Breaking News

Menkeu dan KDM Saling Bantah Soal Dana Pemda Mengendap di Bank

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Kam, 23 Okt 2025

menalar.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saling lempar pernyataan soal dana pemerintah daerah yang disebut mengendap di perbankan. Sebelumnya, Purbaya mengungkapkan ada Rp 234 triliun dana milik pemerintah daerah yang belum digunakan dan masih tersimpan di bank.

Jawa Barat Jadi Sorotan

Dari jumlah tersebut, Provinsi Jawa Barat disebut menjadi salah satu daerah dengan dana mengendap tertinggi, mencapai Rp 4,17 triliun. Data ini bersumber dari Bank Indonesia (BI) dan merupakan akumulasi simpanan daerah hingga akhir September 2025. “Jangan tunggu akhir tahun. Gunakan untuk pembangunan yang produktif dan bermanfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (20/10/2025).

Ia juga meminta kepala daerah tak menahan belanja dan segera memanfaatkan dana kas daerah untuk kepentingan publik. “Kelola dana pemda di bank dengan bijak. Simpan secukupnya untuk kebutuhan rutin, tapi jangan biarkan uang tidur. Uang itu harus kerja membantu ekonomi daerah,” katanya.

Dedi Mulyadi Bantah Tudingan Dana Mengendap

Menanggapi pernyataan Menkeu, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membantah data yang disampaikan pemerintah pusat. Ia menyebut dana yang tersimpan di kas daerah hanya sekitar Rp 3,8 triliun, bukan Rp 4,17 triliun seperti yang dilaporkan BI.

“Sisanya dalam bentuk deposito BLUD (Badan Layanan Umum Daerah) di luar kas daerah yang menjadi kewenangan masing-masing BLUD,” kata Dedi lewat unggahan di akun Instagram @dedimulyadi71, Rabu (22/10/2025).

Ia menjelaskan dana Rp 3,8 triliun itu sudah digunakan untuk berbagai keperluan seperti gaji pegawai, perjalanan dinas, hingga pembayaran tagihan listrik. “Jadi uang yang disebut mengendap itu tidak ada. Uangnya sudah digunakan untuk kebutuhan pemerintah daerah,” ujarnya.

Menkeu Tegaskan Data Bersumber dari BI

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa kemudian menanggapi bantahan Dedi. Ia menegaskan data mengenai dana APBD yang mengendap di perbankan bukan berasal dari Kementerian Keuangan, melainkan dari Bank Indonesia. “Tanya saja ke Bank Sentral. Itu kan data dari sana. Kemungkinan besar anak buahnya ngasih laporan yang keliru. Jadi jangan Pak Dedi nyuruh saya kerja,” ujar Purbaya di Gedung Kemenkeu, Selasa (21/10/2025).

Purbaya juga menilai Dedi hanya memahami data di lingkup Jawa Barat saja. “Dia hanya tahu Jabar, kan. Kalau mau periksa, ya periksa saja di sistem monitoring BI. Itu laporan rutin dari perbankan,” ujarnya.

Kemendagri: Dana APBD Mengendap Capai Rp 234 Triliun

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mencatat total dana APBD yang masih tersimpan di bank mencapai Rp 234 triliun. Rinciannya, Rp 134,2 triliun dari pemerintah kabupaten, Rp 60,2 triliun dari pemerintah provinsi, dan Rp 39,5 triliun dari pemerintah kota.

Menkeu berharap pemerintah daerah bisa mempercepat realisasi anggaran agar dana tidak terlalu lama mengendap.
“Dana itu harus dipakai untuk pembangunan, bukan disimpan terus di bank,” kata Purbaya.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • 17+8 tuntutan

    DPR Bahas 17+8 Tuntutan Dalam Rapat Hari ini

    • calendar_month Kam, 4 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pimpinan DPR RI telah menjadwalkan rapat bersama ketua-ketua fraksi untuk membahas 17+8 tuntutan rakyat yang ramai di media sosial setelah aksi unjuk rasa 25–31 Agustus lalu. Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad, menjelaskan rapat tersebut akan menjadi forum evaluasi sekaligus menyatukan pandangan delapan fraksi yang ada di DPR. “Besok (red: hari ini) kami […]

  • TNI Tembak Mati Mayer Wenda, Wakil Panglima TPNPB-OPM

    TNI Tembak Mati Mayer Wenda, Wakil Panglima TPNPB-OPM

    • calendar_month Kam, 7 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Tentara Nasional Indonesia (TNI) menembak mati Wakil Panglima TPNPB-OPM Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda, dalam operasi penindakan di Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Pegunungan. Operasi itu berlangsung pada Selasa sore (5/8/ 2025). Melansir pernyataan resmi dari TNI, kontak tembak terjadi sekitar pukul 16.30 WIT setelah aparat menerima informasi dari […]

  • Jerome

    Jerome Polin Dapat Tawaran Jadi Buzzer, Bukti Bobroknya Pemerintah?

    • calendar_month Sab, 30 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Youtuber Edukasi Jerome Polin, tengah menjadi sorotan usai membagikan tangkapan layar pesan yang diduga berasal dari seorang admin buzzer. Dalam pesan tersebut, Jerome ditawari untuk mengunggah konten berisi ajakan perdamaian antara masyarakat dengan Pemerintah, Brimob, dan DPR. Ia membeberkan bahwa pesan tersebut dikirim ke salah satu nomor agensinya, padahal tak memiliki kaitan dengan […]

  • gunung

    Setelah Gempa, Gunung Api di Rusia Meletus! Warga Diminta Waspada

    • calendar_month Ming, 3 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Gempa bermagnitudo (M) 6,7 kembali mengguncang Rusia, namun kali ini terjadi di Pulau Kuril, Minggu (3/8) siang. Pusat Penelitian Geosains Jerman  pun menjadi yang pertama melaporkan kejadian tersebut. Awalnya, pusat tersebut memperkirakan kekuatan gempa M 6,35 dengan kedalaman 10 km (6,2 mil). Namun, survei Geologi Amerika Serikat (USGS) menyebut gempa ini berkekuatan M […]

  • MK Tegaskan: Caleg DPR-DPRD Terpilih Dilarang Mundur untuk Maju di Pilkada

    MK Tegaskan: Caleg DPR-DPRD Terpilih Dilarang Mundur untuk Maju di Pilkada

    • calendar_month Jum, 21 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan sebagian gugatan yang dilayangkan oleh Adam Imam Hamdana beserta tiga rekannya, yakni Wianda Julita Maharani, dan Adinia Ulva Maharani yang merupakan mahasiswa. Yang dikabulkan yakni terkait syarat anggota DPR dan DPRD terpilih mundur dari jabatannya.   MK menyatakan, pengunduran diri caleg terpilih dapat dibenarkan sepanjang pengunduran diri dimaksud dilakukan […]

  • Pendakwah asal Afrika Selatan Joshua Mhlakela, tengah menjadi sorotan setelah meramalkan bahwa Yesus akan turun dari surga untuk membawa umat-Nya kembali.

    Siapa Joshua Mhlakela? Pendakwah yang Ramal Yesus Akan Turun

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pendakwah asal Afrika Selatan Joshua Mhlakela, tengah menjadi sorotan setelah meramalkan bahwa Yesus akan turun dari surga untuk membawa umat-Nya kembali. Dalam wawancara di kanal YouTube CettwinzTV, Mhlakela mengaku mendengar langsung suara Yesus yang mengatakan akan datang pada 23–24 September 2025. “Pengangkatan sudah dekat. Siap atau tidak. Saya melihat Yesus duduk di singgasana-Nya, […]

expand_less