Kasus Mens Rea, PKS: “Kritik Lewat Komedi Itu Vitamin Demokrasi”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Sen, 12 Jan 2026

menalar.id,. – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid merespons pelaporan komika Pandji Pragiwaksono ke kepolisian oleh sejumlah pihak. Ia menilai kritik yang Pandji sampaikan melalui pertunjukan Mens Rea berbalut komedi merupakan bagian wajar dari praktik demokrasi di ruang publik.
Karena itu, Kholid meminta pihak pelapor menyikapi persoalan tersebut secara jernih dan proporsional. Ia menegaskan bahwa kritik, termasuk lewat komedi memiliki fungsi penting dalam kehidupan demokratis.
“Kritik itu seperti vitamin bagi demokrasi. Terkadang rasanya pahit, tidak selalu menyenangkan, tetapi justru dibutuhkan agar demokrasi tetap sehat dan tidak kehilangan arah,” ujar Kholid, Senin (12/1/2026).
Kholid menjelaskan bahwa dalam masyarakat demokratis, komedi, satire, dan berbagai bentuk ekspresi artistik menjalankan peran sosial yang signifikan. Ia menilai ekspresi semacam itu bukan ancaman, melainkan mekanisme sosial untuk menyampaikan gagasan, refleksi, dan kritik, selama tidak mengandung ujaran kebencian, fitnah, maupun ajakan kekerasan.
“Komedi pada dasarnya adalah seni untuk membuat orang tertawa. Namun lebih dari itu, komedi juga membantu mencairkan suasana kebatinan publik, menjaga kesehatan mental masyarakat, serta membuka ruang dialog yang lebih relaks di tengah tekanan kehidupan sehari-hari,” ujar Kholid.
Anggota DPR tersebut menekankan perlunya kehati-hatian dalam merespons kritik yang muncul di ruang publik. Ia berharap setiap proses yang berjalan tetap menjunjung prinsip proporsionalitas, keadilan, serta penghormatan terhadap hak-hak konstitusional warga negara.
“Indonesia yang kuat adalah Indonesia yang mampu tersenyum, berdialog, dan belajar dari kritik bukan Indonesia yang mudah tersinggung dan tergesa-gesa mempersoalkan perbedaan pendapat,” pungkas Kholid.
Pandji Pragiwaksono Dilaporkan
Sebelumnya, Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) dan Aliansi Muda Muhammadiyah melaporkan komika Pandji Pragiwaksono ke Polda Metro Jaya pada Kamis (8/1/2026) dini hari. Pelapor menuduh Pandji melakukan penghasutan dan penistaan agama dalam pertunjukan stand up comedy Mens Rea.
Polisi mencatat laporan itu dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA. Ketua Aliansi Muda Muhammadiyah Tumada membenarkan keterlibatan organisasinya dalam pelaporan tersebut.
Tumada menjelaskan bahwa laporan bermula dari perbincangan publik yang ramai terkait Mens Rea Pandji Pragiwaksono di platform streaming Netflix. Ia menyebut sebagian ucapan Pandji menyinggung perasaan kader Muhammadiyah, sehingga mendorong pihaknya menempuh jalur hukum.
Namun, Tumada menegaskan bahwa laporan tersebut tidak bertujuan langsung untuk memidanakan Pandji. Ia menyatakan pelaporan dilakukan sebagai bentuk evaluasi melalui mekanisme hukum yang berlaku.
“Langkah yang kami tempuh itu bukan semata-mata untuk pemidanaan. Melainkan sebagai mekanisme klarifikasi dan evaluasi melalui jalur yang sah. Maka kami menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menilai sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Mada, Jumat (9/1/2026) melansir Kompascom.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
