Kopdes Berada di TPA Antang, Zulhas “Nggak ada Lahan!”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 40 menit yang lalu

Screenshot
menalar.id,. – Publik kembali dihebohkan dengan isu terkait Koperasi Desa (Kopdes) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Makassar. Hal ini bermula ketika sebuah akun Instagram @kulitintamks mengunggah video berdukasi 32 detik, pada Senin (3/8/2026).
Dalam rekaman tersebut, seorang pria memperlihatkan kondisi TPA Antang sebelum mengarahkan kameranya ke sebuah bangunan yang disebut sebagai Kopdes Merah Putih. Sambil mengendarai sepeda motor, pria itu mempertanyakan alasan pembangunan koperasi di kawasan yang menjadi lokasi pembuangan sampah warga Makassar.
“Bagi yang belum tahu, ini namanya TPA. Sampahnya kalian semua, warga Makassar. Tapi ada yang lebih mantap dari TPA itu sendiri. Ini, ada Kopdes, coy, di TPA,” ucap pria dalam video tersebut.
Klarifikasi Camat Manggala
Merespons video tersebut, Camat Manggala Ahmad Nongko mengaku tidak mengetahui proses pembangunan Kopdes Merah Putih di area TPA Antang. Ia menjelaskan bahwa bangunan itu telah berdiri sebelum dirinya dilantik sebagai camat.
“Saya kurang paham soal lokasi pembangunannya karena saat saya dilantik, bangunannya memang sudah ada,” kata Ahmad, Selasa (4/8/2026).
Ahmad menduga pembangunan koperasi tersebut berada di bawah koordinasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Karena itu, ia menyarankan agar informasi terkait proses pembangunan maupun penentuan lokasi dikonfirmasi kepada Danramil setempat.
“Saya lihat Danramil dan jajaran yang koordinir. Lebih baik kita tanyakan ke Pak Danramil,” ujarnya.
Saat dimintai pendapat mengenai kelayakan lokasi koperasi yang berada di kawasan TPA Antang, Ahmad memilih tidak memberikan penilaian. Menurutnya, ia tidak memiliki kewenangan untuk menentukan apakah lokasi tersebut layak sebagai tempat operasional koperasi.
“Saya tidak bisa berkomentar soal layak atau tidaknya lokasi tersebut,” tutupnya.
Zulhas Buka Suara
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengakui masih terdapat sejumlah daerah yang menghadapi kendala dalam penyediaan lahan untuk pembangunan Kopdes. Menurutnya, keterbatasan lahan menjadi salah satu hambatan dalam percepatan pembentukan koperasi di berbagai wilayah.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Makassar, Selasa (4/8/2026). Ia menjelaskan tirai adanya lahan di sejumlah desa memicu munculnya berbagai narasi di media sosial yang menggambarkan seolah-olah Kopdes dibangun di lokasi yang tidak lazim.
“Banyak desa memang masih belum terbangun karena kendala lahan. Akhirnya muncul konten-konten seolah-olah bangunannya ada di tengah kuburan, di tengah sawah, di tengah laut, dan macam-macam lagi,” kata Zulhas.
Zulhas menilai anggapan bahwa koperasi dibangun di tengah laut tidak masuk akal. Ia meminta masyarakat dapat membedakan antara kesalahan data pemetaan dengan kondisi pembangunan yang sebenarnya.
“Ya, bagaimana mau bangun di tengah laut? Bagaimana mengecor semennya?” ujarnya.
Selain isu mengenai lokasi di atas laut, publik selalu dikejutkan dengan berbagai unggahan yang menarasikan bangunan Kopdes berdiri di kawasan pemakaman maupun lokasi lain yang dianggap tidak semestinya. Menurut Zulhas, narasi tersebut berkembang seiring belum rampungnya penyediaan lahan di sejumlah desa.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
