Breaking News

ESDM Bakal Pangkas Produksi Nikel, Yakin Ngefek ke Harga?

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Rab, 14 Jan 2026

menalar.id,. – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana menurunkan target produksi nikel dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 menjadi sekitar 250–260 juta ton. Apabila membandingkan dengan RKAB 2025 yang mencapai 379 ton, tentu target tersebut turun signifikan.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba) Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan pemerintah tetap menyesuaikan kuota produksi nikel dengan kapasitas serapan pabrik pengolahan atau smelter yang beroperasi di dalam negeri.

“Nikel kita sesuaikan dengan kapasitas produksi dari smelter. Kemungkinan sekitar 250-260 juta ton,” kata Tri Winarno di Kementerian ESDM, Rabu (14/1/2026).

Alasan Pemangkasan

Tri mengakui pemerintah sengaja memangkas produksi sebagai bagian dari strategi untuk menopang harga nikel di pasar global. Ia menyebut kebijakan tersebut langsung berdampak.

Hal ini terbukti dari harga nikel yang sempat menembus level US$ 18.000 per ton setelah rencana pemangkasan mencuat. Ia juga menyampaikan Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi terhadap RKAB.

Alasannya karena kini menggunakan sistem aplikasi baru. Meski begitu, Tri memastikan proses tersebut tidak menghambat kegiatan produksi karena RKAB yang berlaku masih dapat digunakan hingga Maret 2026.

“Tapi jangan dianggap ini membuat gangguan terhadap persen RKAB, itu nggak pas. Semua baik-baik saja. Kan sampai Maret juga kita bisa pakai,” katanya.

Respons Bahlil Lahadalia

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan kebijakan pengurangan produksi nikel diperlukan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan bijih nikel dari sektor tambang dan kebutuhan bahan baku industri pengolahan di dalam negeri.

“Kami akan sesuaikan dengan kebutuhan industri. Itu nikel. Dan kita mau bikin pemerataan,” ujar Bahlil dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Jumat (9/1/2026).

Selain membatasi volume produksi, pemerintah juga mewajibkan industri pemurnian skala besar untuk menyerap bijih nikel dari pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) lokal. Kebijakan ini bertujuan memutus praktik monopoli rantai pasok sekaligus menjamin kepastian pasar bagi pelaku usaha tambang di daerah.

“Maksudnya adalah industri-industri besar, mereka juga harus membeli ore nikel dari pengusaha tambang. Jangan ada monopoli, nggak boleh,” tegasnya.

Kemudian, pertanyaan selanjutnya apakah akan memengaruhi harga nikel?

Apakah Memengaruhi Harga?

Menanggapi hal tersebut, Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia (APBI) mengklaim pemangkasan tidak akan berdampak ke harga untuk jangka panjang. Plt Direktur Eksekutif APBI Gita Mahyarani menjelaskan kebijakan ini memang berpotensi memicu sentimen positif terhadap harga di pasar.

Namun, tentu dampak penguatan harga tersebut kemungkinan tidak berlangsung lama dan cenderung terbatas pada jangka pendek hingga menengah.

“Penurunan target produksi berpotensi memberi dampak ke harga pada jangka pendek dan menengah. Namun tidak signifikan dan tidak berkelanjutan dalam jangka panjang, mengingat banyak faktor yang mempengaruhi seperti dinamika pasar global, permintaan dan kebijakan setiap negara,” ungkap Gita, Rabu (14/1/2026) melansir CNBC Indonesia.

Gita menjelaskan pembentukan harga batu bara di pasar global melibatkan mekanisme yang kompleks dan banyak variabel eksternal turut memengaruhi. Ia menilai faktor-faktor seperti kondisi perekonomian dunia serta arah kebijakan energi negara-negara pengimpor memainkan peran penting yang tidak dapat dikendalikan hanya dengan membatasi pasokan dari Indonesia.

“Dari sisi industri jika dalam jangka panjang kebijakan ini dapat berdampak pada rantai usaha, termasuk volume kerja, utilisasi alat berat, jam operasi, dan tenaga kerja, terutama di tambang dengan biaya produksi tinggi,” jelasnya.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM Resmi Naik Per 1 Desember 2025, Berikut Rinciannya

    BBM Resmi Naik Per 1 Desember 2025, Berikut Rinciannya

    • calendar_month Sen, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id., – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) resmi naik di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) seluruh Indonesia, mulai Senin (1/12/2025). Kenaikkan harga tersebut secara menyeluruh baik PT Pertamina hingga swasta. Harga Pertamax di Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta naik menjadi Rp12.750 per liter dari sebelumnya Rp12.200 per liter, dan Pertamina langsung memberlakukan penyesuaian ini. Pertamina […]

  • Dari Kue Tar hingga Tusuk Gigi Rp100 Juta: Bobby Nasution Bereskan Anggaran Aneh Sumut

    Dari Kue Tar hingga Tusuk Gigi Rp100 Juta: Bobby Nasution Bereskan Anggaran Aneh Sumut

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution bersama Wakil Gubernur Surya terus melakukan penataan anggaran di lingkungan Pemprov Sumut. Mereka mengutamakan efisiensi APBD sesuai instruksi Presiden Joko Widodo agar belanja daerah fokus pada peningkatan kinerja pelayanan publik. Temuan Anggaran Tak Wajar Bobby mengungkapkan bahwa dalam proses penataan, timnya menemukan sejumlah alokasi anggaran yang tidak […]

  • Arab Saudi-UEA Perang, Bagimana Hubungan Diplomatiknya?

    Arab Saudi-UEA Perang, Bagimana Nasib Hubungan Diplomatiknya?

    • calendar_month Ming, 25 Jan 2026
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) berseru terang kembali usai media Saudi melancarkan kampanye agresif yang menyasar Abu Dhabi. Perseteruan ini menjasi salah satu konflik paling serius di kawasan Teluk dalam beberapa tahun terakhir. Respons Pakar Berbagai pakar memperingati dampak lanjutan yang timbul terhadap stabilitas pusat keuangan Timur Tengah. Konflik terjadi bermula […]

  • demo

    Demo 28 Agustus: Massa Terpaksa Bubarkan Diri, KSPI Ancam Mogok Nasional

    • calendar_month Kam, 28 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Massa buruh kini membubarkan diri setelah menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8/2025). Berdasarkan kutipan dari Kompas.com, sekitar pukul 12.50 WIB ribuan buruh melakukan long march meninggalkan DPR menuju titik kumpul awal di depan Gedung TVRI, Jalan Asia Afrika. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said […]

  • Mendagri: Pengusaha Siap Sumbang 125 Ribu Baju Reject untuk Korban Sumatera

    Mendagri: Pengusaha Siap Sumbang 125 Ribu Baju Reject untuk Korban Sumatera

    • calendar_month Sel, 16 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menuturkan jika dua pengusaha yang ia kenal ingin menyumbangkan 125 ribu baju reject ekspor untuk korban banjir dan longsor di Pulau Sumatra. Namun, Tito menyebut penyaluran bantuan tersebut masih harus mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Perdagangan Budi Santoso. Hal itu ia sampaikan pertama […]

  • Zulkifli Hasan Bela Bahlil Di Tengah Kisruh IUP Di Raja Ampat

    Zulkifli Hasan Bela Bahlil Di Tengah Kisruh IUP Di Raja Ampat

    • calendar_month Sel, 10 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Zulkifli Hasan, Menteri Koordinator Bidang Pangan angkat bicara dan memihak Bahlil Lahadaila, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai persoalan izin tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya. Melansir dari CNBC Indonesia, “Pak Bahlil tadi tepuk tangannya banyak. Rame tadi saya dengar. Padahal izin-izin itu bukan Pak Bahlil yang keluarkan. Beliau ini […]

expand_less