Israel Serang Gaza Jelang Pembukaan Rafah
- account_circle Farrel Aditya
- calendar_month Ming, 1 Feb 2026

menalar.id,.- Israel terus membombardir Gaza dan menewaskan sedikitnya 32 warga Palestina, termasuk enam anak serta sejumlah petugas polisi, sehari sebelum penyeberangan perbatasan Rafah dijadwalkan dibuka kembali.
Berdasarkan laporan Al-Jazeera, serangan udara Israel pada Sabtu (31/1/2026) menghantam sebuah tenda yang menampung para pengungsi dan menewaskan sedikitnya tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak, di kawasan al-Mawasi, barat laut Khan Younis, menurut sumber medis kepada Al-Jazeera.
Petugas membawa jenazah mereka ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis.
Korban Berjatuhan
Di Kota Gaza, layanan darurat melaporkan bahwa serangan udara Israel menewaskan sedikitnya lima warga Palestina, termasuk tiga anak, setelah menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Remal, bagian barat kota.
“Kami bisa merasakan gelombang kejut dari ledakan tersebut, diikuti oleh awan debu gelap yang sangat besar yang memenuhi area itu, menyebabkan setidaknya lima orang tewas di dalam apartemen, termasuk seorang ibu dan anak-anaknya,” lapor Hani Mahmoud dari Al-Jazeera, di Kota Gaza.
Serangan bom Israel terhadap sebuah gedung apartemen di lingkungan Daraj, Kota Gaza, juga melukai delapan warga Palestina.
Kecaman dari Banyak Pihak
Kepala badan PBB untuk pengungsi Palestina, UNRWA, mengecam serangan terbaru Israel dan menyebut gencatan senjata tersebut sebagai “gencatan senjata yang hanya ada dalam nama.”
Serangan-serangan tersebut terjadi menjelang rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah, perbatasan Gaza, Mesir, pada Minggu, setelah IDF menemukan jenazah sandera Israel terakhir pada awal pekan ini.
Mengutip BBC, Kementerian Luar Negeri Mesir mengecam serangan itu dan mendesak semua pihak untuk “menunjukkan pengekangan diri sepenuhnya.”
Qatar, salah satu mediator utama dalam perundingan gencatan senjata, juga mengecam apa yang disebutnya sebagai “pelanggaran berulang Israel,” menurut pernyataan kementerian luar negerinya.
Pada Januari, utusan khusus AS Steve Witkoff mengumumkan dimulainya fase kedua kesepakatan gencatan senjata.
Pada fase pertama, Hamas dan Israel menyepakati gencatan senjata pada Oktober 2025, termasuk pertukaran sandera dan tahanan, penarikan sebagian pasukan Israel, serta peningkatan penyaluran bantuan.
Witkoff menyatakan fase kedua akan mencakup pembentukan pemerintahan teknokrat Palestina di Gaza, rekonstruksi wilayah, serta demiliterisasi penuh, termasuk pelucutan senjata Hamas dan kelompok Palestina lainnya.
Perang genosida Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 71.600 warga Palestina sejak 7 Oktober 2023.
Penulis Farrel Aditya
Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.
