Breaking News

Mendikdasmen Singgung Nilai TKA Anjlok, Kobar Guru: Kebijakannya Yang Salah

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Rab, 26 Nov 2025

menalar.id -, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut banyak faktor bisa memengaruhi rendahnya nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) Matematika siswa SMA dan sederajat. Ia belum memerinci faktor-faktor itu, namun menegaskan pemerintah masih mengumpulkan data. “Banyak faktor. Nanti kami lihat secara keseluruhan,” kata Mu’ti di Kompleks DPR, Rabu (26/11/2025).

Mu’ti sebelumnya menyatakan cara mengajar guru atau materi buku pelajaran mungkin ikut berperan. Namun ia langsung menekankan bahwa dugaan itu belum final. “Mungkin itu bisa benar, bisa tidak. Ya, mudah-mudahan saja tidak benar,” ujarnya. Ia menilai semua pihak perlu fokus pada evaluasi menyeluruh, bukan saling menyalahkan. “Mungkin karena bukunya, mungkin karena salah ajarnya. Kita semua melakukan evaluasi saja,” tambahnya.

Kementeriannya baru saja menyelenggarakan TKA secara nasional pada 3–6/11/2025, melibatkan 3,5 juta siswa dari 43.967 sekolah. Mu’ti memastikan pemerintah hanya akan menyampaikan hasil tes kepada siswa, sekolah, dan pemerintah daerah. “Penyampaian hasil TKA tidak bersifat publik, tapi kelembagaan,” kata dia.

Kobar Guru Indonesia Kritik Sikap Menteri

Koalisi Barisan Guru Indonesia (Kobar Guru Indonesia) menilai Mu’ti terlalu cepat mengaitkan rendahnya nilai TKA dengan kualitas guru dan buku pelajaran. Ketua Kobar, Soeparman Mardjoeki Nahali, mengatakan menteri perlu menunggu analisis komprehensif sebelum menyimpulkan penyebab kegagalan siswa. “Seharusnya menteri tidak semudah dan secepat itu mengambil kesimpulan,” ujar Soeparman saat dihubungi, Senin (24/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa kesaksian murid dan guru justru menunjukkan masalah utama terletak pada desain dan pelaksanaan TKA. Soeparman menyebut lima faktor yang paling sering dikeluhkan, seperti kisi-kisi terlambat terbit, materi soal tidak sesuai pembelajaran, waktu pengerjaan terlalu singkat, kendala teknis, serta tekanan psikologis siswa. Ia juga menyebut adanya petisi dengan ratusan ribu dukungan sebagai bukti keresahan luas.

“Kebijakannya yang salah, bukan anak-anak dan guru,” kata Soeparman. Ia meminta Kemendikdasmen segera mengevaluasi sistem TKA secara total, termasuk desain soal dan pelaksanaannya, sebelum mengeluarkan pernyataan publik yang menyudutkan sekolah.

 

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK

    KPK Ciduk 6 Anggota DPRD dan Pejabat OKU dalam OTT Kasus Korupsi

    • calendar_month Sen, 17 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan enam orang sebagai tersangka setelah melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatra Selatan. Keenam tersangka tersebut meliputi Ferlan Juliansyah (FJ), anggota Komisi III DPRD OKU; M. Fahrudin (MFR), Ketua Komisi III DPRD OKU; dan Umi Hartati (UH), Ketua Komisi II DPRD OKU. Selain itu, […]

  • MK Batalkan HGU 190 Tahun, Bagaimana Nasib IKN?

    MK Batalkan HGU 190 Tahun, Bagaimana Nasib IKN?

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id., – Mahkamah Konstitusi (MK) membatalkan Hak Guna Usaha (HGU) 190 tahun Ibukota Nusantara (IKN), pada Kamis (13/11/2025). Keputusan tersebut membuat penggunaan HGU menjadi maksimal 95 tahun melalui skema double cycle. Mengutip Kompas, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih mengatakan bahwa MK akan memberikan HGU paling lama 35 tahun kemudian dapat memperpanjang haknya hingga 25 tahun dan […]

  • Bobby: Bencana Sumatera Belum Perlu Status Nasional

    Bobby: Bencana Sumatera Belum Perlu Status Nasional

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Gubernur Sumatra Utara (Sumut) Bobby Nasution merespons desakan terkait bencana di Sumatera sebagai darurat bencana nasional. Bobby menilai penetapan status bencana nasional belum menjadi kebutuhan mendesak. Ia beralasan bantuan dari pemerintah pusat sudah maksimal sejak awal bencana. Secara tegas, pemerintah pusat sudah sangat membantu sejak hari-hari pertama. Bobby mencontohkan dukungan TNI Angkatan Udara […]

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025).

    Trump Hantam BRICS! Tarif Tambahan 10% Mulai Diberlakukan

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan bahwa anggota BRICS akan dikenakan tarif impor tambahan sebesar 10%. Pernyataan ini ia sampaikan melalui platform media sosialnya, Truth Social, pada Senin (7/7/2025). Trump menuding negara-negara tersebut mendukung kebijakan yang dianggap anti-Amerika, sehingga semua negara pendukung BRICS akan menerima sanksi perdagangan tanpa pengecualian. “Setiap negara yang mendukung […]

  • pt gag

    Izin Tambang PT Gag Nikel Terbit Sejak 2017: Ulah Jokowi?

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHP) langsung merespons dan menindaklanjutin sejumlah pelanggaran operasional tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Sekretaris Kabinet Teddy Indra, mengatakan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahaladia dan Menteri LHP Hanif Faisol telah mengambil langkah-langkah serius. Pemerintah akan memastikan akan menyelesaikan persoalan tambang ini […]

  • Pemprov Maluku Salurkan Bantuan Gempa ke Seram Bagian Barat

    Pemprov Maluku Salurkan Bantuan Gempa ke Seram Bagian Barat

    • calendar_month Rab, 9 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Pemerintah Provinsi Maluku menyalurkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa di Kecamatan Amalatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengirimkan dua truk berisi bantuan itu dari halaman Kantor Gubernur, Rabu (9/7/2025). Bantuan yang dikirim memuat 11 ton beras, 100 matras, 100 selimut, ratusan karton mi instan, serta paket perlengkapan keluarga (Family Kit). […]

expand_less