Breaking News

Rerata Nilai TKA 2025 Anjlok, Bahasa Inggris Hanya 24,93

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Rab, 24 Des 2025

menalar.id., – Tes Kemampuan Akademik 2025 telah diumumkan, Selasa (23/12/2025). Namun, nilai rata-rata mata pelajaran (mapel) wajib untuk siswa SMA/SMK mengalami penurunan tajam.

Tiga mapel wajib, superti bahasa Indonesia, matematika, dan bahasa Inggris tercatat capaian yang jauh dari ideal. Penurunan paling drastis terlihat pada nilai matematika dan bahasa Inggris.

Rata-Rata Nilai TKA

Data capaian nasional menunjukkan, rata-rata nilai bahasa Inggris hanya mencapai 24,93 dari 3.509.688 siswa. Nilai matematika wajib berada di angka 36,10 dari 3.489.148 siswa. Sementara bahasa Indonesia mencatat rata-rata 55,38 dari 3.477.893 siswa.

Apabila dilihat lebih rinci, capaian nilai TKA jenjang SMA menunjukkan rata-rata bahasa Indonesia 57,39, matematika 37,23, dan bahasa Inggris 26,71.

Sementara itu, siswa SMK mencatat rata-rata nilai bahasa Indonesia 53,62, matematika 34,74, dan bahasa Inggris 22,55. Bahkan rata-rata nilai yang anjlok ini mengejutkan banyak pihak.

Pasalnya, TKA selama ini dianggap merefleksikan standar kualitas akademik. Sekaligus tingkat pemahaman siswa terhadap mata pelajaran yang dipelajari selama bersekolah.

Respons Pusat Asesmen Kemendikdasmen

Pelaksanaan TKA 2025 juga tidak lepas dari berbagai pelanggaran, termasuk dugaan kebocoran soal. Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen Rahmawati, mengungkap sejumlah pelanggaran yang sempat viral di media sosial.

Salah satunya yaitu peserta melakukan siaran langsung saat ujian berlangsung. Hal itu ia sampaikan saat acara Taklimat Media Laporan Pelaksanaan TKA Jenjang SMA 2025 dan Persiapan TKA Jenjang SD & SMP 2026 di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (22/12/2025).

“Jadi memang ada beberapa jenis pelanggaran yang sangat viral. Ada murid yang selama pelaksanaan TKA hari pertama, sesi pertama di pagi hari melakukan live TikTok dan dengan sengaja pada live TikTok tersebut bukan menunjukkan dirinya, tapi menunjukkan layar komputer,” ucap Rahmawati.

Sejumlah Pelanggaran TKA SMA 2025 melibatkan siswa peserta, pengawas, hingga pihak luar. Pelanggaran oleh siswa meliputi:

  1. Empat kasus untuk penggunaan gawai saat ujian
  2. Delapan kasus live streaming saat pengerjaan
  3. Tiga kasus penjualan soal TKA, serta
  4. Upaya pembocoran soal melalui berbagai platform media sosial

Untuk pembocoran soal di media sosial, yaitu 11 kasus usaha pembocoran melalui TikTok tercatat, 28 kasus melalui grup WhatsApp, satu kasus melalui platform X, dan lima kasus pemberitaan usaha pembocoran soal di grup WhatsApp melalui platform X.

Sementara itu, pelanggaran oleh pengawas atau teknisi mencakup 6 kasus live streaming saat pengerjaan TKA, satu kasus teknisi atau proktor yang memperbolehkan peserta menggunakan gawai, serta satu kasus tersebarnya dashboard pengawas. Dari pihak luar, tercatat tiga kasus pembuatan konten latihan soal yang menggunakan soal TKA yang tersebar setelah pelaksanaan ujian.

Kesulitan Saat Mengerjakan Tugas

Kemudian, Rahmawati memaparkan sejumlah faktor yang menyebabkan rendahnya nilai bahasa Inggris. Ia menjelaskan bahwa soal bahasa Inggris berbentuk teks naratif dan deskriptif dengan panjang sekitar empat hingga lima paragraf.

“Bahasa Inggris ini dalam bentuk teks yang sifatnya naratif dan deskriptif dengan jumlah paragraf sekitar 4 sampai 5, anak-anak kita ini biasanya akan sukses menjawab ketika itu keluar di paragraf pertama gitu ya,” kata Rahmawati.

Namun, kemampuan siswa menurun ketika soal menuntut pemahaman inferensial. Banyak siswa belum mampu menarik kesimpulan dari keseluruhan teks.

“Di mana tidak bisa ditemukan hanya di salah satu paragraf, harus membaca tuntas dari paragraf 1 sampai 4 atau 5, di sinilah kami menemukan tingkat kesukaran soal langsung menjadi lebih sukar gitu,” tambahnya.

Ia juga menemukan bahwa siswa kesulitan menilai validitas informasi. Terutama karena bahasa pengantar soal menggunakan bahasa Inggris.

“Termasuk pada wacana yang sifatnya non-teks ya yang sifatnya infografis, ada gambar-gambar, ada tips and trick ini ternyata juga kesulitan ketika sudah pada level inferensial merefleksi dan juga melakukan evaluasi. Itu untuk Bahasa Inggris,” katanya.

Alasan Kesulitan Murid

Untuk mata pelajaran matematika, Rahmawati menilai konten soal sebenarnya sederhana. Namun, pola pertanyaan yang digunakan berbeda dari yang biasa ditemui siswa di sekolah.

“Misalnya kalau tentang data dan peluang, biasanya kita langsung ini ada 5 data berapakah rata-ratanya? Seperti itu. Tetapi kemarin ada salah satu butir soal yang memang divariasikan lintas zona dan sesi itu ada lima data semuanya bilangan cacah dengan jumlah total data itu kalau dijumlahkan 30 jadi itu seperti hitungan anak SD sebenarnya ya 5 data 30 rata-ratanya 6,” beber Rahmawati.

“Tapi pertanyaannya bukan seperti itu, pertanyaannya adalah kalau dua data itu kosong kemudian ada syarat dan ketentuan yang berlaku, misalnya produksinya minimal berapa setiap harinya, setiap hari memproduksinya tidak pernah sama, ternyata anak-anak kita mungkin tidak terbiasa mengkaitkan data yang tertera di tabel dengan syarat dan ketentuan yang berlaku secara pointer naratif,” sambungnya.

Dari temuan tersebut, Rahmawati menyimpulkan bahwa banyak siswa mengalami kesulitan dalam mengaitkan data dengan ketentuan yang disajikan dalam bentuk narasi. Meskipun ketentuannya menggunakan kalimat sederhana.

DPR Turut Merespons

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menilai capaian nilai TKA 2025 harus menjadi peringatan serius bagi dunia pendidikan nasional.

“Hasil TKA 2025 ini harus menjadi alarm sekaligus bahan evaluasi total bagi dunia pendidikan kita,” kata Lalu, melansir Antara.

Ia menegaskan bahwa evaluasi harus dilakukan secara objektif dan menyeluruh, baik dari sisi tenaga pendidik maupun peserta didik.

“Jika kesalahan atau kelemahan ada pada guru, maka peningkatan kualitas guru harus benar-benar ditingkatkan. Sebaliknya, jika kekurangan ada pada siswa, maka peningkatan kualitas dan pendampingan terhadap siswa juga harus digalakkan,” ujarnya.

Komisi X DPR RI pun mendorong Kemendikdasmen agar menjadikan hasil TKA sebagai dasar perumusan kebijakan pendidikan ke depan. Dengan menyempurnakan kurikulum, metode pembelajaran, hingga sistem pelatihan guru.

“Intinya, hasil TKA ini jangan berhenti sebagai laporan, tetapi harus ditindaklanjuti dengan langkah konkret agar kualitas pendidikan nasional benar-benar meningkat di masa mendatang,” kata dia.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • TikTok Diperiksa UE, Diduga Simpan Data Eropa di Server China

    TikTok Diperiksa UE, Diduga Simpan Data Eropa di Server China

    • calendar_month Jum, 11 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – TikTok kini diselidiki oleh otoritas Uni Eropa di Irlandia terkait praktik penyimpanan datanya. Penyelidikan ini muncul di tengah upaya Amerika Serikat memaksa pemisahan operasional TikTok dari induk perusahaannya, ByteDance, yang berbasis di Tiongkok. Investigasi dilakukan karena adanya dugaan bahwa data pengguna TikTok di Eropa disimpan di Tiongkok. TikTok sendiri membantah tuduhan tersebut. Namun, […]

  • Serangan Mematikan Rusia di Ukraina Barat Menewaskan 25 orang, Termasuk Anak-Anak

    Serangan Mematikan Rusia di Ukraina Barat Menewaskan 25 orang, Termasuk Anak-Anak

    • calendar_month Rab, 19 Nov 2025
    • account_circle Farrel Aditya
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Setidaknya 25 orang, termasuk tiga anak, tewas setelah drone dan rudal Rusia menyerang kota Ternopil di Ukraina barat. Serangan itu menghantam dua blok apartemen, menurut laporan tim penyelamat Ukraina, pada Rabu (19/11/2025). Sebanyak 73 orang terluka, di antaranya 15 anak, menjadikan serangan ini salah satu yang paling mematikan di Ukraina barat sejak perang besar […]

  • Pemprov DKI Jakarta Bongkar Tiang Monorel, Sutiyoso Beri Tanggapan

    Pemprov DKI Jakarta Bongkar Tiang Monorel, Sutiyoso Beri Tanggapan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id., – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberikan instruksi untuk membongkar tang monorel yang mangkrak selama 22 tahun di Jakarta Selatan, Rabu (14/1/2026). Pembongkaran tersebut menjadi akhir dari gagasan pada awal 2000 yang merupakan bukti ketidakpastian kebijakan pemerintah setempat. Mengutip Tempo, Mantan Gubernur Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta Sutiyoso mengatakan bahwa ia senang akhirnya pemerintah […]

  • Dedi Mulyadi Buat Aturan Baru: Sekolah Masuk Jam 6 Pagi Hingga Jam Malam

    Dedi Mulyadi: Idealnya Satu Rumah untuk Satu Keluarga

    • calendar_month Sen, 22 Sep 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa negara akan membatasi kepemilikan rumah. Menurutnya, banyaknya orang yang membeli rumah di berbagai daerah justru membuat tanah semakin habis. “Kenapa? Karena habisnya tanah itu oleh orang yang ngambil rumah di mana-mana,” kata Dedi saat menghadiri Peluncuran Program Penguatan Ekosistem Perumahan Murah dan Sosialisasi KUR Perumahan di […]

  • Prabowo Sebut Hubungan Gerindra dan PDIP seperti Kakak Adik

    Prabowo Sebut Hubungan Gerindra dan PDIP seperti Kakak Adik

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Presiden RI Prabowo Subianto menyebut hubungan Partai Gerindra dengan PDIP seperti kakak dan adik. Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri acara peluncuran kelembagaan 80 ribu koperasi desa/kelurahan Merah Putih di Klaten, Jawa Tengah, Senin 21/7/2025. “Sebenarnya PDIP sama Gerindra ini kakak adik ini,” kata Prabowo di hadapan para tamu undangan. Acara itu juga dihadiri […]

  • Buntut RKUHAP, Publik Demo di Tiga Titik

    Buntut RKUHAP, Publik Demo di Tiga Titik

    • calendar_month Sel, 18 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Para demonstran kembali turun ke jalan untuk aksi unjuk rasa terkait Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU KUHAP). Sebanyak 1.895 personel polisi akan mengawal titik unjuk aksi di wilayah Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025). “Pengamanan untuk unjuk rasa pada selasa ini ada 1.895 personil,” ucap Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Pusat […]

expand_less