Mahasiswa KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026 Perkuat Keterampilan Antropometri dan Pelayanan Posyandu bagi Kader Posyandu di Desa Bambar
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 7 jam yang lalu

menalar.id,. – Dalam upaya mendukung kesiapan penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, mahasiswa KKN-PPM UGM melalui tim Jejak Jayapura 2026 melaksanakan kegiatan Penguatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Praktik Pengukuran Antropometri.
yang berlangsung pada Jumat (31/7) tersebut diikuti oleh sekitar 25 kader Posyandu dari lima Posyandu yang berada di Desa Bambar. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan peningkatan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri sebagai salah satu bagian penting dalam pelayanan Posyandu.
Meskipun Posyandu di Desa Bambar telah menjalankan berbagai pelayanan kepada masyarakat, kesiapan menuju penerapan sistem Posyandu ILP (Integrasi layanan primer) masih perlu diperkuat, khususnya dari sisi kapasitas kader dalam melakukan pengukuran dan pencatatan pertumbuhan secara tepat. Dengan adanya mahasiswa bidang gizi yang tergabung dalam KKN-PPM UGM, tim Jejak Jayapura 2026 melihat keterampilan antropometri sebagai salah satu kemampuan dasar yang penting untuk diperkuat.
Pengukuran berat badan, panjang atau tinggi badan, lingkar lengan atas, hingga lingkar kepala tidak hanya membutuhkan alat yang sesuai, tetapi juga teknik pengukuran yang tepat agar hasil yang diperoleh dapat menggambarkan kondisi pertumbuhan anak secara akurat. Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai antropometri dan pelayanan Posyandu menuju ILP, kemudian dilanjutkan dengan praktik secara langsung sesuai dengan pedoman 5 meja posyandu.
Dalam sesi praktik, para kader memperoleh kesempatan untuk melakukan pengukuran berat badan (BB), panjang badan (PB) atau tinggi badan (TB), lingkar lengan atas (LiLA), dan lingkar kepala menggunakan peralatan antropometri yang telah dipersiapkan. Mahasiswa KKN bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Waibu mendampingi kader selama proses praktik.
Pendampingan dilakukan melalui demonstrasi, simulasi, serta koreksi langsung terhadap teknik pengukuran. Kader juga dilatih untuk memperhatikan posisi tubuh yang benar saat pengukuran, melakukan pencatatan hasil pada Kartu Menuju Sehat (KMS), serta memahami cara membaca hasil pengukuran berdasarkan grafik pertumbuhan.
Mahasiswa juga menyiapkan kasus untuk dikerjakan secara kolektif oleh kader-kader posyandu dalam pelatihan tersebut. Melalui kasus tersebut, kader diminta memilih KMS yang sesuai, memplot hasil penimbangan berdasarkan usia, menentukan pola pertumbuhan anak, serta menyusun tindak lanjut yang dapat dilakukan di Posyandu.
Latihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan kader dalam menghubungkan hasil pengukuran antropometri dengan pemantauan pertumbuhan anak, bukan sekadar melakukan pengukuran secara teknis. Pendekatan learning by doing ini dipilih digunakan agar kader tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam melakukan setiap tahapan pengukuran.
Dengan demikian, kader diharapkan dapat lebih percaya diri dan teliti ketika nantinya melaksanakan pelayanan di masing-masing Posyandu.
“Penguatan kapasitas kader menjadi bagian penting dalam mempersiapkan Posyandu menuju Integrasi Layanan Primer. Kader merupakan salah satu ujung tombak pelayanan kesehatan di masyarakat, sehingga keterampilan pengukuran yang tepat sangat diperlukan,” ujar Herice T. Kaway Ketua PKK di Desa Bambar, Waibu, Kabupaten Jayapura.
Nisrina Athyra Karimah, mahasiswa Gizi yang tergabung dalam Tim KKN-PPM UGM Jejak Jayapura 2026 juga menambahkan “Program ini saya inisiasi sebagai bentuk bakti saya untuk ikut menciptakan pelayanan Posyandu yang benar dan sesuai standar di Desa Bambar. Keresahan saya bermula dari melihat keterampilan kader yang belum merata.
Selama ini, pelatihan dari dinas atau tingkat provinsi biasanya hanya diikuti oleh satu atau dua perwakilan dari masing-masing Posyandu, sementara jumlah kader di lapangan lebih banyak. Akibatnya, kesempatan untuk mendapatkan pelatihan dan memperbarui keterampilan belum tentu dirasakan oleh seluruh kader.
Kegiatan ini melibatkan kader dari lima Posyandu di Desa Bambar, yaitu Posyandu Budung, Melati, Kali Ular, Kompi C, dan Transad. Bahkan kader-kader dari desa lain seperti Doyo Baru turut berpartisipasi dan antusias mengikuti pelatihan ini.
Lebih lanjut Nisrina menambahkan, “Saya juga menggandeng Puskesmas Waibu dalam pelaksanaan kegiatan ini karena saya ingin programnya tidak berhenti ketika KKN selesai. Dengan adanya keterlibatan tenaga kesehatan dan Puskesmas, saya berharap penguatan kapasitas kader ini dapat terus dilanjutkan dan menjadi bagian dari proses menuju penerapan Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) di Desa Bambar,”.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam memperkuat kesiapan kader di lima Posyandu Desa Bambar menuju penerapan Posyandu ILP yang lebih optimal. Peningkatan kapasitas kader juga diharapkan dapat mendukung tersedianya data pertumbuhan yang lebih akurat sebagai dasar pemantauan kondisi kesehatan dan gizi masyarakat. Bagi tim Jejak Jayapura 2026, kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa gizi dalam mendukung penguatan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat.
Melalui kolaborasi dengan kader dan tenaga kesehatan setempat, penguatan kapasitas diharapkan dapat terus berlanjut setelah program KKN selesai.
- What: Penguatan kapasitas kader melalui praktik pengukuran antropometri menuju Posyandu ILP.
- Who: Mahasiswa KKN-PPM UGM Tim Jejak Jayapura 2026, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan Puskesmas Waibu.
- When: Jumat, 31 Juli 2026, pukul 10.00-14.00
- Where: Desa Bambar, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura.
- Why: Kesiapan menuju penerapan Posyandu ILP masih perlu diperkuat, terutama keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, pencatatan, dan interpretasi hasil pertumbuhan.
- How: Pemaparan materi, demonstrasi, simulasi, praktik langsung, dan pendampingan/koreksi individual.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
