Breaking News

Bea Cukai Usut Rokok Ilegal Akibat Industri Tembakau Menurun

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Rab, 18 Jun 2025

menalar.id – Kini, industri tembakau dalam negeri sedang merosot jatuh akibat maraknya rokok ilegal. Direktoral Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) pun membentuk satuan tugas (satgas) untuk mencegah hal itu.

“Insyaallah saya akan melakukan membentuk satgas, satgas pencegahan rokok ilegal dan cukai rokok,” ujar Djaka pada konferensi pers APBN KITA Juni 2025 di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Dirjen Bea Cuka Djaka Budhi Utama berkata bahwa pemerintah tak tinggal diam soal peredaran rokok ilegal. Kendati, ia mengakui memang ada penurunan jumlah penindakan rokok ilegal 13,2%.

Demikian, jumlah rokok ilegal yang telah diamankan meningkat signifikan. Bea Cukai berhasil menyita 285,81 juta batang rokok ilegal, naik 32% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024.

“Dalam mengatasi peredaran rokok ilegal, kita terus melakukan operasi dengan melakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia. Dan ke depannya tentunya itu tidak akan pernah berhenti kita lakukan,” ujar Djaka.

Tanggapan Bupati Temanggung

Sementara itu, Bupati Temanggung Agus Setyawan mengungkap bahwa perusahaan besar, seperti PT Gudang Garam Tbk menghentikan pembelian tembakau dari petani Temanggung. Keputusan tersebut membuat harga tembakau pun anjlok.

Kepala Desa Purbasari Pujiyono menanggapi apabila tembakau grade D atau G yang biasanya dihargai Rp100 ribu–Rp120 ribu per kg, kini hanya laku Rp80 ribu–Rp100 ribu per kg.

Harga tembakau dengan grade lebih rendah juga ikut turun, dari Rp60 ribu–Rp70 ribu per kg menjadi Rp50 ribu–Rp60 ribu per kg.

Produksi Rokok Memang Telah Menurun

Askolani eks Dirjen Bea Cukai ikut menyoroti saat rapat pendapat bersama Komisi XI di DPR, pada Rabu (7/5). Ia menjelaskan bahwa produksi rokok menurun sebesar 4,2%  sepanjang kuartal I tahun 2025. Penurunan ini terutama terjadi pada golongan 1 yang turun lebih dari 10 persen.

“Kalau kita lihat penurunan produksi rokok di 2025 sampai dengan Q1 4,2 persen ini utamanya disebabkan dari golongan 1 yang turun 10 persen lebih,” ujar Askolani pada rapat dengar pendapat dengan Komisi XI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (7/5).

Meski produksi menurun, hal ini belum berdampak pada penerimaan cukai saat itu. Penerimaan negara dari cukai rokok masih tumbuh 5,6% karena pelunasan pita cukai rokok dipercepat saat menjelang Lebaran.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemerintah Akan Digitalisasi Bansos Melalui GovTech Akhir 2025

    Pemerintah Akan Digitalisasi Bansos Melalui GovTech Akhir 2025

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengumumkan rencana pemerintah untuk memanfaatkan layanan digital pemerintah (GovTech) dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) mulai akhir 2025. Langkah ini bagian dari upaya disiplin fiskal dengan meningkatkan efisiensi belanja negara sembari mendorong pendapatan produktif. “Semoga kita bisa mulai mencoba sistem ini pada akhir tahun melalui program […]

  • Verico Global Solution Fasilitasi 900 Siswa SMA Prestasi Prima Ikuti Assessment ISCA

    Verico Global Solution Fasilitasi 900 Siswa SMA Prestasi Prima Ikuti Assessment CIP

    • calendar_month Ming, 9 Nov 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id., – Dalam upaya mengembangkan potensi dan arah masa depan peserta didik, SMA Prestasi Prima bekerja sama dengan Verico Global Solution menyelenggarakan CIP (Career & Interest Profile) yang diikuti oleh 900 siswa dari kelas X dan XII. Kegiatan ini menjadi langkah konkret sekolah dalam membangun sistem pendidikan yang berorientasi pada pengembangan karakter, minat, dan bakat […]

  • Bakornas Fokusmaker Tegaskan Isu Dualisme SOKSI Tidak Relevan, Kepengurusan Sah Dipimpin Mukhamad Misbakhun

    Bakornas Fokusmaker Tegaskan Isu Dualisme SOKSI Tidak Relevan, Kepengurusan Sah Dipimpin Mukhamad Misbakhun

    • calendar_month Sel, 23 Des 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Ketua Bidang Organisasi Bakornas Fokusmaker, Alvin Esa Priatna, menegaskan bahwa isu dualisme Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) sudah tidak relevan untuk diperdebatkan. Menurutnya, secara faktual dan hukum, SOKSI saat ini hanya ada satu dan dipimpin oleh Mukhamad Misbakhun sebagai Ketua Umum dan Puteri Komarudin sebagai Sekretaris Jenderal. “Isu dualisme SOKSI seharusnya sudah […]

  • Prabowo Nyaman dengan PKB dan NU, Isyarat Koalisi 2029?

    Prabowo Nyaman dengan PKB dan NU, Isyarat Koalisi 2029?

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kedekatannya dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Nahdlatul Ulama (NU) dalam acara puncak Hari Lahir ke-27 PKB di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Ucapan tersebut memunculkan spekulasi tentang arah koalisi politik menuju Pilpres 2029. “Saya nyaman di tengah PKB. Saya nyaman di tengah Nahdlatul Ulama. Saya merasa dekat dengan tokoh-tokoh […]

  • Sebanyak 330 yayasan telah mengajukan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Tangerang, Banten.

    330 Yayasan MBG Ajukan SPPG di Tangerang, Begini Progresnya

    • calendar_month Sen, 17 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Sebanyak 330 yayasan telah mengajukan pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kepada Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Tangerang, Banten. Hal ini menjadi upaya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). “Yang mengajukan ada 330 dapur untuk saat ini dan itu tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Tangerang,” ujar Koordinator SPPG Kabupaten Tangerang Priyo […]

  • Dedi Mulyadi Buat Aturan Baru: Sekolah Masuk Jam 6 Pagi Hingga Jam Malam

    Dedi Mulyadi: Idealnya Satu Rumah untuk Satu Keluarga

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara akan membatasi kepemilikan rumah. Menurutnya, banyaknya orang yang membeli rumah di berbagai daerah justru membuat tanah semakin habis. “Kenapa? Karena habisnya tanah itu oleh orang yang ngambil rumah di mana-mana,” kata Dedi saat menghadiri Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan Murah dan Sosialisasi KUR Perumahan di […]

expand_less