Golkar: “Kita Harus Sambut Baik Israel di Board of Peace”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month 1 jam yang lalu

menalar.id,. – Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji buka suara terkait bergabungnya Israel ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP). Mereka menilai hal ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk menyampaikan pesan perdamaian bagi Palestina secara lebih langsung.
Kehadiran Israel Harus Disambut Baik
Menurut Sarmuji, kesempatan ini malah membuka ruang diplomasi yang lebih dekat bagi Indonesia dalam mendorong implementasi solusi dua negara antara Palestina dan Israel.
“Sebenarnya bergabungnya di BoP itu kesempatan menyuarakan perdamaian dari jarak yang sangat dekat ya. Bisa bisikkan langsung ke Trump, bisa bisikkan ke Netanyahu untuk menjaga perdamaian di Palestina,” kata Sarmuji di Kantor Fraksi Golkar, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/2/2026).
Indonesia Berpegang Teguh Pada Two Stage solution
Ia mengingatkan gagasan solusi dua negara telah lama menjadi sikap resmi Indonesia. Namun, selama ini penyampaiannya jarang secara eksplisit menyebut Israel.
Padahal konsep tersebut pada dasarnya mengandaikan Palestina hidup berdampingan dengan Israel sebagai dua entitas negara.
“Hanya selama ini tidak pernah atau mungkin jarang sekali kita dengar nama Israel, ya, kan? Kita ngomong dua negara, tetapi tidak menyebut Israel, kan, begitu. Padahal dua negara, solusi dua negara itu maksudnya ya Palestina berdampingan dengan Israel sebenarnya,” ucap Sarmuji.
Sarmuji memandang partisipasi Israel sebagai peluang strategis bagi Indonesia untuk memainkan peran lebih aktif dan dekat dalam upaya mendorong perdamaian serta kemerdekaan Palestina. Ia menekankan kehadiran Israel tidak seharusnya dipersepsikan sebagai penghalang.
Melainkan sebagai kesempatan memperkuat diplomasi Indonesia.
“Ya justru kalau Israel bergabung, ada peluang kita untuk ngomong lebih sering dan lebih dekat kepada Israel. Ini solusi dua negara ini menjadi kebijakan kita dan ini pasti akan banyak didukung oleh negara-negara lain di dunia, termasuk banyak negara Eropa mendukung solusi dua negara,” katanya.
Pemerintah Tetap Mendukung Palestina
Ia juga menegaskan posisi Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina tetap konsisten. Sarmuji memastikan Presiden Prabowo akan mempertahankan garis kebijakan luar negeri yang sejak lama berpihak pada hak kemerdekaan bangsa Palestina.
“Ya pasti, pasti Presiden tidak akan goyah untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Itu sebenarnya sudah seperti kata suci dalam diplomasi luar negeri kita ya. Kata suci bahwa kemerdekaan suatu bangsa itu adalah hak yang tidak bisa kemudian diambil alih oleh bangsa lain. Itu sudah pasti pemerintah dan Presiden pasti sangat memahami,” pungkas Sarmuji.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
