Kepala BRIN: “Prabowo Janji Naikkan Anggaran Riset Hingga 50%”
- account_circle Nazula Destiyana
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026

menalar.id,. – Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria menyampaikan apabila Presiden Prabowo Subianto akan menaikkan anggaran riset nasional hingga 50%. Arif menyampaikan hal tersebut usai rapat dengan sekitar 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026).
Arif menilai pertemuan tersebut membawa kabar positif bagi dunia riset nasional. Ia menyebut komitmen Presiden untuk menaikkan dana riset sebagai poin paling menggembirakan yang muncul dalam pertemuan itu.
“Namun hal yang sangat menggembirakan pada hari ini adalah bahwa beliau konsen soal peningkatan dana penelitian. Jadi jumlah dana penelitian di Indonesia saat ini kan baru Rp 8 triliun ya. Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50% dari dana yang sekarang ini,” kata Arif.
Anggaran Riset yang Kecil
Ia menjelaskan bahwa peningkatan anggaran riset menjadi sangat penting mengingat porsi dana riset Indonesia saat ini masih tergolong rendah dibandingkan negara lain. Menurutnya, dana riset nasional baru mencapai sekitar 0,3% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
“Karena saat ini dana riset yang ada di Indonesia baru sekitar 0,3% dari PDB. Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain,” ucapnya.
Arif menambahkan saat pertemuan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya membangun optimisme terhadap masa depan bangsa. Ia berharap peningkatan anggaran riset dapat mendukung berbagai program strategis nasional.
“Nah, dengan jumlah yang besar ini, maka kita diharapkan bisa me-support berbagai program-program yang strategis yang bisa mendongkrak. Satu, pertumbuhan ekonomi. Kedua, mengatasi kemiskinan. Kemudian juga menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.
“Tentu sesuai dengan arah Bapak Presiden, Bapak Presiden fokus pada pangan,” ucap dia.
Program Kerja dari BRIN
Lebih lanjut, Arif menyampaikan BRIN telah menyiapkan penguatan riset di berbagai sektor, mulai dari tekstil, alas kaki, hingga industri strategis seperti dirgantara. Ia juga menyinggung pengembangan pesawat N219 yang merupakan hasil kolaborasi BRIN dengan PT Dirgantara Indonesia.
“Karena N219 yang sudah disiapkan antara BRIN dan PT DI, ini juga harus segera dipercepat. Moga-moga awal tahun 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi,” tandas dia.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi turut merespons. Penambahan anggaran riset turut menjadi bagian penting dalam pembahasan bersama para rektor dan guru besar. Ia menegaskan nilai tambahan anggaran tersebut cukup signifikan.
“Dana riset di perguruan tinggi itu nilainya hanya Rp 8 triliun, itu setara dengan 0,34% dari APBN kita. Dan oleh karena itulah, dalam forum tadi, Bapak Presiden langsung memutuskan untuk memberikan tambahan dana anggaran sebesar Rp 4 triliun, yang harapannya ini dapat memperkuat riset-riset untuk seluruh universitas, termasuk bekerja sama dengan BRIN,” tutur Prasetyo.
Penulis Nazula Destiyana
Sejak kecil tumbuh di antara koran dan buku, kini berkembang menjadi penulis yang mengeksplorasi jurnalistik, penelitian, dan media digital. Aktif dalam kompetisi menulis dan UI/UX, serta selalu penasaran dengan dunia politik dan sains teknologi.
