Desersi dari Polri, Bripda Brimob Aceh Jadi Tentara Bayaran Rusia
- account_circle Nisrina
- calendar_month Sab, 17 Jan 2026

menalar.id – Anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, desersi dari tugas kepolisian dan bergabung dengan angkatan bersenjata Rusia sebagai tentara bayaran.
Rio disebut bertugas di garis depan perang Rusia melawan Ukraina, tepatnya di wilayah Donbass.
Informasi tersebut menyebut Rio menerima bayaran cukup besar sebagai tentara bayaran Rusia. Kepala Bidang Humas Polda Aceh Komisaris Besar Joko Krisdiyanto membenarkan kabar tersebut.
Rio diketahui bergabung dengan tentara Rusia setelah mengirim pesan WhatsApp kepada sejumlah anggota Polda Aceh pada Rabu (7/1/2026).
Pesan tersebut berisi foto dan video yang menunjukkan keterlibatan Rio dalam divisi tentara bayaran Rusia.
“Isi pesan WhatsApp berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, termasuk proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” ujar Joko dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Berstatus DPO hingga Dipecat
Sebelum pesan tersebut beredar, Provos Polda Aceh telah mencari keberadaan Rio karena tidak masuk dinas sejak (8/12/2025). Brimob melayangkan dua kali surat panggilan, namun tidak mendapat respons.
Provos kemudian melaporkan kasus tersebut ke Bidpropam Polda Aceh. Brimob juga menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) terhadap Rio pada (7/1/2026).
Polda Aceh kemudian menggelar Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) secara in absentia pada Kamis (8/1), dilanjutkan sidang kedua pada Jumat (9/1). Sidang tersebut memutuskan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).
“Putusan sidang berupa sanksi administratif Pemberhentian Tidak Dengan Hormat,” kata Joko.
Riwayat Pelanggaran Etik
Joko menjelaskan, sebelum kasus desersi, Rio telah memiliki riwayat pelanggaran kode etik profesi Polri. Rio pernah menjalani sidang etik atas kasus perselingkuhan dan pernikahan siri.
Dalam sidang KKEP pada (14/5/2025), Rio menerima sanksi mutasi demosi selama dua tahun serta penempatan pada Yanma Brimob.
Secara keseluruhan, Rio telah tiga kali menjalani sidang KKEP, satu kali terkait perselingkuhan dan dua kali terkait desersi serta dugaan keterkaitan dengan tentara Rusia.
Perjalanan ke Rusia
Polda Aceh mencatat Rio berangkat ke luar negeri melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada (18/12/2025) dengan tujuan Shanghai, Cina.
Perjalanan berlanjut ke Haikou Meilan pada (19/12/2025) sebelum akhirnya menuju wilayah konflik.
Rio saat ini disebut berada di kawasan Donbass, wilayah yang menjadi salah satu pusat pertempuran antara Rusia dan Ukraina.
Sebelumnya, kasus serupa juga mencuat setelah seorang mantan marinir TNI AL dilaporkan bergabung dengan pasukan Rusia dalam konflik Ukraina. Kasus tersebut turut menjadi perhatian aparat keamanan Indonesia.
- Penulis: Nisrina
