Minta Tambahan Anggaran Rp28 Triliun, Menkeu Purbaya Beri Peringatan Tegas Kepala BGN
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Ming, 28 Sep 2025

menalar.id,.- Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya memberikan tanggapan tegas terhadap permintaan tambahan anggaran sebesar Rp28 triliun yang diajukan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana.
Dalam sebuah pernyataan, Menkeu Purbaya menyetujui tambahan tersebut secara bersyarat. Namun, ia mengancam akan memotong kembali anggaran jika realisasi penyerapan di lapangan tidak sesuai ekspektasi hingga akhir Oktober.
Permintaan tambahan dana ini muncul di atas alokasi awal sebesar Rp71 triliun yang diperkirakan akan terserap penuh.
Kepala BGN Dadan menjelaskan bahwa setelah melakukan kalkulasi ulang, pihaknya optimis dapat menyerap dana tambahan.
”Setelah kami hitung-hitung lagi, kemungkinan yang 50 triliun pun tidak akan bisa kita serap. Kemungkinan besar yang bisa kita serap adalah tambahan 28 triliun, jadi 71 plus 28 di tahun ini,” ujar Dadan saat ditemui di kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Jumat (27/9/2025).
Menanggapi permintaan tersebut, Purbaya mengaku terkejut. Ia menyatakan bahwa kinerja penyerapan anggaran ternyata lebih baik dari yang ia perkirakan sebelumnya.
”Saya pikir penyerapannya rendah, tapi ternyata lebih bagus dari yang saya perkirakan, dan programnya (memiliki) multiplier effect ke perekonomian yang cukup (baik),” kata Purbaya.
Meski demikian, persetujuan tersebut tidak ia berikan tanpa syarat.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi di lapangan. Ia memberikan tenggat waktu hingga akhir Oktober untuk membuktikan bahwa lembaga tersebut mampu menyerap anggaran secara efektif. Jika target tidak tercapai, sanksi pemotongan anggaran akan ia berlakukan.
”Saya akan monitor di lapangan seperti apa. Nanti akhir Oktober saya akan (evaluasi) lagi, betul enggak dia bisa nyerap? Kalau betul, kita kasih tambah. Kalau enggak, ya kita potong,” pungkasnya dengan tegas.
Kini, nasib tambahan anggaran Rp28 triliun tersebut bergantung sepenuhnya pada kinerja penyerapan BGN dalam satu bulan ke depan.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
