Breaking News

Aksi Penolakan Revisi UU TNI Berujung Ricuh, Aparat Diduga Lakukan Pelanggaran HAM

  • account_circle Sayida
  • calendar_month Sen, 24 Mar 2025

menalar.id,. – Masyarakat sipil di berbagai kota seperti Jakarta, Bandung, Surakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Medan, hingga Manado serentak menggelar demonstrasi menolak pengesahan revisi UU TNI pada Kamis (20/3/2025). Namun, seperti biasa, aksi ini kembali diwarnai kekerasan dari aparat kepolisian.

Kekerasan Aparat di Depan Gedung DPR

Di Jakarta, massa aksi berusaha menerobos pagar Kompleks Parlemen. Polisi kemudian menghalau mereka dengan water cannon, memicu kericuhan. Beberapa demonstran melempari batu ke arah aparat, sementara sebagian lainnya mengaku menjadi korban lemparan batu dari dalam gedung.

Akibat bentrokan, sejumlah peserta demo terluka. Ambulans bergegas membawa korban ke rumah sakit, sementara beberapa lainnya diangkut warga menggunakan motor.

Di Semarang, polisi bersenjata perisai dan pentungan mulai mendorong massa sekitar pukul 17.15 WIB. Tak lama setelahnya, Brimob menembakkan gas air mata dan berhasil membubarkan aksi pada pukul 18.20 WIB.

Potensi Pelanggaran HAM Berat?

Represi aparat yang terus berulang memunculkan pertanyaan: apakah ini termasuk pelanggaran HAM berat?

Zainal Arifin (YLBHI) menyatakan bahwa tindakan represif polisi jelas melanggar HAM, khususnya kebebasan berekspresi. Namun, untuk menentukan apakah ini tergolong pelanggaran HAM berat, perlu penyelidikan lebih mendalam.

“Jika ada pola kekerasan masif dan instruksi dari institusi tertentu, maka bisa masuk kategori pelanggaran HAM berat,” jelas Zainal.

Azlia Amira Putri (KontraS) menambahkan, berdasarkan UU No. 39/1999 tentang HAM, tindakan aparat bisa dianggap sistematis jika dilakukan secara terstruktur oleh satu institusi salam hal ini, kepolisian. Namun, membuktikan hal ini tidak mudah karena harus ada rantai komando yang jelas.

Ancaman terhadap Demokrasi

Zainal menegaskan, represi aparat tidak hanya melukai demonstran, tetapi juga membunuh demokrasi. Kebebasan berpendapat dan kebebasan pers semakin terancam, seperti terlihat dari teror kepala babi yang dikirim ke kantor Tempo sehari sebelumnya.

“Tidak ada demokrasi tanpa kebebasan bersuara,” tegasnya.

Amira mendesak Komnas HAM untuk segera menyelidiki kasus ini secara pro justitia. Meski Polri sudah memiliki pedoman HAM dalam Perkap, implementasinya di lapangan masih buruk.

“Ini membuktikan bahwa reformasi kepolisian harus terus dilakukan,” pungkasnya.

Penulis

Memimpin tim redaksi dengan fokus pada pemberitaan akurat, mendalam, dan memancing nalar pembaca. Fokus di rubrik nasional, ekonomi, dan hukum

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekor Dolar AS Naik Hingga Rp16,860, BI Beri Penjelasan

    Rekor Dolar AS Naik Hingga Rp16,860, BI Beri Penjelasan

    • calendar_month Rab, 14 Jan 2026
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id., – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika semakin melemah hingga mencetak rekor mencapai Rp16.872, pada Senin (12/1/2026). Turunnya nilai rupiah menjadi nilai terendah sepanjang sejarah Indonesia. Melansir Detikfinance, Bank Indonesia (BI) mengungkap faktor penyebab melemahnya nilai tukar rupiah. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin Gunawan Hutapea menjelaskan bahwa meningkatnya tekanan di pasar […]

  • Israel: Gaza Lapar Bukan karena Kami, Tapi karena Hamas dan PBB

    Israel: Gaza Lapar Bukan Salah Kami, Tapi karena Hamas dan PBB

    • calendar_month Kam, 24 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Israel bantah tudingan atas penyebab kelaparan di Jalur Gaza. Hal ini dilakukan setelah Israel mendapat kritik tajam dari berbagai komunitas dan lembaga internasional. Juru Bicara Pemerintah Israel David Mencer, menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan “sudah mengalir ke Gaza”. Kemudian, ia menuding Hamas sebagai dalang di balik krisis kemanusiaan yang terjadi. “Tidak ada kelaparan […]

  • Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang belum menerima bantuan usai bencana banjir bandang dan longsor di berbagai provinsi di Sumatera.

    Warga Aceh Tamiang Minum Air Banjir Untuk Bertahan Hidup

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang belum menerima bantuan usai bencana banjir bandang dan longsor di berbagai provinsi di Sumatera. Salah satu warga bernama Irwan yang terdampak mengaku belum makan selama empat hari terakhi. “Kami sudah 3-4 hari belum makan. Kalau mengenai bantuan sama sekali kami belum ada menerima. Apapun bantuan kami belum ada terima,” […]

  • SOKSI

    Ali Ghiffar Masuk Jajaran Wakil Ketua Umum Depinas SOKSI Masa Bakti 2025–2030

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Dewan Pimpinan Nasional Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depinas SOKSI) mengumumkan jajaran pengurus masa bakti 2025–2030 dalam acara yang digelar di Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, Jumat (12/9/2025). Dalam struktur baru, Mukhamad Misbakhun ditetapkan sebagai Ketua Umum Depinas SOKSI, sementara posisi Sekretaris Jenderal diamanahkan kepada Puteri Komarudin. Pada kesempatan tersebut, Puteri membacakan susunan […]

  • Pemprov Jatim Berikan Santunan Rp100 Juta untuk Korban Longsor Pacet-Cangar

    Pemprov Jatim Berikan Santunan Rp100 Juta untuk Korban Longsor Pacet-Cangar

    • calendar_month Ming, 6 Apr 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberikan santunan sebesar Rp100 juta kepada korban bencana longsor di Jalur Pacet-Cangar, Mojokerto. Longsor yang terjadi di jalur penghubung antara Kota Mojokerto dan Kota Batu ini menewaskan 10 orang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara langsung menyampaikan takziah dan menyerahkan santunan kepada keluarga korban di Sidoarjo dan […]

  • PPP Hadapi Dualisme Kepemimpinan Usai Muktamar ke-10

    PPP Hadapi Dualisme Kepemimpinan Usai Muktamar ke-10

    • calendar_month Sen, 29 Sep 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menghadapi dualisme kepemimpinan setelah muktamar ke-10 di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, pada Sabtu (27/9/2025). Dua kubu, yakni pendukung Muhamad Mardiono dan Agus Suparmanto, saling mengklaim sebagai pemenang. Kubu Agus Suparmanto Klaim Menang Ketua Majelis Pertimbangan PPP Muhammad Romahurmuziy menyebut Agus Suparmanto sah terpilih sebagai Ketua Umum PPP periode […]

expand_less