Breaking News

Kasus Perundungan PPDS Unsri, Mendikti dan Kemenkes Siapkan Sanksi

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Kam, 15 Jan 2026

menalar.id,. – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyatakan telah berkoordinasi dengan Rektor Universitas Sriwijaya (Unsri) terkait kasus dugaan perundungan terhadap mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Kesehatan Mata berinisial OA. Kasus tersebut mencuat setelah korban nyaris mengakhiri hidup akibat tekanan dari seniornya.

Brian memastikan kampus akan menindak setiap pelanggaran yang terjadi dalam lingkungan pendidikan kedokteran. Ia menyebut pihak Unsri telah mulai mengambil langkah penanganan, termasuk menghentikan sementara kegiatan PPDS.

“Saya sudah koordinasi dengan Rektor Unsri. Setiap pelanggaran pasti ada tindakan pendisiplinan,” kata Brian di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Brian menilai pihak universitas tengah menindaklanjuti kasus tersebut.

“Saya rasa teman-teman di Unsri sudah mulai melakukan langkah-langkah penanganan,” ujarnya.

Kasus Perundungan Terungkap

Kasus ini mencuat setelah OA, residen PPDS Ilmu Kesehatan Mata Fakultas Kedokteran Unsri, hampir bunuh diri. OA menjalani pendidikan spesialis di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Mohammad Hoesin Palembang, Sumatera Selatan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman menyebut hasil investigasi awal menemukan praktik perundungan dalam bentuk pungutan liar.

“Berdasarkan hasil investigasi tim, telah terjadi praktik perundungan berupa permintaan pembayaran oleh peserta PPDS Ilmu Kesehatan Mata,” berdasarkan keterangan Aji, Rabu (14/1/2026).

Kemenkes Siapkan Sanksi Administratif

Kementerian Kesehatan juga turun tangan menangani kasus tersebut. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyatakan Kemenkes akan menjatuhkan sanksi kepada para pelaku perundungan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nanti Kemenkes akan kasih sanksi untuk penerbitan STR,” kata Budi di Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Budi menyebut Kemenkes tengah mengkaji kasus tersebut secara menyeluruh. Ia menegaskan kementeriannya telah memiliki aturan pencegahan perundungan dan kini fokus menegakkan regulasi itu.

“Kami berharap langkah ini menimbulkan efek jera,” ujarnya.

Menurut Budi, penegakan aturan tersebut juga bertujuan memperbaiki ekosistem pendidikan dokter spesialis di rumah sakit pendidikan.

“Secara bertahap ini akan memperbaiki ekosistem PPDS di seluruh rumah sakit,” katanya.

Senior Terancam Skorsing

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menyebut sanksi terhadap pelaku perundungan dapat berupa skorsing. Ia merujuk pada kasus serupa yang terjadi sebelumnya di Universitas Diponegoro dan Universitas Sam Ratulangi.

“Senior yang terlibat bisa kena skors enam bulan sampai satu tahun,” kata Azhar.

Selain sanksi individu, Kemenkes juga meminta perbaikan sistemik.

Azhar menyebut Kemenkes mewajibkan pemenuhan 19 poin perbaikan, termasuk penertiban grup WhatsApp, pengaturan jadwal jaga yang lebih ketat, serta penghapusan rekening tidak resmi. Azhar mengungkapkan dugaan pungutan mencapai Rp15 juta per bulan yang korban setorkan ke bendahara.

“Uangnya dipakai untuk berbagai keperluan, termasuk kebutuhan senior,” ujarnya.

PPDS Dihentikan Sementara

Terkait penghentian sementara PPDS Ilmu Kesehatan Mata Unsri di RSUP Mohammad Hoesin, Azhar menyebut pembukaan kembali program bergantung pada komitmen rumah sakit dan universitas.

“Lama tidaknya pemberhentian tergantung upaya yang dilakukan RS dan FK Unsri dalam memenuhi 19 poin tersebut,” kata Azhar.

Pemerintah menegaskan penanganan kasus ini menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan kedokteran yang aman dan bebas perundungan.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez kini mengambil alih kepemimpinan negara sebagai pemimpin interim setelah Amerika Serikat (AS) menangkap dan menahan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026).

    Siapa Delcy Rodrigue? Pengganti Maduro yang Kini Dibidik Trump

    • calendar_month Sen, 5 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Wakil Presiden Venezuela Delcy Rodriguez kini mengambil alih kepemimpinan negara sebagai pemimpin interim setelah Amerika Serikat (AS) menangkap dan menahan Presiden Nicolas Maduro, Sabtu (3/1/2026). Pengambilalihan ini menempatkan Rodriguez sebagai tokoh berpengaruh dalam transisi kekuasaan Venezuela di tengah tekanan internasional yang meningkat. Publik mengenal Rodriguez Lewatretorika anti-imperialis yang keras. Sikap itu membuat Maduro […]

  • Aturan Penyadapan di RUU KUHAP Menuai Penolakan

    Aturan Penyadapan di RUU KUHAP Menuai Penolakan

    • calendar_month Rab, 16 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sedang membahas Revisi Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Poin yang menyita perhatian publik adalah soal penyadapan oleh aparat penegak hukum. Aturan soal penyadapan itu tercantum dalam Pasal 124 dokumen Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) RKUHAP versi terbaru yang dikeluarkan pemerintah pada 11 Juli 2025. Dalam pasal […]

  • Habiburokhman Tegaskan RUU KUHAP Tidak Kurangi Kewenangan KPK

    DPR: Tak Semua Masukan Publik Bisa Masuk Revisi KUHAP

    • calendar_month Jum, 14 Nov 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menyatakan bahwa tidak semua masukan publik terkait revisi Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dapat diakomodasi dalam pembahasan. Parlemen menargetkan pengesahan RUU KUHAP pada rapat paripurna pekan depan. “Tentu kami mohon maaf bahwa tidak bisa semua masukan dari semua orang kami akomodasi,” ujar Habiburokhman di Kompleks MPR/DPR, Senayan, […]

  • 10,5 Hektare Hilang, Indonesia Alami Deforestasi Besar

    10,5 Hektare Hilang, Indonesia Alami Deforestasi Besar

    • calendar_month Sab, 29 Nov 2025
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Indonesia kehilangan 10,5 juta hektare hutan primer tropis terhitung 2002 hingga 2023. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara dengan kehilangan hutan primer terbesar kedua setelah brasil. Global Forest Watch (GFW) menilai bahwa bencana alam bukan faktor hilangnya hutan tersebut. Penebangan komersial dan konversi lahan industri menjadi penyebab hilangnya hutan primer di Indonesia dalam kurun […]

  • dprd

    Sebut Ingin ‘Rampok Uang Negara’, PDI-P Pecat Wahyudin dari DPRD

    • calendar_month Sab, 20 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P resmi copot Wahyudin Moridu dari bangku anggota DPRD Provinsi Gorontalo. Langkah ini dipilih usai videonya viral, dalam video ia menyebut dirinya akan merampok uang negara. Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan Komarudin Watubun, menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil setelah DPD PDI-P Gorontalo melakukan klarifikasi dan menyerahkan laporen ke DPP. […]

  • Bidan di Serang Jadi Terdakwa KDRT, Padahal Bukti Video Mengatakan Sebagai Korban

    Bidan di Serang Jadi Terdakwa KDRT, Padahal Bukti Video Mengatakan Sebagai Korban

    • calendar_month Jum, 30 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Seorang bidan berinisial DLT (43) dari Waringin Kurung, Serang, Banten, kini harus berhadapan dengan tuntutan pidana 5 tahun penjara setelah jaksa mendakwanya melakukan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) terhadap suaminya, DM, seorang anggota TNI. Namun, kuasa hukum DLT menegaskan kliennya justru merupakan korban dalam kasus ini. Proses Hukum yang Dipertanyakan Ely Nursamsiah, pengacara DLT, […]

expand_less