Breaking News

KPK RI: Pejabat Eselon & Swasta Jadi “Jawara” Kasus Korupsi

  • account_circle Farrel Aditya
  • calendar_month Jum, 12 Sep 2025

menalar.id.,- Komisi Pemberantasan Korupsi RI (KPK RI) mengungkap data statitstik yang menerangkan pejabat eselon I, II, dan III dan pihak swasta menjadi kelompok profesi yang paling banyak mendapatkan penanganan dalam kasus tindak pidana korupsi.

Berdasarkan data dari laman resmi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), jumlah tindak pidana korupsi yang mereka tangani lembaga antirasuah tersebut berdasarkan jabatan/profesi mencapai 1.878 kasus sejak 1 Januari 2004 hingga 11 Agustus 2025.

KPK mendata bahwa tindak pidana korupsi paling banyak merupakan pegawai swasta. Jumlahnya mencapai 485 kasus. Selanjutnya, pelaku yang berasal dari eselon I, II, III, dan IV berada di posisi kedua dengan 443 kasus.

Sejak 2004, KPK telah menangani 364 kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR maupun DPRD. Lalu, ada pula pelaku korupsi yang berasal dari latar belakang wali kota/bupati dan wakilnya dengan 171 kasus.

“Sejarah akan selalu berpihak kepada mereka yang berani menjaga integritas,” ucap Ketua KPK Setyo Budiyanto saat menyampaikan pidato yang dihadiri pimpinan Pemprov dan DPRD Kalimantan Timur di Balikpapan, pada Kamis (11/9/2025).

Selanjutnya, Ada 41 kasus korupsi yang melibatkan kepala lembaga atau kementerian, sementara hakim terlibat dalam 31 kasus.

Berikutnya, gubernur tercatat sebagai pelaku dalam 30 kasus korupsi, sedangkan pengacara terlibat dalam 19 kasus. Sementara itu, 294 kasus korupsi lainnya melibatkan pelaku dari beragam profesi lain.

Celah dalam Sistem Sebabkan Praktik Korupsi Berulang

Setyo menyatakan bahwa penyebab berulangnya praktik korupsi tidak hanya terletak pada celah dalam sistem, melainkan juga pada pejabat yang menggunakan wewenangnya secara tidak benar. Ia menilai, kerentanan tersebut merupakan ancaman serius yang berpotensi menghambat terwujudnya Visi Indonesia Emas 2045.

Beragam indikator juga memperlihatkan bahwa integritas nasional masih berada dalam situasi yang rapuh. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2024 berada di skor 37 dari 100 yang mengindikasikan bahwa persepsi korupsi di sektor publik masih tinggi.

Sementara itu, Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) masyarakat tercatat 3,85 dari 5,00 yang menunjukkan kondisi yang belum konsisten.

Strategi Trisula KPK

Dalam menghadapi persoalan tersebut, KPK mengimplementasikan Strategi Trisula Pemberantasan Korupsi yang berfokus pada tiga aspek utama.

“Trisula tersebut adalah pendidikan untuk membangun nilai antikorupsi, pencegahan melalui perbaikan sistem, dan penindakan untuk memberikan efek jera,” ujar Setyo.

Menurutnya, integritas ke depan akan menghadapi beban yang lebih berat akibat munculnya risiko korupsi digital, meningkatnya polarisasi politik, dan pentingnya kekuatan moral pribadi.

Mereka yang menjunjung integritas kerap dipandang tidak fleksibel hingga tersisih, padahal justru menjadi penopang utama bersihnya birokrasi.

Oleh sebab itu, Setyo menilai keberanian adalah syarat mendasar untuk tetap teguh dalam menjaga integritas di tengah situasi penuh tekanan.

“Semua orang punya kesempatan untuk bisa menjadi pejabat, tapi tidak semua bisa meninggalkan legacy yang baik,” ujar Setyo.

 

Penulis

Seorang pemuda dengan minat terhadap banyak hal dan penuh pertanyaan dalam benaknya. Berharap mampu memberikan dampak positif melalui tulisannya.

Rekomendasi Untuk Anda

  • bali

    Usai ke Qatar, Prabowo Sambangi Lokasi Banjir di Bali

    • calendar_month Sab, 13 Sep 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Presiden Prabowo Subianto berkunjung langsung ke lokasi banjir di Bali, pada Sabtu (13/9/2025). Sehari sebelumnya ia melakukan kunjungan kenegaraan ke Qatar. Melalui siaran langsung kanal YouTube Sekretariat Presiden, pesawat kepresidenan RI mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, sekitar pukul 11.15 WIB. Prabowo kemudian turun dari pesawat pada pukul 11.28 WIB dengan […]

  • Bangun Ekonomi Desa, Pemerintah Siapkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

    Bangun Ekonomi Desa, Pemerintah Siapkan 80 Ribu Koperasi Merah Putih

    • calendar_month Sen, 7 Jul 2025
    • account_circle Sayida
    • 0Komentar

    menalar.id,. – Presiden Prabowo Subianto akan meluncurkan 80 ribu unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih pada Sabtu, 19 Juli 2025, di Klaten, Jawa Tengah. Sebagai persiapan, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menggelar rapat koordinasi dengan berbagai kementerian dan lembaga terkait pagi ini, Senin (7/7/2025), untuk mematangkan rencana peluncuran program tersebut. Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa peluncuran […]

  • Guru Madin Didenda Rp25 Juta Usai Diduga Tampar Murid

    Guru Madin Didenda Rp25 Juta Usai Diduga Tampar Murid

    • calendar_month Jum, 18 Jul 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Seorang guru Madrasah Diniyah (Madin) di Desa Jatirejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, didenda Rp 25 juta usai diduga menampar muridnya. Peristiwa ini menuai sorotan publik setelah videonya viral di media sosial. Dalam video yang beredar di Instagram, tampak seorang pria lanjut usia, diduga sebagai guru Madin, menandatangani selembar surat di atas meja. […]

  • Sengketa Kepemilikan Pulau Aceh-Sumut, Muslim Ayub: Potensi Migas Jadi Penyebab

    Sengketa Kepemilikan Pulau Aceh-Sumut, Muslim Ayub: Potensi Migas Jadi Penyebab

    • calendar_month Ming, 15 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id-Anggota DPR asal Aceh Muslim Ayub, meyakini sengketa kepemilikan empat pulau antara Provinsi Aceh dan Sumatera Utara (Sumut) berhubungan dengan potensi sumber daya minyak dan gas (migas) di kawasan tersebut (14/6/2025). Muslim Ayub menilai adanya potensi cadangan minyak dan gas (migas) di empat pulau tersebut menjadi alasan utama bagi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memindahkan […]

  • Bahlil Evaluasi Tambang Nikel Raja Ampat, PT GAG Nikel Siap Patuh Keputusan ESDM

    Bahlil Evaluasi Tambang Nikel Raja Ampat, PT GAG Nikel Siap Patuh Keputusan ESDM

    • calendar_month Kam, 5 Jun 2025
    • account_circle Nisrina
    • 0Komentar

    menalar.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia bertekad untuk mengevaluasi tambang nikel yang merusak dan mencemari alam Raja Ampat, Papua Barat Daya (3/6/2025). Bahlil menyatakan izin usaha pertambangan (IUP) tempat tersebut berlaku sebelum ia menjadi menteri, ia berniat menghubungi perusahaan tambang tersebut yang mengundang polemik di sosial media. “Saya akan evaluasi, akan […]

  • singapura

    Warga Singapura Kini Pas-Pasan, Sulit Menabung Akibat Biaya Hidup

    • calendar_month Kam, 14 Agu 2025
    • account_circle Nazula Destiyana
    • 0Komentar

    menalar.id – Reputasi Singapura yang selama ini identik dengan pengelolaan keuangan yang cermat dan tingkat tabungan tinggi kini mulai memudar. Hal ini dipicu oleh melonjaknya biaya hidup. Para pakar menilai, mahalnya kebutuhan sehari-hari serta kecenderungan masyarakat untuk lebih mengutamakan pengalaman dan perawatan diri membuat perencanaan keuangan jangka panjang tidak lagi menjadi prioritas. Akibatnya, banyak pekerja […]

expand_less