Breaking News

Jokowi Enggan Buka Suara Soal Izin Tambang GAG Nikel di Raja Ampat

  • account_circle Nisrina
  • calendar_month Sab, 14 Jun 2025

menalar.id- Mantan Presiden RI Joko Widodo enggan buka suara terkait perizinan tambang GAG nikel di Raja Ampat,Papua Barat Daya (13/6/2025).

Ia menghindari jawaban tegas ketika dimintai keterangan terkait keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT GAG Nikel di Pulau Gag pada 2017. Saat itu, Jokowi menjabat sebagai Presiden RI di periode pertama, sementara posisi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dipegang oleh Ignasius Jonan.

“Di kementerian. Itu masalah teknis. Itu sudah diberikan izin sejak lama perpanjangannya di kementerian. Itu masalah teknis itu,” ucap Jokowi  di kediamannya, Jumat (13/6).

Merespons isu pencemaran lingkungan akibat aktivitas tambang di Pulau Gag, Jokowi memilih irit bicara. Ia berdalih belum meninjau langsung kondisi di lokasi.

Walaupun irit bicara, Jokowi mendukung pemberhentian operasi tambang di Raja Ampat jika merusak lingkungan.

“Tapi kalau mengganggu lingkungan, kalau perlu disetop ya setop, kalau perlu dicabut ya dicabut,”jelasnya.

Izin tambang nikel di pulau GAG, menyimpan sejarah panjang. Menteri ESDM, Bahlil Lahadaila mengungkap PT GAG Nikel awalnya dikuasai oleh pihak asing. PT GAG awalnya dikuasai Asia Pacific Nickel Pty. Ltd dengan jumlah saham 75 persen. Sisanya dikuasai PT Antam.

Pemerintahan Orde Baru menerbitkan kontrak karya untuk PT GAG Nikel pada akhir masa kepemimpinan Presiden ke-2 Soeharto. Kontrak karya generasi VII bernomor B53/Pres/I/1998 itu disetujui Soeharto pada (19/1/1998).

Tepat setahun setelah PT GAG mengantongi kontrak karya, pemerintah menerbitkan larangan penambangan di kawasan hutan lindung melalui Undang-Undang Kehutanan. Namun, aturan itu kemudian direvisi pada masa pemerintahan Presiden ke-5, Megawati Soekarnoputri.

Sejumlah 13 perusahaan pemegang kontrak karya sejak era Orde Baru mendapat pengecualian dari larangan tambang di hutan lindung. Melalui Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2004 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2004 tentang Kehutanan, Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri mengizinkan PT GAG Nikel dan 12 perusahaan lainnya melanjutkan kontrak karya yang telah dimiliki.

IUP PT GAG Nikel di Raja Ampat  baru terbit pada 2017, pemerintah kemudian memperpanjang izin tersebut pada 2023.

  • Penulis: Nisrina

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Miliki Bukti Aliran Dana Kasus Korupsi Kuota Haji ke Petinggi PBNU

    KPK Miliki Bukti Aliran Dana Kasus Korupsi Kuota Haji ke Petinggi PBNU

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id., – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku memiliki bukti aliran dana terkait kasus korupsi kuota haji 2024, pada Rabu (14/1/2026). Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan hal tersebut untuk menanggapi sangkalan Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU) Aizzudin terkait aliran dana tersebut. “Tentu KPK juga memiliki keterangan ataupun bukti-bukti lain yang kemudian mengkonfirmasi terkait […]

  • Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Logo dan Tema HUT RI ke-80

    Presiden Prabowo Resmi Luncurkan Logo dan Tema HUT RI ke-80

    • calendar_month Rab, 23 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan logo dan tema Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-80 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/7/2025). Acara peluncuran ini dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih, kepala lembaga, pimpinan BUMN, hingga para duta besar, baik secara langsung maupun daring. “Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, saya meluncurkan logo dan tema […]

  • sekolah rakyat

    Sekolah Rakyat Pakai AI untuk Petakan Potensi Siswa

    • calendar_month Sel, 1 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh berkata akan mengintegrasikan teknologi talenta mapping berbasis Artificial Intelligence (AI) untuk Sekolah Rakyat. Tujuannya untuk memetakan potensi dan keunggulan unik para siswa.  Cara ini dapat mempercepat transformasi anak-anak dari kelompok rentan agar berkembang optimal sesuai bakat masing-masing. “Alhamdulillah, kami terus mematangkan persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat. Kami […]

  • Pemilihan Ketua Umum PSI, Serba-serbi dan Kejutan

    Pemilihan Ketua Umum PSI, Serba-serbi dan Kejutan

    • calendar_month Ming, 13 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Partai Solidaritas Indonesia (PSI) merampungkan proses pemungutan suara hari pertama untuk calon ketua umum dalam pemilihan raya partai, Sabtu ( 12/7/2025) dan masih berlangsung hingga (18/7) mendatang. Ketua Steering Committee Kongres PSI Andy Budiman, menyampaikan bahwa hasil sementara menunjukkan nama Ronald Aristone Sinaga alias Broron berada di posisi teratas. Ia unggul dari dua kandidat […]

  • golkar

    Hendropriyono Klaim Tahu Dalang Demo DPR: Ulah Antek-Antek Asing

    • calendar_month Jum, 29 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Mantan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Jenderal (Purn) AM Hendropriyono mengklaim bahwa ia tahu sosok yang berada di balik aksi demonstrasi di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI. Ia menilai ada pihak-pihak yang menunggangi aksi tersebut, meskipun ia enggan menyebut nama secara terbuka. “Karena saya tahu, saya enggak lebih pintar dari kalian. […]

  • 4 Terdakwa Hadiri Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras

    4 Terdakwa Hadiri Sidang Perdana Kasus Penyiraman Air Keras

    • calendar_month Rab, 29 Apr 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Andrie Yunus tengah menjalani sidang perdana di Pengadilan Militer II-08 Jakarta, Cakung, Jakarta Timur, Rabu (29/4/2026). Terdakwa merupakan empat prajurit Badan Intelijen Strategis (BAIS). Empat terdakwa dalam kasus ini meliputi Serda Edi Sudarko (ES), Lettu Budhi Hariyanto Widhi (BHW), Kapten Nandala Dwi Prasetia […]

expand_less