Breaking News

Israel: Gaza Lapar Bukan Salah Kami, Tapi karena Hamas dan PBB

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Kam, 24 Jul 2025

menalar.id – Pemerintah Israel bantah tudingan atas penyebab kelaparan di Jalur Gaza. Hal ini dilakukan setelah Israel mendapat kritik tajam dari berbagai komunitas dan lembaga internasional.

Juru Bicara Pemerintah Israel David Mencer, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan “sudah mengalir ke Gaza”. Kemudian, ia menuding Hamas sebagai dalang di balik krisis kemanusiaan yang terjadi.

“Tidak ada kelaparan yang disebabkan oleh Israel. Yang terjadi adalah kekurangan pangan yang direkayasa oleh Hamas,” ujar Mencer, Rabu (24/7/2025), dilansir AFP.

Israel Tuduh Hamas Atas Kelaparan di Gaza

Mencer menuduh kelompok Hamas menghalangi distribusi bantuan, menjarah pasokan kemanusiaan, dan bahkan menjualnya dengan harga tinggi. Selain menyasar Hamas, Mencer juga menyalahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitranya karena tidak mampu mengangkut truk-truk bantuan makanan yang telah melewati pemeriksaan dan menunggu di perbatasan Gaza.

Sejak dimulainya agresi, Israel memberlakukan kontrol ketat terhadap masuknya truk-truk bantuan ke Gaza. Di awal konflik, hal ini menyebabkan antrean panjang kendaraan pengangkut bantuan.

Jumlah bantuan yang masuk pun jauh dari memadai. Dalam kondisi normal, Gaza menerima sekitar 500 truk bantuan per hari. Namun, sejak agresi dimulai, jumlah itu merosot tajam menjadi hanya 40–70 truk per hari.

Distribusi bantuan juga tak lepas dari kekerasan. Pasukan militer Israel dilaporkan beberapa kali menembaki warga Gaza yang tengah mengantre bantuan. Dalam insiden terbaru, 90 warga dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.

Tindakan Israel yang membatasi akses bantuan dan menyerang warga sipil dianggap memperparah krisis pangan di tengah konflik bersenjata. Akibatnya, Israel terus menuai kecaman internasional.

Organisasi Bantuan Ikut Merespons

Selain itu, Prancis sempat menyuarakan kekhawatiran atas risiko kelaparan yang meningkat sebagai dampak dari blokade Israel. Lebih dari 100 organisasi bantuan dan HAM pun memperingatkan bahwa kelaparan massal tengah berlangsung di Gaza.

Mereka mendesak gencatan senjata segera dan akses bantuan yang lebih luas dan cepat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) turut menyoroti kondisi tersebut. Direktur Jenderal WHO  Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut situasi yang terjadi sebagai kelaparan massal yang dibuat oleh manusia.

 

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • demo

    Demo 28 Agustus: Massa Terpaksa Bubarkan Diri, KSPI Ancam Mogok Nasional

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Massa buruh kini membubarkan diri setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Berdasarkan kutipan dari Kompas.com, sekitar pukul 12.50 WIB ribuan buruh melakukan long march meninggalkan DPR menuju titik kumpul awal di depan Gedung TVRI, Jalan Asia Afrika. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said […]

  • Ketua PP Tangsel DPO Kasus Pungli Parkir RSUD

    Ketua PP Tangsel DPO Kasus Pungli Parkir RSUD

    • calendar_month Sen, 26 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Kepolisian telah menetapkan Ketua Majelis Pengurus Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Tangerang Selatan berinisial MR sebagai tersangka dalam kasus penguasaan lahan parkir Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang Selatan. Namun, hingga saat ini polisi belum menangkap MR karena belum menemukan keberadaannya. Pihak kepolisian telah memasukkan nama MR ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Direktur […]

  • mk

    MK Terima 5 Gugatan Formil UU TNI: Sidang Legalitas Carry Over

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) Mohammad Novrizal, mengatakan DPR tidak memenuhi syarat carry over (pemindahan pembahasan) saat membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI Perubahan. Ia sampaikan dalam kesaksian dari pihak pemohon dalam sidang pengujian formil UU Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI […]

  • balon udara

    Tragedi Balon Udara di Belanda: Tewaskan Satu Orang dan Lima Terluka

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sebuah balon udara jatuh secara tragis di Friesland, provinsi di utara Belanda, Rabu (13/8/2025) malam. Insiden ini menewaskan satu orang dan melukai lima lainnya. Balon yang mengangkut total 34 penumpang tersebut mengalami pendaratan darurat di sebuah padang rumput. Otoritas Friesland melaporkan, kejadian berlangsung sekitar pukul 21.00 waktu setempat ketika balon terpaksa melakukan pendaratan […]

  • maroko

    Demonstrasi Guncang Maroko, 2 Orang Tewas dan 400 Lebih Ditangkap

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Maroko kembali diguncang oleh gelombang demonstrasi yang menuntut reformasi layanan publik dan pemberantasan korupsi, Kamis (2/10/2025). Demo saat ini menandai hari keenam sejak aksi dimulai akhir pekan lalu. Protes yang meluas di sejumlah kota besar ini dipicu kekecewaan masyarakat terhadap ketimpangan sosial serta buruknya layanan kesehatan dan pendidikan. Gerakan ini digerakkan oleh GenZ […]

  • Jurnalis Detik.com Hapus Artikel Imbas Dari Mendapat Ancaman

    Jurnalis Detik.com Hapus Artikel Imbas Dari Mendapat Ancaman

    • calendar_month Sab, 24 Mei 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Beberapa hari terakhir, seorang jurnalis detik.com mengalami intimidasi dari orang tak dikenal setelah menerbitkan tulisan yang membahas keterlibatan militer dalam jabatan sipil. Artikel tersebut tayang di rubrik kolom detik.com pada (22/5/2025). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia menyoroti insiden ini sebagai bentuk upaya pembungkaman terhadap kebebasan berekspresi dan berpendapat warga sipil. Koordinator AJI Indonesia, […]

expand_less