Breaking News

Delcy Rodriguez di Kursi Kekuasaan, Stabilitas Venezuela Dipertanyakan

  • account_circle Farrel Aditya
  • calendar_month Rab, 7 Jan 2026

menalar.id,.- Kendali pemerintahan Venezuela beralih ke Wakil Presiden Delcy Rodriguez setelah Presiden Nicolas Maduro ditahan di Amerika Serikat, memicu kekhawatiran baru terhadap stabilitas politik negara itu.

Berdasarkan laporan CNN, Iria Puyosa, Peneliti senior Atlantic Council’s Democracy+Tech Initiative, menilai Rodriguez tidak mampu menjamin stabilitas politik yang diharapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Sejak periode pertamanya memimpin Amerika Serikat, Donald Trump tidak pernah mengakui pemerintahan Nicolas Maduro sebagai resmi. Dalam beberapa bulan terakhir, kebijakan dan tindakan Trump terhadap Venezuela bahkan dilihat sebagai upaya untuk menggulingkan Maduro dari kekuasaan.

Trump disebut memiliki ambisi untuk menguasai Venezuela dan memanfaatkan cadangan minyak negara tersebut demi kepentingan Amerika Serikat.

“Rodriguez tak bisa menjamin stabilitas yang dibutuhkan untuk operasi bisnis yang ditekankan Trump beberapa kali selama pidatonya soal operasi tersebut,” kata Puyosa.

Ia juga menilai bahwa Rodriguez tidak memperoleh dukungan penuh dari seluruh faksi di dalam partai penguasa.

Selain itu, Puyosa menilai Rodriguez tetap merupakan bagian dari rezim yang sedang berkuasa. Ia dikenal sebagai pendukung garis keras Maduro sekaligus sosok kepercayaannya selama bertahun-tahun.

Menurutnya, rakyat Venezuela tidak akan begitu saja menerima kondisi tersebut. Mereka diyakini akan terus melanjutkan perlawanan hingga kebebasan dan demokrasi benar-benar dapat dipulihkan sepenuhnya.

Skenario Terburuk

Kepala Proyek Kontraterorisme di lembaga think tank Atlantic Council, Alex Plitsas, menyatakan bahwa perkembangan situasi ke depan akan sangat ditentukan oleh kalkulasi para elite berpengaruh dalam pemerintahan Maduro.

Kelompok yang dinilai paling penting mencakup para komandan militer, pimpinan intelijen, serta basis pendukung politik yang saat ini dihadapkan pada keputusan yang tidak mudah.

“Menegosiasikan jalan keluar yang tertib atau menghadapi kehancuran bersama sistem yang runtuh,” kata Plitsas, dikutip Atlantic Council.

Skenario Terbaik

Dalam skenario paling baik, ia melanjutkan, penangkapan Maduro berpotensi memicu pembelotan di kalangan elite. Para pejabat di lingkaran kekuasaan presiden Venezuela itu akan dihadapkan pada ancaman hukum, sanksi, serta hilangnya dukungan politik.

Sebagai langkah antisipasi, mereka dapat mengupayakan jaminan perjalanan yang aman, amnesti terbatas, atau pengasingan ke negara ketiga sebagai imbalan atas penyerahan kekuasaan kepada oposisi yang terpilih secara sah.

“Penyerahan kekuasaan melalui negosiasi semacam itu akan mencegah kekerasan massal, menstabilkan institusi, dan membuka jalan yang sempit tetapi layak menuju pemulihan ekonomi dan reintegrasi internasional,” ucap Plitsas.

Plitsas juga menjelaskan kemungkinan lain, yakni Amerika Serikat telah menjalin kerja sama secara tertutup dengan sejumlah unsur dalam pemerintahan Venezuela yang dipersiapkan untuk mengambil alih kekuasaan.

Namun demikian, Venezuela juga menghadapi kemungkinan skenario terburuk yang berpotensi jauh lebih kelam.

“Jika sisa-sisa rezim menolak negosiasi dan terpecah belah, Venezuela bisa terjerumus ke dalam konflik gerilya yang berkepanjangan,” tutur peneliti senior itu.

Kelompok bersenjata, satuan militer yang terjerat aktivitas kriminal, serta faksi-faksi yang terkait dengan jaringan narkoba berpotensi melancarkan perang asimetris. Jika skenario ini terjadi, Plitsas menilai sejumlah wilayah di Venezuela dapat berubah menjadi kawasan konflik.

Pada akhirnya, warga sipil tetap akan menanggung penderitaan yang semakin berat, sekalipun rezim Maduro secara resmi tumbang.

Penulis

Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswi Protes Larangan Wisuda Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Ajak Diskusi

    Siswi Protes Larangan Wisuda Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Ajak Diskusi

    • calendar_month Sab, 3 Mei 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id –  Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membuat kebijakan larangan wisuda untuk seluruh jenjang sekolah.Dedi menyampaikan perihal tersebut ke Bupati Bandung pada hari kedua acara retreat di Magelang, Instagram @dedimulyadi71 mengunggah, Sabtu (22/2/2025). Menanggapi hal tersebut, seorang siswi bernama Aura Cinta menyampaikan protes melalui akun TikTok-nya @iam_auracinta. Ia menolak rumahnya digusur dan tidak setuju dengan […]

  • Tempo Dapat Kiriman Bangkai Tikus

    Tempo Dapat Kiriman Bangkai Tikus yang Dipenggal, Usai Kepala Babi

    • calendar_month Sab, 22 Mar 2025
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    menalar.id – Kantor media Tempo kembali mendapatkan kiriman kedua bangkai hewan. Kali ini berupa kardus berisikan bangkai tikus yang dipenggal. Berdasarkan keterangan tertulis resmi dari redaksi Tempo, Sabtu (22/3/2025), petugas kebersihan Tempo menemukan kardus berisi enam ekor tikus pada Sabtu (22/3/2025) sekitar pukul 08.00 WIB. Petugas kebersihan menduga kotak kardus yang dibungkus dengan kertas kado […]

  • Pemilihan Ketum ILUNI UI 2025-2028 , Dugaan Isu Penyalahgunaan Data NPM

    Pemilihan Ketum ILUNI UI 2025-2028 , Dugaan Isu Penyalahgunaan Data NPM

    • calendar_month Sab, 9 Agu 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) periode 2025-2028 resmi dimulai. Proses e-vote yang sedang berlangsung tiba-tiba muncul kabar dugaan penyalahgunaan data sekitar 6.000 Nomor Pokok Mahasiswa (NPM) oleh salah satu kandidat untuk mendaftarkan pemilih ke aplikasi UI Connect tanpa izin pemilik data. Tujuh kandidat bersaing memperebutkan kursi ketua umum. Pemungutan […]

  • dpr

    DPR Tanggapi 17+8 Tuntutan: Ada Enam dari 17 Poin Rincian

    • calendar_month Sab, 6 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI akhirnya merespons tuntutan 17+8 dengan mengeluarkan enam keputusan penting di rapat konsultasi antar pimpinan DPR dan fraksi-fraksi. Keputusan ini diumumkan oleh Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (5/9/2025). Dasco menjelaskan bahwa rapat konsultasi yang diadakan di hari sebelumnya menghasilkan beberapa persetujuan terkait pemangkasan […]

  • PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

    PAN Nonaktifkan Eko Patrio dan Uya Kuya dari DPR RI

    • calendar_month Ming, 31 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Selain NasDem, dua anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), yakni Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio dan Surya Utama alias Uya Kuya resmi dinonaktifkan dari jabatannya. DPP PAN mengambil keputusan ini setelah aksi joget keduanya menuai kecaman publik. Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi, turur menyampaikan pengumuman tersebut. “Mencermati […]

  • cho yong gi

    Cho Yong Gi Mahasiswa UI Jadi Tersangka Setelah Aksi May Day

    • calendar_month Sel, 3 Jun 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Sebanyak 14 orang kini berstatus tersangka akibat kericuhan dalam aksi unjuk rasa memperingati Hari Buruh kemarin, pada (1/5/2025). Salah satu yang ditetapkan sebagai tersangka adalah Cho Yong Gi, mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Saat kejadian, padahal ia tengah bertugas sebagai tim medis. Hari ini, ketua Program Studi Ilmu Filsafat UI Ikhaputri Widiantini, mendampingi Yong […]

expand_less