BGN Tetap Bagikan MBG Meski Libur Sekolah, BGN Beri Opsi Delivery?
- account_circle Azka Al Ath-Har
- calendar_month Sen, 22 Des 2025

menalar.id,. – Badan Gizi Nasional (BGN) tetap membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada siswa ketika libur Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). BGN mempersiapkan altetnatif penyaluran MBG kepada siswa saat libur Nataru.
Mengutip Detik, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan penyaluran MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita tetap berlangsung sesuai ketentuan. Sementara itu, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mendata jumlah siswa yang bersedia mengambil makanan MBG di sekolah.
“Untuk ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita seperti biasa. Untuk Anak sekolah, masing-masing SPPG perlu melakukan inventarisasi berapa banyak dan berapa sering anak-anak bersedia ke sekolah,” ujarnya, pada Minggu (21/20/2025).
SPPG menyiapkan menu MBG dalam bentuk makanan siap santap selama masa liburan sekolah, antara lain telur, buah, susu, abon, atau dendeng. Penyediaan menu tersebut berlangsung maksimal selama empat hari.
“Awal libur diberikan makanan siap santap untuk maksimal 4 hari dengan menu berkualitas seperti telur, buah, susu, abon atau dendeng,” ungkapnya.
Melansir CNN Indonesia, BGN menyiapkan alternatif penyaluran MBG Selain mekanisme pengambilan di sekolah dengan mengantarkan makanan langsung ke rumah siswa. Penyediaan Opsi tersebut karena sebagian orang tua maupun siswa memilih tidak mengambil menu MBG ke sekolah.
“Untuk sisa hari, jika siswa bersedia datang ke sekolah dibagikan ke sekolah. Jika tidak, perlu mulai didata mekanisme delivery ke rumah-rumah atau diambil di SPPG,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa BGN tengah menyusun mekanisme delivery bagu siswa yang tidak bisa mengambil MBG ke Sekolah. MBG delivery tersebut berlangsung empat hari setelah libur.
“Kita sedang rancang sistem delivery setelah 4 hari libur,” imbuhnya.
Melansir Kompas, Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang menjelaskan bahwa BGN akan melakukan penyaluran MBG dengan pengantaran ke sekolah selama dua atau tiga hari bagi siswa yang bersedia dan telah terdata. Ia menambahkan bahwa mekanisme tersebut bergantung pada kesepakatan dengan pihak sekolah dan tidak akan dipaksakan apabila sekolah menolak.
“Mekanismenya bisa dua atau tiga hari diantar ke sekolah, nanti murid-murid yang mau ambil didaftar. Tapi ini sifatnya ada kesepakatan dengan pihak sekolah, ya. Kalau pihak sekolah tidak mau terima, ya kita tidak memaksa,” jelasnya.
Ia mengatakan BGN akan membagikan MBG dalam bentuk makanan kering. Siswa memperoleh makanan yang tidak melalui proses pengolahan seperti buah, roti, susu, dan telur.
“Selama libur memperoleh makanan kering (tidak diolah), seperti buah, roti buatan UMKM, susu, dan telur (terutama telur asin),” pungkasnya.
Penulis Azka Al Ath-Har
Tumbuh di antara kegelisahan dan rasa ingin tahu, belajar melihat dunia lewat detail kecil yang sering luput dari perhatian. Tertarik pada isu sosial, budaya, dan kemanusiaan.
