Aceh Utara Luput dari Perhatian Pemerintah Pusat
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Rab, 31 Des 2025

menalar.id,.- Bupati Aceh Utara Ismail Jalin mengatakan bahwa dampak banjir bandang yang terjadi pada November 2025 lebih berat dibandingkan bencana tsunami Aceh 2004 lalu. Namun, pemerintah pusat justru minim perhatian terhadap bencana Aceh Utara.
Ia mengatakan kerusakan yang terjadi di Aceh Utara terjadi dari hulu hingga hilir, tetapi karena tidak viral dan menjadi perbincangan di media sosial seperti wilayah lainnya.
“Pusat kayaknya tutup mata akibat kami tidak ada sinyal handphone dan mati lampu. Makanya tidak viral. Mungkin itu alasan (pemerintah pusat) tidak hadir,” ucap Ismail dalam rapat koordinasi satuan tugas pemulihan pascabencana Aceh yang disiarkan secara langsung melalui YouTube resmi DPR, Selasa (30/12/2025).
Ke mana Pemerintah Pusat?
Ia juga mempertanyakan apakah pemerintah pusat tidak mendengar kabar bahwa kabupaten Aceh Utara juga terdampak bencana banjir Sumatera. Padahal, dari total 27 kecamatan dan 852 desa di Aceh Utara yang terdampak sebanyak 25 kecamatan atau 696 gampong. Artinya, 81 persen wilayah Aceh Utara terdampak bencana tersebut.
Di Aceh Utara sebanyak 124 ribu kepala keluarga atau 433 ribu jiwa menjadi korban banjir. Di sisi lain, sebanyak 18 ribu kepala keluarga atau lebih dari 67 ribu jiwa terpaksa mengungsi.
Ismail pun menyampaikan bahwa akses telekomunikasi pun ikut terputus saat bencana melanda wilayah tersebut.
“Kami tidak ada sinyal. Kami bisa melihat saja bagaimana rumah hanyut. Kemudian, bagaimana sarana ibadah hanyut. Kemudian, manusianya hanyut dibawa arus, kami hanya bisa melihat di atap-atap,” ujar Ismail.
Ia mengeluhkan wilayahnya yang belum pernah mendapat kunjungan Presiden Prabowo Subianto sejak bencana banjir bandang yang melanda sebulan yang lalu. Adapun Prabowo tercatat sudah mengunjungi lokasi bencana di Provinsi Aceh sebanyak tiga kali saja, Sumatera Utara dua kali, dan Sumatera Barat dua kali.
Di Aceh, Prabowo secara khusus telah mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Takengon.
“Selama ini Pak Presiden selalu ke Tamiang, Takengon Aceh Tengah, dan hadir di Pidie Jaya, termasuk Wakil Presiden. Tapi di Aceh Utara kayaknya bagaimana, saya rasa apa enggak tahu ada banjir?,” kata Ismail.
Akibat Tidak Viral
Ia membandingkan bagaimana kondisi Aceh Utara dengan wilayah lainnya yang lebih cepat mendapat perhatian. Hal tersebut terjadi karena dampak bencana di daerah lain tersebar luas di media sosial, sedangkan Aceh Utara tidak.
“Mungkin viralnya di Bireuen karena putus jembatan. Mungkin viralnya di Tamiang karena kota,” jelas Ismail.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
