Breaking News

Kronologi Penemuan Kerangka Reno dan Farhan, Aktivis Demo Agustus

  • account_circle Nazula Destiyana
  • calendar_month Ming, 9 Nov 2025

menalar.id – Kepolisian berhasil mengidentifikasi dua kerangka manusia di Gedung Astra Credit Companies (ACC) Kwitang, Jakarta Pusat. Berdasarkan hasil uji DNA oleh RS Polri, kedua kerangka tersebut identik dengan dua orang yang dilaporkan hilang sejak aksi demonstrasi pada akhir Agustus 2025, yakni Reno Syahputra Dewo dan Muhammad Farhan Hamid.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya AKBP Putu Cholis Aryana memaparkan kronologi mulai dari laporan orang hilang hingga proses identifikasi kedua korban. Hal tersebut ia sampaikan dalam konferensi pers di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Jumat (7/11/2025),

Laporan Orang Hilang

Seusai demonstrasi akhir Agustus, antara (2/9/2025) hingga (10/9/2025), Polda Metro Jaya berhasil menemukan 40 dari total 44 orang yang dilaporkan hilang. Empat orang lainnya, Eko Purnomo, Bima Permana Putra, Farhan, dan Reno yang belum diketahui keberadaannya.

Sebagai tindak lanjut, Polda Metro Jaya membuka Posko Orang Hilang pada (12/9/2025) untuk menelusuri keempat orang tersebut. Dalam proses pencarian, polisi bekerja sama dengan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) yang mendampingi keluarga korban.

Melalui penelusuran lebih lanjut, polisi berhasil menemukan Eko di Kalimantan Tengah dan Bima di Jawa Timur, Kamis (18/9/2025).

Penyelidikan dan Penemuan Kerangka

Di tengah proses pencarian, polisi menerima laporan kebakaran di Gedung ACC Kwitang. Polres Metro Jakarta Pusat melakukan olah TKP awal dan menangkap tiga tersangka terkait insiden kebakaran itu.

Kemudian, Puslabfor Bareskrim Polri memeriksa lokasi untuk mengetahui penyebab kebakaran, Jumat (19/9/2025). Dari hasil penyelidikan pada (23/9/2025) sampai (29/9/2025) diperoleh sejumlah informasi penting.

Putu menjelaskan bahwa berdasarkan penelusuran digital, ponsel milik Farhan telah digadaikan sebelum kerusuhan di Kwitang terjadi. Sementara dari hasil penelusuran keluarga dan saksi, Farhan dan Reno terakhir kali terlihat pada akhir Agustus di kawasan Kwitang.

Polda Metro Jaya dan KontraS kemudian menggelar serangkaian pertemuan pada (13/10/2025) dan (20/10/2025) untuk bertukar informasi serta memantau perkembangan pencarian. Empat hari kemudian, perwakilan berbagai lembaga seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, Komnas Difabel, Ombudsman RI, dan LPSK turut hadir membahas proses penyelidikan dan perlindungan keluarga korban.

Tim inspeksi dari vendor PT QIES memeriksa Gedung ACC dan menemukan dua kerangka manusia di ruang Underwriting lantai dua, Kamis (30/10/2025). Kerangka manusia tersebut tertimbun di bawah puing plafon dan barang-barang yang hangus.

Setelah temuan tersebut, pengambilan sampel DNA dari keluarga Farhan dan Reno dilakukan, pada (30/10/2025) hingga (31/10/2025). Pada awal November, polisi memanggil sejumlah saksi tambahan, menggelar rapat bersama Komnas HAM dan Kompolnas, serta menerima hasil tes DNA.

Hasil tersebut kemudian dikonfirmasi bersama KontraS dan tim forensik pada (5/11/2025) Sampai (6/11/2025). Esok harinya diumumkan kepada publik, Jumat, (7/11/2025).

Hasil Identifikasi

Karo Labdokkes Polri Brigjen Sumy Hastry Purwanti, menyampaikan bahwa hasil tes DNA menunjukkan kecocokan antara dua kerangka dengan data keluarga Reno dan Farhan.

“Nomor posmortem 0080 cocok dengan antemortem 002, teridentifikasi sebagai Reno Syahputra Dewo, anak biologis dari Bapak Muhammad Yasin,” jelasnya.

“Sementara nomor posmortem 0081 cocok dengan antemortem 001, teridentifikasi sebagai Muhammad Farhan Hamid, anak biologis dari Bapak Hamidi,” tambahnya.

Ia menjelaskan bahwa identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan primer pada gigi dan tulang. Kemudian dicocokkan dengan data antemortem atau rekam medis sebelum kematian.

Kepala Rumah Sakit Polri Kramat Jati Brigjen Pol Prima Heru Yulihartono menambahkan, kedua kerangka tersebut diterima RS Polri, pada (30/10/2025). Berdasarkan hasil pemeriksaan, waktu kematian diperkirakan lebih dari satu bulan sebelum ditemukan.

“Terima kasih kepada seluruh pihak, termasuk keluarga yang telah bekerja sama dan memberikan data antemortem untuk mempercepat proses identifikasi,” ujar Prima.

Penulis

Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sekitar 3.500 rumah yang mengalami rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan pasca banjir bandang dan longsor.

    Imbas Banjir Sumatera, Celios: Negara Rugi Rp68 T

    • calendar_month Sel, 2 Des 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada sekitar 3.500 rumah yang mengalami rusak berat, 4.100 rumah rusak sedang, dan 20.500 rumah rusak ringan pasca banjir bandang dan longsor. Kemudian, sekitar 282 fasilitas pendidikan dan 271 jembatan di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara, Senin (1/12/2025). Akibatnya, sejumlah akses jalan darat terputus dan distribusi […]

  • Prabowo: Cita-Cita Kita Masih Jauh, 29 Juta Rakyat Belum Punya Rumah

    Prabowo: Cita-Cita Kita Masih Jauh, 29 Juta Rakyat Belum Punya Rumah

    • calendar_month Ming, 21 Des 2025
    • account_circle Azka Al Ath-Har
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa sebanyak 29 juta warga Indonesia belum memiliki rumah, pada Sabtu (20/12/2025). Hal tersebut menandakan banyaknya tunggakan tugas pemerintah pusat dalam sektor perumahan. Prabowo menyatakan data tersebut saat menghadiri akad massal 50.030 Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Melansir Tirto, ia mengungkapkan kegembiraan sekaligus kesadarannya terhadap cita-cita […]

  • tsunami

    Imbas Gempa Rusia! Meksiko Siaga Tsunami dan Imbau Jauhi Pesisir Pasifik

    • calendar_month Rab, 30 Jul 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Pemerintah Meksiko mengimbau masyarakat untuk menghindari wilayah pesisir Samudra Pasifik setelah muncul peringatan tsunami, Rabu (30/7/2025). Hal ini terjadi akibat gempa kuat yang mengguncang Rusia bagian timur di hari yang sama. Gempa berkekuatan magnitudo 8,8 itu mengguncang kawasan timur Rusia dan memicu peringatan tsunami di beberapa negara, termasuk Meksiko. Pusat Peringatan Tsunami Amerika […]

  • densus

    Densus 88: Pelaku Bom SMAN 72 Jakarta Rakit Sendiri dari Dark Web

    • calendar_month Sel, 11 Nov 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id., – Detasemen Khusus 88 (Densus) Antiteror Polri melaporkan pelaku dari pengebom-an SMAN 72 Jakarta merakit sendiri bahan peledak yang digunakan saat insiden. Pelaku terduga mempelajari pembuatan bom dari tutorial internet. “Dirakit sendiri dan pelaku mengakses melalui internet cara-cara merakit bom,” ucap juru bicara Densus 88 Antiteror AKBP Mayndra Eka Wardhana, Selasa (11/11/2025) dikutip CNBC […]

  • Stasiun Manggarai Padat Penumpang, Antusiasme Warga Hadiri HUT ke-80 TNI di Monas

    Stasiun Manggarai Padat Penumpang, Antusiasme Warga Hadiri HUT ke-80 TNI di Monas

    • calendar_month Sen, 6 Okt 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id – Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, sempat dipadati penumpang pada Minggu (5/10/2025) kemarin. Lonjakan penumpang terjadi lantaran banyak warga dari berbagai daerah penyangga menuju kawasan Monas, Jakarta Pusat, untuk menghadiri perayaan HUT ke-80 TNI. Pantauan pada Minggu pagi hingga siang, antrean panjang tampak di peron 9 dan 10 yang mengarah ke Stasiun Cikini dan Jakarta […]

  • Kejagung Periksa  Ahok Terkait Kasus Korupsi Pertamina

    Kejagung Periksa Ahok Terkait Kasus Korupsi Pertamina

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,.- Mantan Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menjalani pemeriksaan oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terkait kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah di Subholding Pertamina. Ahok tiba di Gedung Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, pada Kamis (13/3/2025) sekitar pukul 08.36. Ahok datang satu setengah jam lebih awal dari jadwal yang […]

expand_less