Ribuan Pengungsi Aceh Terjangkit ISPA, Dinkes Lokalisasi Pasien
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Sab, 20 Des 2025

menalar.id., – Dinas Kesehatan Aceh menyatakan ribuan pengungsi mulai terjangkit penyakit ispa, diare, hingga campak akibat bencana banjir di tiga provinsi. Plt Kadinkes Aceh Ferdiyus mengklaim pengungsi yang terkena ispa hingga 10 ribu warga di sembilan kabupaten/kota.
Sedangkan warga yang terjangkit diare sekitar 1.376 dan flu hingga 1.336 kasus.
“Campak kita baru mendapatkan 9 kasus, dan ini yang kita khawatir kalau dia tinggal di barak, itu bisa menjadi penularan ke tempat lain,” kata Ferdiyus, Jumat (19/12/2025) melansir detikSumut.
Warga yang Terjangkit Dilokalisasi
Sebagai respons, Ferdi menurunkan tenaga medis ke posco kesehatan dinkes kabupaten/kota agar pengungsi yang terjangkit dapat dilokalisasi. Kendati, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) lokalisasi memiliki makna pembatasan pada suatu tempat atau lingkungan.
Maka, dinkes telah memindahkan pasien terjangkit ke lokasi pengungsian yang lebih kecil. Hal ini supaya pasien dapat tertangani dengan cepat.
Sebagai informasi, tim medis telah melakukan lokasisasi sehingga penyakit campak tidak menular. Dinkes pun terus mengirimkan obat-obatan ke daerah rawan di tiga provinsi.
“Situasi sekarang penyakit yang mungkin potensial, bukan KLB untuk mengantisipasi kita sudah menyiapkan tenaga surveilance itu yang kita takutkan yang paling banyak di pengungsian itu 3 (penyakit) ispa, gatal-gatal dan diare,” ucap Ferdi.
Data Korban di Tiga provinsi
Sementara itu, Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terakhir pada Jumat (19/12/2025) per pukul 08.00 WIB. Jumlah korban meninggal dunia tercatat 1.068 korban, 190 masih hilang, dan 7.00 warga luka-luka.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
