdi Masse. Untuk itu kami sebagai pimpinan rapat akan […]

  • Lonjakan Kasus TPPO: LPSK Terima 398 Permohonan Perlindungan dalam 6 Bulan

    Lonjakan Kasus TPPO: LPSK Terima 398 Permohonan Perlindungan dalam 6 Bulan

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mencatat sebanyak 398 permohonan perlindungan dari korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) sepanjang Januari hingga Juni 2025. Angka ini diprediksi akan terus bertambah dalam waktu dekat. “Pada Januari sampai Juni, permohonan khusus TPPO yang masuk baru 398 orang. Bisa jadi minggu depan sudah naik jadi 600,” ujar Wakil […]

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025).

    Trump Hantam BRICS! Tarif Tambahan 10% Mulai Diberlakukan

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025). Trump menuding negara-negara tersebut mendukung kebijakan yang dianggap anti-Amerika, sehingga semua negara pendukung BRICS akan menerima sanksi perdagangan tanpa pengecualian. “Setiap negara yang mendukung […]

expand_less