Breaking News

Perdagangan Bayi Berkedok Adopsi Jadi Pembahasan di Parlemen Singapura

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026

menalar.id,. – Kasus perdagangan bayi asal Indonesia ke Singapura dengan modus adopsi kembali menarik perhatian dalam sidang parlemen Singapura yang dipimpin Perdana Menteri Lawrence Wong. Sebelumnya, Polda Jawa Barat pertama kali mengungkapkan kasus tersebut dan otoritas Singapura langsung menyelidiki.

Polda Jawa Barat mengungkap sindikat perdagangan ini telah membawa sedikitnya 15 bayi ke Singapura untuk diadopsi. Kemudian, Mabes Polri menjalin kerja sama dengan otoritas Singapura guna mengusut tuntas jaringan perdagangan bayi lintas negara tersebut.

Sebagai tindak lanjut penyelidikan, pemerintah Singapura mengambil sejumlah langkah. Termasuk menangguhkan pemberian kewarganegaraan kepada bayi-bayi yang diadopsi hingga proses investigasi selesai.

Sementara itu, saat persidangan palemen Singapura anggota dari Partai Buruh Sylvia Lim mengajukan pertanyaan kepada pemerintah, Rabu (14/1/2026). Ia meminta penjelasan kepada Menteri Negara Pembangunan Sosial dan Keluarga (MSF) sekaligus Menteri Dalam Negeri (MHA) Goh Pei Ming terkait perkembangan kasus.

Awal Mula Sindikat Perdagangan Bayi

Sebagai informasi, Sejak 2023 perusahaan pimpinan Popo telah memperdagangkan sedikitnya 25 bayi sebagai korban tindak pidana perdagangan orang. Mayoritas bayi tersebut dijual ke Singapura dengan kedok proses adopsi.

Karena hal itu, Sylvia Lim menyoroti proses adopsi bayi-bayi tersebut serta dampaknya terhadap keluarga pengadopsi. Ia juga menyinggung kebijakan penangguhan pemberian kewarganegaraan Singapura bagi bayi-bayi yang tengah berada dalam proses adopsi.

Sylvia juga meminta penjelasan pemerintah mengenai jumlah proses adopsi yang disetujui. Namun, kini malah ditinjau ulang.

Ia juga menanyakan langkah kementerian untuk memastikan keluarga pengadopsi memperoleh kejelasan dan penyelesaian secara cepat, serta kemungkinan pemberian bantuan sementara bagi keluarga yang terdampak, khususnya bagi anak-anak adopsi yang belum memperoleh kewarganegaraan Singapura.

Sylvia mengungkapkan bahwa sejumlah konstituennya merupakan keluarga yang mengadopsi bayi-bayi tersebut.

“Mereka telah merawat bayi-bayi ini selama lebih dari satu tahun, dan ketidakpastian ini adalah sebuah siksaan bagi mereka. Apakah petugas kementerian atau mitra terkait bisa menemukan kecurigaan sebelum perintah adopsi dikeluarkan?” ujarnya, Kamis (15/1/2026) melansir The Straits Times.

Kasus Penjualan Bayi ke Singapura

Sebelumnya, Polri pertama kali mengungkap kasus perdagangan bayi dengan jalur penyelundupan dari Bandung, Pontianak, Jakarta, hingga Singapura pada Juli 2025. Polda Jawa Barat menetapkan 22 orang sebagai tersangka dalam perkara ini.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jabar Kombes Pol Surawan mengungkapkan jika para pelaku menjual bayi dengan harga sekitar 20 ribu dolar Singapura atau setara Rp 254 juta.

“Angka tersebut kami peroleh dari 12 dokumen akta notaris adopsi yang disita di rumah salah satu tersangka, Siu Ha alias SH. Dokumen berbahasa Inggris itu digunakan sebagai legalitas semua untuk memuluskan transaksi adopsi,” jelas Surawan.

Hasil penyelidikan menunjukkan sejumlah perusahaan telah mengumpulkan 25 bayi, dengan 15 bayi di antaranya telah dipindahkan ke Singapura menggunakan modus adopsi. Karena hal tersebut, para tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun serta denda hingga Rp 600 juta.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepolisian Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Antisipasi Demo Pengemudi Ojol

    Kepolisian Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Antisipasi Demo Pengemudi Ojol

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id., – Kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas menyusul rencana demonstrasi pengemudi ojek online (ojol) pada Selasa (20/5/2025). Sebanyak 25 ribu pengemudi diperkirakan akan menyampaikan aspirasi di sekitar Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat. Pengalihan Arus Lalu Lintas di Sekitar Lokasi Demo Wakil Dirlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono, mengatakan pihaknya sedang menyiapkan skema pengalihan arus […]

  • Modus Pemerasan RPTKA: Oknum Kemnaker Raup Rp53 Miliar dari TKA

    Modus Pemerasan RPTKA: Oknum Kemnaker Raup Rp53 Miliar dari TKA

    • calendar_month Sen, 9 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membeberkan kronologi dan modus operandi dugaan pemerasan serta gratifikasi dalam proses penerbitan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Pelaksana Harian Direktur Penyidikan KPK Budi Sukmo Wibowo menyatakan praktik ini menargetkan tenaga kerja asing yang ingin bekerja di Indonesia. “Dengan cara yaitu para tenaga kerja asing ini […]

  • Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Terbit Tahun Ini, Fadli Zon Targetkan November

    Buku Penulisan Ulang Sejarah Indonesia Terbit Tahun Ini, Fadli Zon Targetkan November

    • calendar_month Sen, 11 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku penulisan ulang sejarah Indonesia akan terbit tahun ini. Kepastian itu ia sampaikan setelah peluncuran buku batal digelar pada Hari Kemerdekaan (17/8/2025). Fadli menyatakan pihaknya menargetkan peluncuran berlangsung pada Hari Pahlawan, November mendatang. “Rencana kita pada tahun ini, mudah-mudahan kita harapkan pada bulan Oktober atau November hari pahlawan […]

  • Ustadz Adi Hidayat Luncurkan Inovasi Padi Terapung "Si Opung"

    Ustadz Adi Hidayat Luncurkan Inovasi Padi Terapung “Si Opung”

    • calendar_month Ming, 1 Jun 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto bersama Ustadz Adi Hidayat memperkenalkan terobosan pertanian “Si Opung“, sebuah sistem budidaya padi terapung yang memungkinkan penanaman di lahan terbatas. Mereka memamerkan inovasi ini dalam acara penandatanganan MoU antara Kementerian Desa PDT dengan Yayasan Quantum Akhyar Institute untuk program Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) di Desa Sindanglaya, […]

  • golkar

    Hendropriyono Klaim Tahu Dalang Demo DPR: Ulah Antek-Antek Asing

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengklaim bahwa ia tahu sosok yang berada di balik aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia menilai ada pihak-pihak yang menunggangi aksi tersebut, meskipun ia enggan menyebut nama secara terbuka. “Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. […]

  • Irma Desak Sritex Bayar THR Karyawan Sebelum Lebaran

    Irma Desak Sritex Bayar THR Karyawan Sebelum Lebaran

    • calendar_month Jum, 14 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Irma Suryani Chaniago, mendesak PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) untuk segera membayar Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh karyawan yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Irma menegaskan bahwa Sritex harus membayar THR sebelum Lebaran tanpa menunggu proses lelang boedel atau aset milik perusahaan […]

expand_less